Downtime Adalah: Pengertian, Jenis dan Cara Mencegahnya

Downtime Adalah Pengertian, Jenis dan Cara Mencegahnya

Dalam sebuah perusahaan, downtime adalah salah satu istilah yang cukup mengerikan bagi perusahaan tersebut atau para pengguna layanan komputer. Pada umumnya kondisi downtime ini akan terjadi ketika sistem maupun layanan komputer yang dioperasikan mengalami gangguan sehingga tidak dapat digunakan seperti biasanya.

Mungkin bagi Anda yang awam akan istilah tersebut akan bertanya-tanya, sebenarnya apa itu Downtime? Dalam pembahasan artikel kali ini akan dijelaskan secara lengkap terkait pengertian, jenis-jenis, faktor penyebab hingga langkah-langkah penanggulangan guna mengatasi terjadinya downtime yang mungkin perlu Anda pahami lebih lanjut.

Pengertian dari Downtime

Jika ditelusuri lebih mendalam pengertian Downtime merupakan fase di mana infrastruktur, sistem dan layanan komputer yang digunakan tidak beroperasi seperti pada umumnya hingga tidak dapat dijalankan sama sekali. Downtime yang terjadi sendiri dapat memberikan efek yang cukup negatif, terutama pada produktivitas sebuah perusahaan.

Pengertian dari Downtime

Ada beberapa aspek yang membuat sistem dan layanan mengalami Downtime, yaitu saat website yang Anda masuki tidak dapat diakses hingga tidak dapat terhubung sama sekali ke dalam jaringan. Downtime adalah hal yang dapat terjadi secara tiba-tiba karena kegagalan sistem hardware dan software maupun karena adanya pemeliharaan rutin yang membuat sistem menjadi tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya.

Jenis-jenis dari Downtime yang Perlu Diketahui

Jenis-Jenis Dari Downtime

Pada umumnya, Downtime terbagi atas beberapa jenis yang perlu Anda ketahui. Beberapa jenis Downtime tersebut dapat Anda lihat dalam pembahasan di bawah ini.

Baca Juga:  Firmware Adalah: Pengertian Hingga Perbedaannya dengan Software

1. Downtime pada website

Yang pertama adalah downtime pada website. Downtime yang satu ini umumnya terjadi saat Anda tidak bisa mengakses ke dalam website yang Anda ingin telusuri. Jika dipelajari secara mendalam, downtime pada website ini merupakan salah satu downtime yang masuk ke dalam jenis downtime yang tidak terencana.

2. Downtime pada jaringan

Jenis berikutnya adalah downtime pada sistem jaringan yang Anda gunakan. Hal ini umumnya terjadi jika tidak ada koneksi jaringan yang terhubung langsung pada perangkat Anda. Terputusnya koneksi jaringan menimbulkan terhentinya akses ke dalam sumber daya digital hingga terganggunya sistem komunikasi.

3. Downtime pada aplikasi atau software yang digunakan

Downtime juga dapat terjadi saat Anda sedang membuka aplikasi atau software dalam perangkat yang Anda gunakan. Hal ini dapat terjadi karena aplikasi yang Anda gunakan tidak dapat berfungi dengan baik atau sedang mengalami gangguan.

4. Downtime yang terencana

Downtime yang terencana merupakan downtime yang terjadi akibat adanya pemeliharaan rutin pada perangkat. Pada periode pemeliharaan rutin biasanya sistem dan layanan akan dimatikan sementara hingga proses pemeliharaan rutin selesai dilakukan.

5. Downtime yang tidak terencana

Jenis Downtime yang terakhir adalah Downtime yang tidak terencana. Downtime yang satu ini meliputi beberapa downtime yang telah disebutkan sebelumnya yaitu, downtime situs, jaringan dan aplikasi. Secara garis besar, downtime seperti inilah yang mengganggu operasional dalam sebuah perusahaan.

Penyebab Terjadinya Downtime

Secara umum terdapat beberapa macam penyebab yang mengakibatkan Downtime dapat terjadi. Beberapa penyebab Downtime tersebut antara lain adalah sebagai berikut ini.

1. Kerusakan hardware atau perangkat keras

Salah satu pemicu terjadinya Downtime adalah karena faktor rusaknya hardware atau perangkat keras pada perangkat komputer yang Anda gunakan. Kerusakan ini sendiri meliputi kerusakan pada hard drive maupun kerusakan yang terjadi pada RAM.

2. Masalah pada software atau perangkat lunak

Selain karena kerusakan pada hardware, masalah yang terjadi pada software atau perangkat lunak juga dapat memicu terjadinya Downtime. Masalah pada software sendiri dapat terjadi karena terdapat bug dalam software tersebut atau kesalahan memasukkan kata sandi atau password pada software yang digunakan.

Baca Juga:  Customer Acquisition: Pengertian, Fungsi, Tujuan dan Strateginya

3. Karena pemeliharaan rutin

Meskipun merupakan salah satu jenis Downtime yang terencana, adanya pemeliharaan rutin pada perangkat komputer dapat menyebabkan pengaruh yang cukup besar jika tidak diantisipasi dengan cukup baik.

4. Berbagai ancaman dan serangan siber

Ancaman dan serangan siber yang menerpa sistem jaringan perangkat juga memiliki andil cukup besar yang dapat memicu Downtime. Operasional yang awalnya berjalan dengan normal dapat terganggu secara tiba-tiba karena serangan siber semacam malware maupun DDoS.

5. Faktor bencana alam

Terakhir, faktor berbagai bencana alam yang tengah melanda juga bisa menjadi salah satu faktor yang memicu terjadinya Downtime. Hal ini terjadi imbas kerusakan infrastruktur yang bisa membuat Downtime terjadi.

Cara Mencegah Terjadinya Downtime

Dalam upaya mencegah Downtime, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan. Berikut ini beberapa cara mencegah Downtime yang bisa Anda pelajari.

Cara Mencegah Terjadinya Downtime

1. Memonitor sistem secara berkala

Langkah mencegah terjadinya Downtown yang bisa Anda lakukan adalah dengan melakukan monitor dan pengawasan sistem serta infrastruktur perangkat secara berkala. Hal ini dapat mencegah pengaruh yang lebih besar akan dampak dari Downtime yang terjadi.

2. Meningkatkan keamanan siber

Seperti yang diketahui, Downtime dapat terjadi karena adanya ancaman dan serangan siber. Untuk mencegahnya Anda bisa melakukan peningkatan sistem keamanan siber guna mencegah potensi Downtime karena serangan siber.

3. Melakukan pemeliharaan rutin yang terjadwal

Anda juga bisa melakukan pemeliharaan rutin dengan mengatur jadwalnya secara teratur. Hal ini bisa mengurangi dampak Downtime ketika pemeliharaan rutin berlangsung.

Melalui pembahasan tersebut di atas, Anda memahami jika Downtime adalah sebuah hal yang mengganggu bagi perusahaan dan juga pengguna layanan komputer. Jika Anda merasa membutuhkan tambahan wawasan seputar IT, melalui Coding Studio Anda bisa mengikuti kursus IT yang dapat mengembangkan pengetahuan Anda berkaitan dengan bidang IT.

Related Articles