Pengertian OSI Layer, Sejarah, Fungsi, Jenis dan Cara Kerjanya

Pengertian OSI Layer, Sejarah, Fungsi, Jenis dan Cara Kerjanya

OSI Layer adalah sistem kerangka logika yang terstruktur mengenai proses terjadinya komunikasi data melalui jaringan komputer. Saat ini, OSI Layer sudah menjadi standar khusus dalam penggunaan jaringan komputer untuk alat komunikasi. Hal ini memungkinkan Anda bisa mengirimkan pesan dari satu perangkat ke perangkat lain, seperti mengirimkan email. 

Pengertian OSI Layer

Apa itu OSI Layer merupakan kepanjangan dari Open System Interconnection Layer yang menjadi standarisasi khusus jaringan komputer. Yang mana memungkinkan komputer bisa berinteraksi dengan protokol yang standarnya sesuai.

Pengertian OSI Layer

Pada dasarnya, tiap komputer mempunyai cara berkomunikasi yang berbeda. Katakanlah komputer merek A mempunyai cara berkomunikasi yang berbeda dengan merek B. Sehingga tidak bisa melakukan pertukaran informasi antara keduanya.

OSI Layer adalah solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Keberadaan OSI ini membuat standarisasi dan menyatukan cara berkomunikasi yang berbeda-beda tersebut. Sehingga antar satu perangkat dengan perangkat yang lain bisa saling berkomunikasi, meskipun memiliki Bahasa pemrograman yang berbeda.

Jadi, pengertian OSI Layer merujuk pada standar komunikasi yang digunakan pada suatu jaringan komputer. Pengertian ini berbeda dengan TCP layer yang menjadi standar komunikasi pada jaringan internet.

Sejarah OSI Layer

Dahulu, sistem komunikasi antar komputer bisa berjalan menggunakan protokol dari masing-masing developer perangkat. Hal ini mengakibatkan banyaknya perbedaan dari protokol yang ada meskipun masih dalam satu jaringan.

Sayangnya, perbedaan ini menimbulkan permasalahan soal komunikasi. Yang mana pertukaran informasi menjadi sulit untuk dilakukan jika melalui perangkat yang memiliki perbedaan protokol.

Sejarah OSI Layer mulai sekitar akhir tahun 1970anya lewat dua proyek besar. Proyek tersebut digarap ISO dan CCITT. Keduanya mampu membuat konsep menarik yang dileburkan menjadi satu ke dalam OSI (Open System Interconnection) tahun 1983.

Pembuatan OSI Layer adalah untuk membuat model protokol komunikasi di bidang internet. Namun hal ini gagal karena kehadiran protokol TCP/IP yang merupakan hasil pengembangan dari Departemen Pertahanan AS. 

Baca Juga:  Kenali Data Breach dan Bahayanya untuk Keamanan Data

Namun sampai saat ini, OSI Layer juga masih banyak digunakan, terutama bidang pendidikan. Secara umum, OSI Layer mampu menjelaskan hubungan dan sistem kerja antar protokol yang terdapat dalam jaringan komunikasi.

Fungsi OSI Layer

Fungsi OSI Layer berguna untuk membantu deteksi permasalahan dalam jaringan dengan mudah. berdasarkan susunan 7 layer, Anda bisa menemukan titik awal dari permasalahan dalam jaringan Anda.

Misalnya ketika terdapat gangguan yang membuat Anda tidak bisa mengakses jaringan internet, bisa jadi karena permasalahan pada salah satu layernya. Pemeriksaan susunan struktur layer OSI memudahkan Anda dalam menemukan permasalahan awal. Hal ini mampu mengurangi waktu untuk melakukan pelacakan permasalahan jaringan.

7 Lapisan OSI Layer

Untuk memahami lebih lanjut mengenai lapisan atau jenis OSI Layer yang salah satunya bisa menjadi penyebab permasalahan, yuk simak berikut penjelasan 7 lapisan OSI Layer.

7 Lapisan OSI Layer

Physical Layer

Lapisan pertama ini memiliki fungsi untuk mentransmisikan bit data. Jenis sinyal yang digunakan tidak bisa sembarangan, harus menggunakan dukungan media fisik. Misalnya infrared, kabel, frekuensi radio, cahaya dan tegangan listrik.

Data Link Layer

Selanjutnya lapisan kedua ini memeriksa jika terjadi kesalahan ketika menyalurkan transmisi pada bit data. Kesalahan ini kemungkinan besar ada pada layer pertama. Namun pada layer ini terdapat koreksi kesalahan, flow control dan pengalamatan hardware MAC Address.

Network Layer

Tugas lapisan ketiga ini untuk mendefinisikan alamat IP. Hal ini memungkinkan tiap komputer bisa terkoneksi di dalam satu jaringan. Fungsi lain network layer ini juga untuk routing dan menciptakan header pada tiap paket data yang ada.

Transport Layer

Transport layer memiliki peran sebagai lapisan yang bertanggung jawab terhadap kiriman pesan diantara dua perangkat. Lalu mengambil data dari lapisan yang sebelumnya untuk meneruskannya pada lapisan berikutnya.

Session Layer

Lapisan ini berfungsi mengendalikan dialog dan mengelola koneksi komputer. Pada lapisan ini juga bisa memutuskan koneksi internet yang ada pada komputer. Sebagai contoh, protokol RTP, NFS dan sebagainya. 

Presentation Layer

Presentation layer memiliki fungsi mengidentifikasikan sintaks yang digunakan host jaringan untuk melakukan komunikasi. Layer ini harus memberikan enkripsi dan deskripsi data yang akan digunakan dalam layer application. Contoh protokol di sini seperti TLS, MIME, SSL dan sebagainya.

Baca Juga:  WAF (Web Application Firewall): Pengertian dan Cara Kerjanya

Application Layer

Application layer merupakan pusat terjadinya interaksi user dan aplikasi. Layer ini menjadi lapisan paling atas dari OSI. Contoh OSI Layer pada lapisan ini yaitu SMTP, HTTP dan sebagainya.

Cara Kerja OSI Layer

Cara Kerja OSI Layer

Cara kerja OSI Layer sebenarnya bisa Anda gambarkan serupa dengan tahapan ketika Anda mengirimkan surat. Terdapat tahapan dan prosedur yang harus Anda lewati sebelum surat bisa tersampaikan pada penerima dengan tepat. Namun untuk memberikan gambar OSI Layer yang lebih detail, berikut ini penjelasan cara kerjanya.

Pertama, application layer mengirimkan data pengguna ke dalam perangkat komputer dari penerima data. Kedua, presentation layer mengonversi email ke dalam format jaringan. Ketiga, session layer membentuk sesi perjalanan data sampai semua proses pengiriman data terselesaikan.

Keempat, transport layer memungkinkan pengirim memecahkan data lalu data dikumpulkan dalam transport layer penerima. Kelima, network layer akan membuat alamat agar bisa mengarahkan data ke dalam tujuan yang tepat. 

Keenam, data link layer kemudian terbentuk ke dalam bentuk frame dan alamat fisik. Ketujuh, physical layer memungkinkan data terkirim menggunakan media jaringan untuk sampai ke lapisan transport dari penerima. Kedelapan, alur proses kemudian berbalik mulai dari physical layer sampai ke application layer.

Itulah penjelasan tentang OSI Layer adalah sebuah standardisasi khusus untuk menghubungkan berbagai jaringan komputer agar bisa saling berinteraksi. Untuk memahami IT secara lebih mendalam, Anda bisa mengikuti kursus Coding Studio yang bersertifikat.

Related Articles