Data Engineer: Pengertian, Tugas, Skill dan Toolsnya

Dalam era di mana data semakin menjadi aset berharga, kebutuhan akan profesional yang mampu mengelola, memproses, dan mengintegrasikan data menjadi sangat penting. Di sinilah peran seorang Data Engineer atau insinyur data menjadi krusial. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi pengertian Engineer, tugas-tugas yang diemban, serta keterampilan dan alat yang dibutuhkan untuk menjadi seorang Engineer yang sukses.

Pengertian Data Engineer

Data Engineer adalah seorang profesional yang bertanggung jawab untuk merancang, membangun, dan memelihara infrastruktur data yang diperlukan untuk mengumpulkan, memproses, dan menyimpan data dalam suatu organisasi. Mereka bertindak sebagai jembatan antara tim analisis data, pengguna bisnis, dan infrastruktur teknis yang mendukung pengelolaan data.

Pengertian Data Engineer

Tugas-tugas Data Engineer

1. Pengumpulan dan Integrasi Data

Engineer bertanggung jawab untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber, baik itu database internal, sumber eksternal, API, atau alat lainnya. Mereka juga mengintegrasikan data yang terfragmentasi menjadi satu entitas yang utuh.

2. Pemrosesan dan Transformasi Data

Setelah data terkumpul, Engineer melakukan pemrosesan dan transformasi data untuk memastikan data tersebut sesuai dengan kebutuhan bisnis. Mereka membersihkan data, mentransformasikan format dan struktur, serta melakukan agregasi dan penyatuan data.

3. Desain dan Pengelolaan Infrastruktur Data

Engineer merancang dan membangun infrastruktur yang diperlukan untuk penyimpanan, pemrosesan, dan pengelolaan data. Mereka memilih dan mengonfigurasi sistem basis data, alat ETL (Extract, Transform, Load), serta memastikan keamanan dan ketersediaan data.

Baca Juga:  Kriptografi: Pengertian, Tujuan, Jenis dan Cara Menerapkannya

4. Pemantauan dan Pemeliharaan

Data Engineer bertugas memantau kinerja sistem, mengidentifikasi dan memperbaiki masalah, serta melakukan pemeliharaan rutin terhadap infrastruktur data. Mereka juga melakukan tindakan pencegahan untuk menghindari kegagalan sistem dan memastikan integritas data.

5. Kolaborasi Tim dan Pengguna

Sebagai anggota tim data, Engineer berkolaborasi dengan Data Scientist, analis data, dan pengguna bisnis untuk memahami kebutuhan mereka terkait data. Mereka bekerja sama untuk mengembangkan solusi data-driven yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan organisasi.

Keterampilan yang Dibutuhkan

Sebagai seorang Engineer, ada beberapa keterampilan yang penting untuk dikuasai. Berikut adalah beberapa Data Engineer skills yang harus dimiliki:

– Pemrograman

Engineer harus memiliki keterampilan pemrograman yang kuat, terutama dalam bahasa seperti Python, SQL, Scala, atau Java. Pemrograman memungkinkan mereka untuk mengelola dan memanipulasi data, membangun algoritma, dan mengintegrasikan sistem.

– Pengetahuan tentang Basis Data

Engineer harus memahami konsep basis data, termasuk model data, desain skema, optimasi kueri, dan pemeliharaan. Pengetahuan tentang basis data relasional (misalnya, PostgreSQL, MySQL) dan basis data NoSQL (seperti MongoDB, Cassandra) sangat diperlukan.

– ETL dan Alat Terkait

Data Engineer harus menguasai alat-alat ETL seperti Apache Spark, Apache Kafka, Apache NiFi, atau alat-alat lainnya yang memungkinkan mereka mengekstraksi, mentransformasi, dan memuat data dengan efisien.

– Pengetahuan tentang Sistem Distribusi dan Penyimpanan Data

Memahami sistem distribusi seperti Hadoop dan alat penyimpanan data seperti HDFS (Hadoop Distributed File System), Apache Hive, atau Apache HBase adalah keterampilan penting dalam mengelola data dalam skala besar.

– Keahlian dalam Cloud Computing

Pengetahuan tentang platform cloud seperti Amazon Web Services (AWS), Google Cloud Platform (GCP), atau Microsoft Azure diperlukan untuk membangun dan mengelola infrastruktur data di lingkungan cloud. Pemahaman tentang layanan cloud seperti Amazon S3, Amazon Redshift, Google BigQuery, atau Azure Data Lake Storage sangat berharga.

Tools yang Digunakan

Sebagai seorang data engineer, ada beberapa tools yang umumnya digunakan dalam pekerjaan sehari-hari untuk mengelola dan memanipulasi data. Berikut ini adalah beberapa tools yang sering digunakan oleh data engineer:

Baca Juga:  Mengenal ARP: Pengertian, Cara Kerja serta Keunggulannya
Tools Data Engineer

1. Apache Spark

Framework pemrosesan data yang cepat dan scalable untuk pemrosesan data besar.

2. Apache Kafka

Platform streaming data yang digunakan untuk mengumpulkan, mengirim, dan mengolah data secara real-time.

3. Apache Hadoop

Kerangka kerja untuk memproses dan menyimpan data yang besar secara terdistribusi.

4. Apache Airflow

Alat manajemen aliran kerja (workflow) untuk menjadwalkan dan mengelola proses ETL.

5. AWS/GCP/Azure

Platform cloud computing yang menyediakan berbagai layanan dan alat untuk mengelola data di cloud.

6. SQL Databases

Basis data relasional seperti PostgreSQL, MySQL, atau Oracle yang digunakan untuk menyimpan dan mengelola data terstruktur.

7. NoSQL Databases

Basis data non-relasional seperti MongoDB, Cassandra, atau Redis yang digunakan untuk menyimpan dan mengelola data semi-struktur atau tidak terstruktur.

Data Engineer vs Data Scientist

Data Engineer dan Data Scientist adalah dua peran yang berbeda dalam dunia analitik dan pemrosesan data, meskipun keduanya saling terkait dan sering bekerja sama dalam proyek-proyek data. Berikut perbedaan utama antara Data Engineer vs Data Scientist:

Data Engineer vs Data Scientist

Data Engineer

– Fokus Tugas

Engineer bertanggung jawab untuk merancang, mengembangkan, dan memelihara infrastruktur data yang diperlukan untuk memproses, menyimpan, dan mengelola data. Mereka terlibat dalam pekerjaan seperti pengumpulan, transformasi, dan pemrosesan data, serta membangun dan mengelola sistem data.

– Keterampilan Utama

Engineer harus memiliki keterampilan pemrograman yang kuat, pemahaman tentang basis data, konsep ETL (Extract, Transform, Load), alat-alat terkait seperti Apache Spark atau Kafka, serta keahlian dalam cloud computing.

– Tujuan Utama

Engineer bertujuan untuk menciptakan dan menjaga infrastruktur yang andal dan efisien untuk memastikan ketersediaan data yang berkualitas bagi Data Scientist dan tim analisis data lainnya.

Data Scientist

– Fokus Tugas

Data Scientist bertanggung jawab untuk menganalisis data dan menemukan wawasan bisnis dari data tersebut. Mereka menggunakan metode analisis statistik, pemodelan, dan pemahaman domain bisnis untuk mengidentifikasi tren, pola, dan informasi yang berharga dari data.

– Keterampilan Utama

Data Scientist harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang statistik, matematika, pemodelan prediktif, pemrograman, dan algoritma mesin. Mereka juga harus mahir dalam menggunakan bahasa pemrograman seperti Python atau R, serta alat analisis data seperti TensorFlow atau scikit-learn.

Baca Juga:  5 Contoh Teknologi Kecerdasan Buatan Dalam Film

– Tujuan Utama

Data Scientist bertujuan untuk menggali wawasan bisnis dari data yang ada dan mengambil keputusan yang didasarkan pada pemahaman yang mendalam tentang data.

Apa itu Bootcamp Engineer?

Bootcamp Engineer adalah program pelatihan intensif berdurasi beberapa minggu hingga beberapa bulan. Kurikulumnya mencakup pemrograman, basis data, ETL, sistem distribusi, penyimpanan data, cloud computing, dan alat-alat terkait. Peserta akan terlibat dalam pembelajaran praktis dengan proyek-proyek nyata atau tugas simulasi.

Instruktur dan mentor ahli akan memberikan bimbingan dan kolaborasi serta diskusi antar peserta. Bootcamp ini sering menyertakan proyek akhir dan menawarkan sertifikasi sebagai pengakuan atas pencapaian dan kompetensi dalam bidang data engineering.

Data Engineer Bootcamp merupakan cara yang cepat dan intensif untuk mempersiapkan diri menjadi seorang Engineer dengan fokus pada penerapan praktis dan keterampilan yang dibutuhkan dalam pekerjaan sehari-hari.

Kesimpulan

Seorang insinyur data memiliki peran penting dalam mengelola dan memproses data dalam suatu organisasi. Mereka harus memiliki keterampilan pemrograman, pengetahuan tentang basis data, alat-alat ETL, sistem distribusi, dan cloud computing.

Jika Anda ingin mempelajarinya, Coding Studio adalah platform belajar dari Indonesia yang menawarkan kursus programming, data science, cyber security, dan skill digital lainnya. Kursus diajarkan oleh instruktur berpengalaman dan mencakup berbagai topik, mulai dari dasar-dasar pemrograman hingga konsep yang akan membantu kamu upgrade skill lebih cepat dengan mentor yang berpengalaman.

Di sini, para pengembang perangkat lunak dan programmer dapat bekerja bersama. Dalam dunia yang semakin dipenuhi dengan data, peran Data Engineer menjadi semakin penting dalam mendukung keputusan bisnis yang berbasis data.