Kenali Pengertian Subnet Mask, Fungsi dan Cara Menghitungnya

Kenali Pengertian Subnet Mask, Fungsi dan Cara Menghitungnya

Subnet Mask adalah sebuah teknik yang sangat penting dalam dunia jaringan, di mana fungsi dari melakukannya sangat besar pada jaringan. Pembagian jaringan dengan menggunakan Subnet Mask ini memang sangat perlu dilakukan, namun tentunya perlu dipelajari dulu bagaimana caranya. Berikut ini kami akan jelaskan mengenai Subnet Mask, fungsi, sampai dengan bagaimana cara untuk menghitungnya.

Apa Itu Subnet Mask? 

Pengertian Subnet Mask sendiri adalah sebuah teknik yang dipakai untuk menghitung pembagian jaringan atau subnetting pada sebuah jaringan besar. Tujuannya adalah untuk memperluas jaringan tanpa harus membebani server, sehingga perpindahan data bisa menyebar lebih luas. Subnet Mask sendiri selalu menyertai IP, karena memang digunakan sebagai identitas dalam sebuah jaringan itu sendiri.

Apa Itu Subnet Mask

Subnet Mask merupakan perhitungan yang bisa menentukan jumlah host dan juga subnet broadcast yang bisa dipergunakan. Penentuannya sendiri menggunakan perhitungan rumus yang memang tidak mudah dan membutuhkan informasi daftar Subnet Mask untuk lebih mudah. Daftar tersebut akan menampilkan Subnet bit dan juga Subnet Mask yang akan membantu perhitungan jumlah subnet dan juga menentukan IP address nantinya.

Baca Juga: IP Address Adalah: Fungsi, Jenis, Cara Kerja, dan Cara Melihatnya

Konsep subnetting dengan teknik Subnet Mask ini memang bisa digunakan pada IP dengan 3 kelas saja yakni kelas A, kelas B dan kelas C. Setiap kelas memiliki nilai oktet pertama yang berbeda, di mana kelas A mulai dari 1 sampai 127, kelas B 128 sampai 191 dan kelas C 192 sampai 223. Setiap kelas juga memiliki Subnet Mask Default yakni kelas A 255.0.0.0, kelas B 255.255.0.0 sementara kelas C 255.255.255.0. 

Subnet Mask adalah teknik subnetting yang sangat berguna dan memiliki banyak manfaat untuk memperluas satu jaringan dengan membaginya. Tapi tetap memiliki kekurangan yakni jumlah host yang bisa dimiliki untuk setiap subnet itu jadi lebih kecil. Itulah alasan perlunya adanya perhitungan yang matang untuk membagi menggunakan Subnet Mask ini. 

Fungsi Subnet Mask

Fungsi Subnet Mask

Fungsi Subnet Mask sendiri utamanya adalah untuk membagi jaringan supaya bisa memiliki network yang jauh lebih luas dan banyak. Namun sebenarnya ada beberapa fungsi lainnya dari Subnet Mask yang membuatnya jadi sangat perlu dilakukan pada jaringan, berikut ini beberapa di antaranya.

  1. Meningkatkan efisiensi IP dalam satu jaringan, sehingga IP akan bisa dijalankan dengan jauh lebih optimal.
  1. Menjadi sarana untuk mengatasi masalah pada perbedaan hardware yang terhubung pada satu jaringan, karena sudah mendapatkan IP tersendiri.
  1. Membantu meningkatkan keamanan pada jaringan dengan IP yang sudah ditentukan.
  1. Menjaga jaringan tetap stabil yang biasanya diakibatkan oleh jumlah host yang terlalu banyak dalam satu jaringan.
Baca Juga:  Apa itu DHCP Server? Pengertian, Fungsi dan Cara Kerjanya

Cara Mencari Subnet Mask

Cara mencari Subnet Mask pada satu IP pada jaringan, maka tentunya perlu untuk mengetahui dulu jumlah subnet bit di belakangnya. Biasanya setiap IP itu akan disertakan jumlah bit yang bisa menentukan Subnet Mask termasuk kode binari dengan angka 1 dan 0. Jumlah bit maksimal itu 32 yang berarti memiliki Subnet Mask 255.255.255.255 yang merupakan Subnet Mask maksimal.

Sementara untuk setiap penurunan jumlah akan mengurangi oktat terakhir dari Subnet Mask dengan 2 pangkat x. Jadi misalnya untuk bit 31 maka akan dikurangkan dulu dengan 2 pangkat 0 yang berarti 1, maka Subnet Mask dari bit 31 adalah 255.255.255.254. Sementara untuk 30 berarti dikurangkan dengan 2 pangkat 1 yakni 2, maka bit 30 Subnet Mask adalah 255.255.255.252.

Jadi cara menentukan Subnet Mask sendiri sangat bergantung pada jumlah bit yang secara konsep jumlah bit ini ditentukan dari kode binari.

Cara Menghitung Jumlah Subnet Dan Host Dengan Subnet Mask

Cara Menghitung Jumlah Subnet Dan Host Dengan Subnet Mask

Cara menghitung Subnet Mask sendiri memang cukup rumit, namun hasilnya akan selalu ada 4 poin dari perhitungan. Pertama adalah jumlah Subnet, kedua jumlah host, ketiga penentuan oktat terakhir pada IP default untuk setiap subnet dan oktat terakhir pada IP Broadcast.

Untuk rumus penghitungan jumlah Subnet itu adalah 2 pangkat x, di mana x di sini adalah jumlah angka 1 pada oktat terakhir di binari. Sementara untuk jumlah host sendiri adalah 2 pangkat y dikurangi 2, di mana y di sini adalah jumlah angka 0 pada oktat terakhir di binari. 

Berikut ini contohnya subnet untuk IP kelas C 192.168.1.0/26, berikut ini perhitungannya. 

Lakukan analisa dulu di mana jumlah bit itu 26, maka mendapatkan binari 11111111.11111111.11111111.11000000 dengan Subnet Mask 255.255.255.192. 

Jumlah subnet berarti 2 pangkat 2 (karena jumlah angka 2 di oktat terakhir binari ada 2) jadi ada 4 subnet. 

Untuk jumlah host itu adalah 2 pangkat 6 dikurangi 2, berarti 64 dikurangi 2 yakni 62 host. 

Untuk titik IP default pada setiap Subnet yakni 256 dikurangi oktat terakhir Subnet Mask yakni 192 dan hasilnya 64. Maka oktat terakhir pada IP default setiap subnet adalah penambahan 64 sampai subnet keempat.

Baca Juga:  CSRF (Cross Site Request Forgery): Pengertian, Jenis dan Cara Mencegahnya

Maka hasilnya IP pada subnet pertama itu 192.168.1.0 dengan host pertama 192.168.1.1 sampai 192.168.1.62 karena jumlah host 62 dan IP broadcast oktat terakhir dari IP default subnet selanjutnya dikurangi 1 berarti 192.168.1.63. Untuk IP subnet kedua memiliki oktat terakhir 64, subnet ketiga 128 dan subnet keempat 192.

Perhitungan Subnet Mask adalah poin yang sangat penting dalam pembagian jaringan, supaya bisa menentukan jumlah host dengan tepat. Bila ingin mempelajarinya lebih mendalam, maka kalian bisa mencoba kursus di Coding Studio dengan materi yang sangat lengkap.

Related Articles