Apa Itu Doxing? Pengertian, Tujuan dan Cara Mencegahnya

Apa Itu Doxing Pengertian, Tujuan dan Cara Mencegahnya

Semakin berkembangnya teknologi membawa banyak sekali keuntungan dan kemudahan bagi seluruh umat manusia. Seperti kemudahan berbelanja melalui layanan online, kemudahan pemesanan taksi ataupun jasa lainnya, namun hal tersebut perlu diwaspadai karena dapat memunculkan bahaya baru, yaitu doxing, lalu apa itu doxing? Pada artikel kali ini akan dibahas mengenai pengertian, tujuan serta cara menghindari doxing, yuk simak informasi berikut ini.

Pengertian dan Tujuan Doxing

Media sosial menjadi salah satu hasil dari perkembangan teknologi yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Berbagai macam fitur yang terdapat di media sosial, membuat media sosial menjadi sebuah media untuk mencari berbagai macam informasi. Dalam penggunaannya, media sosial akan selalu meminta identitas pribadi seseorang seperti nama hingga tanggal lahir, bahkan tak jarang meminta izin lokasi kepada pengguna.

Ketika hal tersebut terjadi, media sosial dapat menjadi sebuah media bagi pihak tak bertanggung jawab untuk membagikan informasi pribadi orang tersebut. Hal itulah yang disebut sebagai doxing. Lantas apa itu doxing, apa tujuannya, serta bagaimana cara mencegahnya? Berikut ini penjelasannya.

Pengertian Doxing

Definisi Doxing

Doxing berasal dari bahasa Inggris yang diambil dari kata dox atau singkatan dari kata dokumen. Doxing artinya sebuah perilaku berbasis internet untuk melakukan penelitian, mencari tahu, serta menyebarluaskan sebuah informasi maupun dokumen pribadi seseorang di internet. 

Hal tersebut dilakukan tanpa mendapatkan izin dari pihak terkait. Dilansir dari situs web Kementerian Komunikasi dan Informatika menjelaskan bahwa doxing adalah sebuah teknik yang berfungsi untuk mendapatkan sebuah informasi yang di dalamnya termasuk mencari sebuah database yang tersedia untuk publik, melakukan peretasan, serta merekayasa sebuah situs media sosial.

Tujuan Doxing

Doxing umumnya dilakukan dengan maksud dan tujuan yang berbeda-beda. Tujuan doxing di antaranya seperti memunculkan sebuah bahaya, melakukan penghinaan di media sosial, pemaksaan, pelecehan, melakukan pungutan liar, melakukan sebuah analisis bisnis dan analisis resiko, serta untuk membantu aparat penegak hukum.

Baca Juga:  Malware Emotet: Pengertian, Metode Penyebaran, dan Cara Mencegahnya

Perbuatan doxing juga sering dikaitkan dengan kegiatan stalking atau penguntitan. Informasi yang disebarluaskan pada perbuatan ini juga sering kali memunculkan ketakutan.

Dalam praktiknya, banyak sekali kegiatan melakukan publikasi informasi seorang individu tanpa adanya persetujuan dari pihak tersebut, namun apakah semua kegiatan tersebut termasuk ke dalam perbuatan doxing? Jawabannya tidak, karena perbuatan doxing selalu diikuti dengan sebuah maksud untuk mempermalukan, menghina serta mengancam sebuah individu.

Sejarah Doxing

Doxing sendiri mulai dikenal pada tahun 1990-an. Hal tersebut ketika peretas komputer mulai mengumpulkan informasi pribadi targetnya. Perbuatan doxing tidak dilakukan secara spontan, melainkan dilakukan secara sengaja.

Doxing pertama kali terjadi pada sebuah forum diskusi di Usenet. Individu yang terdampak merupakan individu yang menjadi keluhan para penulis di forum tersebut. Peristiwa tersebut didokumentasi pada karya publikasi berjudul Blacklist of Net. Nazis and Sandlot Bullies, dokumentasi tersebut berisi daftar nama, alamat surel, nomor telepon, serta alamat rumah individu tang dikeluhkan oleh penulis.

Kasus tersebut adalah contoh doxing pertama yang berhasil didokumentasikan. Selanjutnya, pada tahun 2003, terdapat sebuah serangan kriptovirologi yang dinamakan Doxware. Doxware ditemukan oleh Adam Young dan dikembangkan lebih dalam oleh Moti Young dengan melakukan sebuah pemerasan doxing menggunakan malware.

Cara Mencegah Doxing

Setelah mengetahui apa itu doxing dan tujuan dari doxing, berikut ini beberapa tips bagi Anda agar terhindar dari kejahatan doxing. Yuk simak ulasannya.

Cara Mencegah Doxing

1. Menjaga privasi di sosial media

Sosial media menjadi salah satu gerbang bagi pelaku kejahatan dalam melancarkan aksinya. Maka dari itu, jangan sampai Anda mengunggah informasi dan dokumen pribadi yang dapat membahayakan diri Anda. Informasi tersebut seperti detail alamat rumah, nomor rekening, dan sebagainya.

2. Menggunakan kata sandi yang kuat

Dalam melancarkan aksinya, pelaku doxing biasanya akan melakukan berbagai macam cara agar tujuannya tercapai. Salah satu cara yang sering dipilih adalah melakukan peretasan pada akun sosial media target.

Menggunakan kata sandi yang kuat dapat menyulitkan doxers untuk melakukan peretasan. Anda dapat membuat kata sandi yang cukup rumit, dengan mengkombinasikan huruf kapital, simbol serta angka. Anda harus menghindari penggunaan informasi pribadi yang mudah sekali untuk ditebak seperti nama lengkap maupun tahun lahir Anda.

Baca Juga:  SOC Adalah: Pengertian, Fungsi, Peran dan Perbedaan dengan NOC

3. Menggunakan VPN

Cara selanjutnya adalah menggunakan teknologi Virtual Private Network atau biasa disebut dengan VPN. Ketika menggunakan VPN, Anda dapat menjelajah internet dengan lebih aman serta terhindar dari perilaku doxing. Dengan menggunakan teknologi VPN, Anda dapat meningkatkan keamanan pada sistem koneksi dan melindungi informasi pribadi Anda ketika berselancar di internet.

4. Meningkatkan pengaturan privasi

Dalam meningkatkan keamanan, Anda dapat mengaktifkan fitur multi factor authentication pada setiap akun sosial media yang Anda miliki. Dengan mengaktifkan fitur ini, Anda akan diharuskan melakukan verifikasi dua langkah pada setiap aplikasi, situs web ataupun pada platform lain. Verifikasi dua langkah ini, dapat mengontrol kegiatan login pada akun sosial media Anda.

5. Waspada terhadap phishing

Selain melakukan peretasan, para doxers biasanya akan melakukan aksi pishing. Pishing dilakukan dengan mengirimkan sebuah link atas nama pihak ataupun instansi tertentu agar target mengklik tautan tersebut. Setelah itu, doxers akan mudah untuk mencuri identitas serta data-data yang terdapat pada ponsel korban.

Pishing dapat dihindari dengan tidak mengklik sembarang tautan yang disebarluaskan para pengguna internet lain, baik itu dari pesan pribadi, surel maupun dari sebuah postingan di sosial media. Kerugian yang di alami korban doxing bukan hanya disebarnya data pribadi, tetapi ada juga yang mengalami pelecehan baik secara langsung maupun daring.

Penutup

Doxing juga dapat terjadi walaupun data pribadi seseorang tidak disebarluaskan ke publik, tetapi doxers akan melakukan pemerasan ataupun memaksa korban untuk melakukan hal tertentu. Doxers seringkali juga memanfaatkan rasa takut korban untuk mengontrol korban. Oleh sebab itu, doxing sering digunakan dalam strategi untuk melakukan pelecehan secara online dan sudah banyak oknum yang melakukannya.

Doxing juga sering digunakan oleh para pasukan siber ataupun buzzer untuk kampanye politik. Umumnya hal tersebut bertujuan untuk mengintimidasi aktivis ataupun pihak lain yang bertentangan pada sebuah isu yang sedang dibahas.

Anda perlu mengetahui apa itu doxing agar Anda dapat melaporkan kepada pihak terkait ketika mengalaminya. Minimnya informasi yang hadir di publik membuat banyak orang tidak mengetahui apa itu doxing dan mengabaikan hal tersebut. Jadi pelajari terlebih dahulu sebelum Anda terjun di bidang IT. 

Baca Juga:  Apa Itu Keylogger? Pengertian, Cara Kerja, Jenis dan Cara Menghindarinya

Itulah tadi sedikit penjelasan mengenai doxing pada artikel ini. Semoga artikel ini dapat membantu Anda untuk memahami apa itu doxing, tujuan doxing serta cara mencegahnya. Bagi Anda yang tertarik untuk mempelajari cybersecurity Anda dapat mengikuti kursus di Coding Studio

Coding Studio merupakan platform kursus online yang didesain khusus bagi Anda yang tertarik dalam dunia digital. Coding Studio menyediakan berbagai macam paket kursus yang dapat Anda pilih.

Related Articles