Throughput Adalah: Pengertian, Fungsi dan Cara Kerjanya

Throughput adalah ukuran jumlah transaksi yang dapat diproses blockchain dengan jangka waktu tertentu. Throughput biasanya menjadi penentu skalabilitas serta kecepatan blockchanin. Saat blockchain throughput rendah, maka blockchain tidak dapat menghadapi transaksi yang tinggi dan menyebabkan transaksi macet.

Apabila terjadi kemacetan transaksi, maka proses penanganan transaksi jadi lambat dan meningkatkan biaya melakukan transaksi. Nah, setelah Anda cukup paham mengenai apa itu throughput, simak juga fungsi, cara menghitung, rumus dan cara kerjanya di bawah ini.

Fungsi Throughput

Throughput yang tinggi bisa mengatasi sejumlah masalah transaksi lebih besar dengan satu waktu. Nah, untuk mengetahui fungsi dari throghput selengkapnya ada di bawah ini:

Fungsi Throughput

1. Transaksi Lebih Cepat

Throughput yang tinggi artinya waktu konfirmasi transaksi lebih cepat dan singkat. Hal ini bisa membuat para pengguna bisa melihat transaksi mereka yang ter-validasi dengan cepat, meningkatkan kepuasan serta pengalaman pengguna.

2. Efisiensi Biaya

Blockchain dengan throughput yang tinggi akan mempunyai biaya transaksi lebih rendah sebab pengguna tidak usah bersaing untuk memperoleh prioritas memasukkan transaksi. Hal ini akan membuat biaya transaksi lebih rendah dan mendorong adopsi yang lebih luas.

3. Dukungan Aplikasi Real-Time

Throughput yang tinggi akan memungkinkan aplikasi real-time dengan mengandalkan sejumlah transaksi dalam waktu yang lebih singkat, seperti pertukaran aset digital, sistem pembayaran dan permainan yang berbasis blockchain.

Itulah dia fungsi penggunaan throughput, apalagi throughput yang tinggi.

Cara Menghitung Throughput

Throughput dapat diukur dengan bit per detik (bps). Hal ini dilakukan secara bergantian dengan paket data per detik yang mana bisa mewakili throughput jaringan juga. Saat mengukur jaringan throughput, Anda akan mengambil jumlah rata-ratanya dan hal ini dianggap sebagai representasi yang akurat dari jaringan throughput.

Baca Juga:  Anonymox: Pengertian, Fungsi, Jenis dan Cara Menggunakannya

Apabila administrator jaringan menemukan throughput rendah, maka terjadi masalah kehilangan paket. Adanya paket menjadi kunci kinerja yang tinggi pada jaringan Anda. Kehilangan paket saat transit bisa menyebabkan kinerja jaringan buruk dan melambat. Hal ini menyebabkan lambat serta berkurangnya kecepatan pada suatu aplikasi.

Nah, setelah memahami pengertian throughput dan fungsinya, mari simak rumus dan contohnya agar lebih jelas.

Rumus Throughput

Rumus Throughput

Metode pengukuran throughput bisa dilakukan dengan Little’s Law. Little’s Law adalah rumus yang dipakai untuk menghitung throughput di sistem antrean. Rumus tersebut menyatakan jika throughput sama dengan (=) jumlah pelanggan pada sistem (L) dibagi (:) dengan waktu rata-rata yang dihabiskan oleh pelanggan pada sistem (W).

Jadi, rumusnya adalah =L/W.

Contoh penggunaan rumus Little’s Law:

Ada suatu pabrik mempunyai 10.000 produk dengan proses produksi serta waktu rata-rata yang dihabiskan di setiap produknya 10 jam. Dengan rumus Little’s Law, yaitu:

Throughput= 10.000/10 = 1000 per produk per jam.
Cara Kerja Throughput

Cara Kerja Throughput

Throughput adalah ukuran kinerja dengan menunjukkan total aktivitas transaksi maupun operasi yang bisa dijalankan dengan satu waktu oleh jaringan atau sistem. Pada konteks blockchain, throughput akan mengukur jumlah transaksi yang bisa diproses oleh jaringan blockchain pada jangka waktu tertentu, umumnya dinyatakan dengan transaksi per detik.

Cara kerja dari throughput pada konteks blockchain yang melibatkan sejumlah aspek kunci adalah:

Pengumpulan Transaksi

Transaksi yang dilakukan oleh pengguna maupun aplikasi akan dikirimkan ke jaringan blockchain. Transaksi tersebut berisi pembayaran, transfer aset, kontak pintar maupun tindakan lain yang berkaitan dengan fitur blockchain yang dipakai.

Validadi Transaksi

Apabila transaksi sudah dikumpulkan, kemudian para penambang maupun penstaker berkompetisi memasukkan transaksi ke blok yang baru. Para penambah ini perlu menyelesaikan masalah kriptografi maupun menunjukkan kepemilikan koin tertentu agar memperoleh hak melakukan penambangan blok selanjutnya.

Membuat Blok

Para penambang yang sudah menyelesaikan masalah kriptografi maupun menunjukkan kepemilikan suatu koin tertentu mendapatkan hak memilih transaksi pada pool transaksi serta menggabungkan ke blok yang baru. Di setia blok akan mempunyai kapasitas maksimalnya untuk jumlah transaksi yang bisa dimuat ke dalamnya.

Baca Juga:  Apa itu HSTS? Pengertian, Kegunaan dan Sistem Kerjanya

Konfirmasi dan Penyebaran Blok

Cara kerja throughput adalah apabila blok sudah berhasil dibuat, maka blok tersebut dapat diumumkan ke semua jaringan. Node lainnya akan memverifikasi validitas blok serta transaksi sebelumnya akan meneruskan ke node yang lainnya. Proses tersebut dilakukan sampai blok diterima serta diverifikasi oleh sebagian besar node pada jaringan.

Konsensus dan Penambangan

Setelah blok diterima dan diverifikasi, kemudian blok akan ditambahkan ke rantai blok. Proses tersebut akan melibatkan konsensus jaringan yang mana sebagian besar node harus setuju jika blok tersebut sah. Apabila blok telah ditambahkan ke rantai, maka proses ini berulang lagi dan jaringan berkompetisi dalam menciptakan blok yang selanjutnya.

Kecepatan Konfirmasi

Throughput blockchain biasanya dipengaruhi oleh waktu konfirmasinya atau waktu yang dibutuhkan saat memasukkan blok tersebut dan menambahkan blok ke rantai. Apabila blok semakin cepat dibuat, maka throughput semakin tinggi yang bisa dicapai oleh jaringan.

Peningkatan kecepatan throughput ini bisa didapatkan dengan sejumlah cara, seperti memakai protokol konsensus yang efisien, meningkatkan ukuran blok khususnya untuk blockchain dengan ukuran blok statis, mengadopsi solusi lapisan yang kedua untuk proses transaksi off-chain maupun memakai mekanisme sharding supaya bisa memartisi data serta transaksi jadi bagian-bagian kecil yang bisa diproses terpisah.

Secara singkat, throughput pada konteks blockchain akan mencerminkan kemampuan jaringan dalam memproses serta memverifikasi sebagian besar transaksi pada kurun waktu tertentu. Proses pengumpulan data, penambangan transaksi dan validasi secara optimal sangatlah penting supaya mencapai throughput yang tinggi serta efisien pada jaringan blockchain.

Nah, jadi throughput adalah ukuran kinerja untuk menunjukkan jumlah transaksi yang bisa diolah jaringan blockchain pada jangka waktu tertentu. Bagi Anda yang ingin mahir teknologi bisa mengikuti beberapa kursus yang tersedia di Coding Studio.