Social Commerce: Pengertian dan Cara Optimasinya

Social Commerce Pengertian dan Cara Optimasinya

Social commerce adalah sebuah upaya dalam perdagangan yang mana pemanfaatan media elektronik diterapkan oleh para pedagang untuk menjual produk secara online. Akan tetapi tetap memberikan ruang pada konsumen untuk melakukan interaksi secara langsung dengan penjual untuk mencari brand atau produk hingga menyelesaikan transaksi.

Social commerce jadi pilihan pedagang agar bisa menjangkau semua pelanggannya di berbagai daerah dan menarik lebih banyak pelanggan melalui platform online. Di sisi lain, pelanggan juga akan memperoleh kemudahan saat melakukan pencarian hingga pembelian produk karena dapat dengan mudah langsung checkout dari platform social commerce.

Keuntungan Social Commerce

Setelah pembahasan mengenai apa itu social commerce, selanjutnya kita akan membahas keuntungan atau manfaat yang bisa kita dapatkan dari penggunaan social commerce ini, antara lain:

Keuntungan Social Commerce
  • Memperluas jangkauan target pasar yang memiliki potensi tinggi secara online. In akan sangat mendorong perkembangan dan penjualan produk miliki Anda.
  • Brand image dan brand awareness yang meningkat secara signifikan berkat pembuatan konten gambar atau video. Konten tersebut bisa dengan mudah dibuat melalui platform sosial media yang banyak tersedia saat ini.
  • Transaksi bisa dilakukan dengan cepat dan sederhana, dengan begitu pelanggan akan merasakan pengalaman belanja yang berkesan sehingga tak enggan untuk melakukan pembelian ulang.
Tips Memilih Media Sosial untuk Social Commerce

Tips Memilih Media Sosial untuk Social Commerce

Social commerce adalah perdagangan yang banyak dilakukan melalui platform online sosial media dan berikut ini adalah beberapa tips memilih media sosial untuk Social Commerce:

Menentukan Target Konsumen

Penentuan target pasar selalu menjadi langkah awal yang penting sebelum memulai bisnis. Begitu juga dalam menentukan media sosial manakah yang akan Anda gunakan untuk social commerce. Anda perlu meneliti preferensi dan mengenali karakter target pasar, supaya Anda bisa memilih media sosial yang paling sesuai. Misalkan, jika targetnya anak usia 15 tahunan, maka TikTok akan cocok untuk Anda.

Baca Juga:  3 Tantangan Startup yang Wajib Diwaspadai

Mengenali Karakter Pengguna Sosial Media

Hal yang cukup menarik bahwa tiap media sosial ternyata memiliki karakter pengguna yang berbeda-beda. Anda perlu memperhatikan peta demografi yang sangat mempengaruhi karakter. Jika target Anda adalah orang usia 35 tahun, maka Instagram cocok untuk Anda jadikan platform Social Commerce, sebab pada usia itu orang lebih tertarik dengan konten berbentuk foto dan video durasi pendek.

Sesuaikan Platform dengan Jenis Bisnis

Jika bisnis yang Anda jalankan membutuhkan penekanan visual dan juga efek grafis yang serius, maka Anda bisa memilih TikTok atau Instagram yang memiliki fitur pendukung untuk itu. Lalu, jika Anda hanya sekedar melakukan promosi tanpa banyak memperhatikan kualitas video dan gambar, yang penting penggunanya beragam, maka Anda bisa pilih Facebook.

Strategi Optimasi Social Commerce

Strategi Optimasi Social Commerce

Setelah memahami tips memilih platform sosial media yang tepat, selanjutnya penting untuk mengetahui cara optimasi Social Commerce dengan tepat, karena Social Commerce adalah hal yang membutuhkan penerapan strategi demikian.

Unggah Konten Berkala

Anda perlu menjaga keterhubungan Anda dengan pelanggan Anda, caranya adalah dengan mengatur jadwal unggah konten secara berkala dan disiplin. Anda bisa membuat konten yang berisi catalog produk terbaru atau hanya sekedar unggah konten yang mendorong interaksi dengan pelanggan Anda.

Misalnya konten kuis atau mengajak konsumen untuk memilih varian produk Anda yang paling mereka sukai. Dengan jadwal yang teratur, maka Anda bisa menjaga komunikasi dan hubungan baik dengan pelanggan Anda.

Jaga Kualitas Konten

Seberapa tinggi dedikasi dan tingkat profesionalitas Anda dalam mengelola bisnis bisa terlihat dari kualitas konten yang Anda bagikan di media sosial. Apa pun jenis media sosial yang Anda pilih untuk social commerce, pastikan gunakan kualitas terbaik.

Ikut Tren Populer

Social Commerce adalah platform yang digunakan oleh pelanggan untuk mengikuti tren terkini. Maka dari itu, perlu bagi Anda selaku pelaku bisnis untuk ikuti arus tren ini agar Anda bisa bersaing dengan bisnis lainnya. Selalu update pengetahuan Anda dan cari tahu apa yang sedang dibutuhkan banyak orang untuk memperluas target pasar Anda.

Baca Juga:  Remarketing: Pengertian, Tujuan, Manfaat dan Strateginya

Apa Bedanya E-Commerce dengan Social Commerce?

Bagi Anda yang sudah lama berbelanja via online, tentunya Anda sudah lebih dulu mengenal E-Commerce, di mana Anda bisa download dan install aplikasi E-Commerce yang banyak tersedia. Di sana Anda dimungkinkan untuk melakukan transaksi perdagangan secara elektronik dengan lebih mudah dan cenderung lebih murah.

Setelah E-Commerce, kemudian muncul Social Commerce yang mulai melejit belakangan ini, walaupun memang harus diakui bahwa kepopulerannya belum bisa melebihi E-Commerce. Lalu. Apakah perbedaan E Commerce dan Social Commerce? Mari kita simak ulasannya:

Transaksi

Dalam segi transaksi E-Commece leih unggul karena transaksi bisa dilakukan langsung di dalam aplikasi. Sedangkan Social Commerce harus menyelesaikan transaksi di luar platform karena fungsi media sosial hanya sebagai tempat unggah display.

Interaksi

Perbedaan mencolok antara keduanya ada pada interaksinya. Pada E-Commerce, interaksi penjual dan pembeli dilakukan melalui pesan pribadi, ulasan dan diskusi. Karena memang fungsi utamanya sebagai tempat jual beli, maka interaksi terbatas pada produk dan transaksi saja. Sedangkan dalam Social Commerce, interaksi dilakukan melalui kolom komentar atau direct message.

Ulasan

Ulasan di dalam E-Commerce akan sangat menentukan reputasi pemilik toko atau produk. Semakin baik dan banyak ulasannya maka akan banyak dikunjungi atau sebaliknya. Sedangkan pada Social Commerce tidak banyak terdapat ulasan karena pada dasarnya tidak diwajibkan oleh platform bersangkutan.Itulah perbedaan mendasar antara E-Commerce dan Social Commerce yang bisa Anda pelajari.

Social Commerce adalah sebuah lapak online yang bisa dibilang masih berkembang, maka sangat diharapkan kebijaksanaan Anda dalam menggunakan platform sosial media untuk berdagang agar meraih kesuksesan. Bagi Anda yang ingin mempelajari Social Commerce, bisa langsung bergabung dengan kursus IT di Coding Studio yang akan didampingi oleh mentor profesional dan berpengalaman.

Related Articles