Bandwidth Adalah: Pengertian, Jenis, Fungsi dan Cara Kerjanya

Mengenal Apa itu Bandwidth Pengertian, Fungsi dan Cara Kerjanya

Memahami bandwidth adalah hal yang penting bagi Anda yang sedang belajar tentang suatu jaringan komputer. Terlebih, masih banyak orang yang menyamakan arti bandwidth dan data transfer pada internet. Yuk kita bahas tentang pengertian, fungsi, hingga cara kerja bandwidth!

Pengertian Bandwidth

Secara harfiah, bandwidth dapat diartikan sebagai β€œlebar pita”. Meskipun demikian, makna istilah ini tidak jauh dari artinya. Bisa dibilang, bandwidth mencakup kapasitas transmisi jaringan yang penting untuk menentukan kualitas maupun kecepatan dari suatu koneksi internet. 

Pengertian Bandwidth

Sering kali istilah bandwidth disamakan dengan kecepatan data tersebut. Padahal, volume atau jumlah data yang dapat dikirimkan melalui internet dalam waktu tertentu merupakan jawaban dari apa itu bandwidth sendiri. 

Istilah ini dihitung dalam satuan bit per second (bps) alias bit per detik, Anda mungkin pernah mendengar istilah kecepatan WiFi sebesar 100 Mbps. Artinya, jaringan yang ada dapat mengirimkan data dengan ukuran maksimal 100MB per detik atau bandwidth 100 Mbps.

Fungsi Bandwidth

Bisa dibilang, bandwidth adalah jumlah data maksimal yang dapat ditransfer melalui jaringan internet dalam periode waktu tertentu. Kendati demikian secara umum setidaknya terdapat tiga fungsi dari bandwidth yang penting untuk diketahui, yakni:

Fungsi Bandwidth

1. Sebagai media pengirim data

Fungsi yang pertama yakni sebagai media atau jalur pengiriman data pada suatu komputer atau jaringan. Adapun fungsi ini terdapat di hampir semua tempat yang memiliki jaringan komputer. Dengan demikian, bandwidth akan sangat berguna jika dikaitkan dengan pengiriman jaringan.

Ukurannya biasa digunakan sebagai patokan dalam memiliki penyedia layanan atau provider koneksi internet. Semakin besar bandwidth yang disediakan, pelayanan yang diberikan akan dianggap semakin baik karena pengiriman data semakin mudah dijalankan.

Baca Juga:  Apa itu Social Proof? Pengertian, Prinsip dan Cara Penerapannya

2. Mengatur besarnya transfer data

Adapun fungsi bandwidth lainnya yakni berkaitan dengan besarnya data yang bisa ditransfer. Terlebih, administrator jaringan kerap melakukan pembatasan akses ataupun unduhan data dari internet guna mengurangi tingginya trafik dalam waktu yang lama.

Baca Juga: FTP Adalah: Pengertian, Manfaat dan Cara Kerja

Trafik yang tinggi di waktu yang terlalu lama secara tidak langsung akan mengganggu kestabilan jaringan. Hal ini akan berpengaruh terhadap kapasitas bandwidth yang tersedia sehingga besarnya transfer dan unduhan data akan dibatasi agar semua orang mendapat porsi akses yang sama.

3. Membagi kecepatan transfer data

Fungsi lain dari bandwidth yakni sebagai pembagi kecepatan transfer data sehingga dapat didistribusikan secara merata dan adil ke semua pengguna. Dengan demikian, para pengguna tidak saling berebut koneksi karena seluruh bandwidth dialokasikan ke satu tempat saja.

Jenis Bandwidth

Pada dasarnya, bandwidth terbagi menjadi dua jenis, yakni bandwidth analog dan bandwidth digital. Berikut penjelasan dari kedua kategori bandwidth tersebut menurut pengertian atau konsepnya.

1. Bandwidth analog

Adapun pengertian bandwidth analog sendiri merupakan bandwidth yang berfungsi untuk mengirimkan informasi melalui saluran komunikasi tertentu. Bedanya, satuan hitung yang digunakan pada kategori bandwidth ini adalah Hertz (Hz).

2. Bandwidth digital

Tidak jauh berbeda dengan tipe analog, jenis bandwidth yang satu ini merupakan media pengiriman informasi yang dilakukan secara digital, baik tanpa atau melalui saluran kabel. Adapun satuan hitung bandwidth ini adalah bit per second (bps).

Selain jenis jenis bandwidth di atas, ada juga jenis lain dari bandwidth yang umumnya digunakan, yaitu bandwidth upload dan bandwidth download. Kedua bandwidth ini dibedakan berdasarkan cara kerjanya, yakni saat menerima atau mengunggah data tertentu menggunakan koneksi internet.

Cara Kerja Bandwidth

Cara Kerja Bandwidth

Jika melihat dari fungsinya, bandwidth banyak dikaitkan sebagai media pengiriman data, membagi kecepatan transfer data, hingga mengatur besarnya data yang ditransfer. Adapun cara kerja bandwidth tersebut juga tidak jauh berbeda dari ketiga fungsi tersebut.

Jika diibaratkan, bandwidth seperti halnya pipa air. Semakin besar ukuran pipa, aliran air akan semakin besar. Begitu pula sebaliknya, jika pipa berukuran kecil maka aliran air akan lebih kecil dengan volume aliran yang lebih sedikit.

Baca Juga:  XAMPP adalah Software Web Server, Fungsi dan Cara Penggunaannya

Dengan demikian, bandwidth akan membantu Anda dapat melakukan dan mendapatkan pengiriman data secara lebih cepat apabila ukurannya semakin lebar. Semakin besar bandwidth, kecepatan waktu upload dan loading juga akan lebih tinggi.

Meski demikian, bandwidth adalah pembatas dari besaran data yang diterima maupun dikirimkan dalam waktu tertentu. Pasalnya, semakin besar data yang dikirim maupun yang diterima akan semakin memperberat tugas server.

Dalam hal koneksi internet kantor, bandwidth berguna untuk pembatas yang menyebabkan kecepatan transfer data dapat didistribusikan secara merata. Hal ini tentu saja akan membuat semua orang mendapatkan porsi koneksi internet yang sama.

Cara Menghitung Bandwidth

Setelah Anda cukup memahami pengertian bandwidth, sekarang pelajari cara hitung bandwidth hosting sesuai dengan kebutuhan. Cara menghitung kebutuhan bandwidth di website, pengguna bisa melakukan melalui 2 cara, yaitu:

Kebutuhan bandwidth tanpa adanya download user:

Kebutuhan bandwidth = rata-rata ukuran laman website 🞨 rata-rata page view 🞨 rata-rata visitor harian 🞨 30 🞨 redundancy

Kebutuhan bandwidth dengan download user:

Kebutuhan bandwidth = rata-rata ukuran laman website 🞨 rata-rata page view 🞨 rata-rata visitor harian 🞨 (rata-rata jumlah file yang diunduh setiap hari 🞨 besar ukuran file) 🞨 30 🞨 redundancy

Manajemen Bandwidth

Perlu juga mengetahui tentang manajemen bandwidth yang merupakan sejumlah alat dan teknik untuk membantu kebutuhan jaringan. Sebagai contoh, jika merasa bandwidth kantor sudah cukup besar namun tidak merasa nyaman, maka melakukan pengaturan bandwidth penting dibutuhkan.

Dengan teknik dan alat ini, Anda akan mendapatkan bandwidth secara lebih proporsional, bahkan dapat dibagi sesuai dengan kapasitas antar-divisi. Jika ada tim tertentu membutuhkan bandwidth lebih besar, maka dapat diprioritaskan.

Contoh Bandwidth

Contoh-contoh bandwidth yang paling umum dan bisa ditemukan di sejumlah tempat adalah:

Bandwidth pada Hosting

Bandwidth dapat ditemukan pada hosting dan bisanya berfungsi mengatur jumlah data yang ditransfer pada setiap unit waktu. Contohnya adalah di blog yang sudah populer memiliki jumlah pengunjung 1.000 per hari dengan 100 kb pada ukuran halaman blognya.

Pemilik blog bisa menggunakan 8,5 GB di setiap bulan. Jika pemilik blog membeli 50 GB pastinya kurang efektif, jadi yang tepat adalah 5 GB untuk bisnis kecil dan menengah.

Baca Juga:  Database/Basis Data, Cek Pengertian, Jenis dan Manfaatnya!

Bandwidth pada VPS

Bedanya layanan hosting di VPS adalah pengaturan penggunaan bandwidth masih dipakai. Batasan bandwidth yang bisa dipakai berdasarkan dengan paket yang dipakai. Semakin bagus paketnya, maka semakin besar juga bandwidth yang dapat dipakai pada satu VPS.

Tips Mengoptimalkan Bandwidth

Beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan bandwidth yaitu:

1. Menggunakan Cloud

Dengan memanfaatkan cloud, Anda bisa mengoptimalkan bandwidth. Cara kerjanya adalah mengalihkan sejumlah traffic di jaringan pribadi. Kehadiran cloud bisa mengurangi sejumlah tekanan yang terdapat pada jaringan. Hal ini juga bisa meningkatkan kinerja pada aplikasi yang sering Anda pakai.

2. Menggunakan QoS

Cara mengoptimalkan bandwidth adalah menggunakan QoS. Adanya Qos bisa memerintahkan trafic ponsel dan mengedepankan saat membuka aplikasi maupun layanan tertentu. Aplikasi yang tidak dipakai bisa ditutup dalam sementara waktu.

3. Menghilangkan Aktivitas Internet yang Tidak Penting

Anda juga bisa menghilangkan aktivitas internet tertentu yang tidak penting. Contohnya adalah untuk meningkatkan bandwidth pada perusahaan harus melakukan manajemen bandwidth dengan cara blokir lalu lintas jaringan di situs tertentu agar bandwidth lebih efisien serta tidak terbuang percuma.

Hal ini merupakan cara menyelesaikan masalah internet yang melambat secara tiba-tiba saat memakai jaringan jari harus melakukan hal tersebut.

Begitulah cara mengoptimalkan bandwidth dengan cara yang mudah dan tepat.

Perbedaan Bandwidth dengan Throughput

Throughput adalah istilah yang diberikan pada beberapa data yang dapat dikirim serta diterima dengan jangka waktu tertentu. Throughput dipakai untuk mengukur tingkat keberhasilan pesan ke tujuannya. Pada permukaan, throughput dan bandwidth terlihat mirip, namun keduanya tidak bisa dipisahkan saat praktiknya.

Pada jaringan, hal ini berarti jumlah bandwidth bisa menentukan banyaknya paket yang dapat dikirim serta diterima antar perangkat. Jumlah throughput memberitahu berapa banyak paket yang ditransmisikan.

Jadi, bandwidth adalah kapasitas yang dapat digunakan saat melakukan proses pertukaran data. Bagi Anda yang tertarik untuk mempelajari membuat website, database dan sebagainya bisa coba di Coding Studio.

Related Articles