Pahami Penerapan AIDA untuk Meningkatkan Penjualan

Di dunia marketing, AIDA adalah strategi pemasaran yang mengubah calon pelanggan menjadi pembeli. Strategi ini mengacu pada tahapan atau kebiasaan konsumen terhadap suatu produk atau jasa yang ditawarkan.

Seperti apa sebenarnya penerapan AIDA ini? Yuk pelajari lebih banyak tentang AIDA, cara penerapan, contoh, serta kelebihan dan kekurangannya di artikel berikut.

Pengertian AIDA Marketing

Apa itu AIDA? Ini adalah salah satu teknik pemasaran yang bertujuan menciptakan ketertarikan target pembeli agar target tersebut benar-benar melakukan transaksi atau pembelian. Strategi marketing ini awalnya diciptakan pada tahun 1989 oleh Elias St. Elmo.

Pahami Penerapan AIDA untuk Meningkatkan Penjualan

AIDA menjadi salah satu strategi pemasaran paling sukses dengan mengacu pada awareness, interest, desire dan action calon pelanggan. kata AIDA sendiri memang singkatan dari beberapa kata tersebut. Berikut masing-masing artinya.

A atau Awareness, yaitu teknik menarik perhatian calon pelanggan agar mengetahui adanya produk

I atau Interest, yaitu teknik membangun ketertarikan dengan membahas suatu permasalahan 

D atau Desire, yaitu teknik menawarkan produk sebagai solusi dari permasalahan yang dimaksud

A atau Action, yaitu teknik mengajak calon pelanggan untuk melakukan suatu tindakan atau action

Konsep AIDA

Masing-masing kata penyusun AIDA menggambarkan proses atau tahapan pembelian yang menjadi konsep AIDA dalam marketing suatu produk atau jasa. Pada dasarnya, strategi pemasaran ini fokus pada beberapa hal penting berikut.

  1. Konsep pemasaran yang harus menciptakan sebuah ketertarikan
  1. Selanjutnya, pemasaran produk harus mampu mempertahankan minat calon pelanggan
  1. Pemasaran yang dilakukan juga harus menunjukkan bahwa produk yang ditawarkan adalah solusi atas kebutuhan calon pelanggan
  1. Konsep terakhir adalah pendekatan pola pikir agar terbentuk hasrat dan aksi dari pelanggan yaitu membeli produk
Cara Penerapan AIDA

Cara Penerapan AIDA

Pada dasarnya, implementasi AIDA mengacu pada kebiasaan konsumen. Tahapan penerapan AIDA adalah attention/awareness, interest, desire dan action. Berikut penjelasan selengkapnya.

Baca Juga:  Niche Market Adalah: Pengertian, Manfaat dan Contohnya

1. Attention atau Awareness

Tahapan pertama adalah menciptakan kesadaran dan menarik perhatian calon pelanggan. Intinya adalah membuat target konsumen tahu produk atau layanan yang akan Anda jual.

Baca Juga : Social Media Marketing: Pengertian, Jenis, Manfaat dan Strateginya

Dalam melakukan pemasaran produk, ada baiknya Anda benar-benar memahami siapa saja target konsumennya. Ini penting untuk menentukan strategi promosi yang tepat dengan gaya pemasaran yang disukai oleh target konsumen.

2. Interest

Jika sudah berhasil menarik perhatian calon pelanggan, maka bisa lanjut ke langkah berikutnya yaitu membangun ketertarikan atau minat. Anda bisa melakukan promosi dengan menonjolkan keunggulan-keunggulan dari produk atau layanan yang ditawarkan.

Ciptakan alasan yang logis dan menarik mengapa konsumen harus memilih produk Anda. Buat mereka lebih penasaran yang dapat memancing target untuk mencari lebih banyak tentang produk tersebut.

3. Desire

Setelah mendapatkan ketertarikan dari para calon konsumen, fase selanjutnya adalah membuat konsumen sadar akan kebutuhan. Tahap ini menggunakan pemasaran yang harus mempengaruhi konsumen untuk berkeinginan membeli.

4. Action

Terakhir adalah mengarahkan target agar membuat keputusan untuk membeli produk atau melakukan tindakan yang diharapkan perusahaan. Misalnya mengikuti akun media sosial, mengunjungi website, mengunjungi toko online, melakukan reservasi dan lain-lain.

Contoh Implementasi AIDA

Cara penerapan AIDA berdasarkan pada empat tahap di atas yakni awareness, interest, desire dan action. Berikut beberapa contoh strategi pemasaran berdasarkan empat tahap AIDA tersebut.

1. Awareness

Strategi pemasaran ini memiliki fokus utama untuk meningkatkan brand awareness sebesar-besarnya. Ada beberapa contoh aktivitas yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Membuat artikel di blog
  • Membuat postingan di media sosial
  • Mengunggah video di YouTube

2. Interest

Ini perlu riset pelanggan untuk mengetahui apa yang menjadi ketertarikan dari target konsumen Anda. Tujuan strategi AIDA adalah meningkatkan minat atau ketertarikan. Umumnya, pada tahap ini promosi dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut.

  • Menunjukkan keunggulan produk
  • Menampilkan testimoni dari pelanggan sebelumnya
  • Membuat perbandingan harga produk
  • Membuat kalimat yang menarik seperti “gratis ongkir sepuasnya”
Baca Juga:  Remarketing: Pengertian, Tujuan, Manfaat dan Strateginya

3. Desire

Tim marketing harus memiliki cara untuk bisa mengubah minat menjadi hasrat untuk memiliki produk. Contohnya dengan beberapa strategi berikut.

  • Meningkatkan engagement dengan calon konsumen di media sosial
  • Mengajak target untuk berlangganan newsletter
  • Mengajak target mengikuti media sosial Anda dan lainnya yang dapat memperkuat kepercayaan calon konsumen dengan brand Anda

4. Action

Kemudian, contoh AIDA yaitu menerapkan call-to-action (CTA). Beberapa kalimat ajakan atau CTA yang dapat mengarahkan konsumen untuk melakukan tindakan, antara lain:

“Klik untuk memesan”

“Daftar di sini”

“Beli sekarang”

“Hubungi kami untuk info selengkapnya”
Kelebihan dan Kekurangan AIDA

Kelebihan dan Kekurangan AIDA

Kesuksesan strategi pemasaran ini bergantung pada kreativitas dan target konsumen yang dituju. Selain itu, ada beberapa kelebihan dan kekurangan AIDA dalam meningkatkan promosi dan penjualan produk.

Kelebihan

Penerapan strategi pemasaran ini cukup efektif karena dapat mengubah calon pelanggan yang awalnya “belum mengenal”, kemudian penasaran dan tertarik hingga “mengambil tindakan”. Marketing dengan AIDA menawarkan beberapa keunggulan seperti:

  1. Penerapan yang sederhana dan tidak rumit serta mudah dipahami
  1. Model pemasaran AIDA dapat bertahan di berbagai zaman
  1. Strategi pemasaran yang efektif dan berhasil menarik minat konsumen untuk melakukan pembelian

Kekurangan

AIDA juga memiliki kelemahan dalam memasarkan produk atau jasa. Berikut beberapa kekurangan dari model pemasaran AIDA.

  1. Tidak terlalu efektif untuk konsumen lama, sebab strategi ini umumnya untuk menarik konsumen baru dengan produk yang baru dirilis
  1. Tidak semua konsumen langsung tertarik dan membeli produk, terutama mereka yang loyal dengan produk lain
  1. Terlalu simpel tanpa memperhitungkan impulse purchase dan buyer’s journey di luar tahapan AIDA

Kesimpulannya, AIDA adalah strategi pemasaran untuk menarik konsumen membeli produk. Ini bisa diterapkan di berbagai promosi, termasuk digital marketing.

Nah, jika Anda tertarik untuk meningkatkan skill digital marketing, bisa mengikuti pelatihan di Coding Studio. Selain kursus digital marketing, ada berbagai kelas pelatihan yang dapat diikuti untuk meningkatkan kemampuan Anda di bidang IT.