Apa Itu Microcopy? Pengertian, Fungsi dan Contohnya

Bagi Anda yang tertarik untuk mempelajari user experience (UX) maka Anda wajib mengetahui tentang microcopy. Microcopy adalah sebuah elemen kecil yang memegang peranan penting pada sebuah tampilan aplikasi. Tidak hanya untuk menambah daya tarik sebuah aplikasi namun microcopy juga digunakan untuk meningkatkan kemudahan pengguna untuk mengaksesnya. 

Pada artikel ini akan dibahas lebih dalam mengenai apa itu microcopy beserta tips atau cara-cara menulisnya. 

Pengertian Microcopy

Microcopy adalah teks kecil yang informatif dan bersifat instruksional terhadap sebuah formulir, pop up, prompt pencarian ataupun tips dan lainnya. Microcopy sendiri akan memberikan informasi serta membantu pengguna dengan cara kecil saat pengguna memakai aplikasi atau software tersebut. Ciri-ciri microcopy yang efektif yaitu jelas, singkat serta mudah dipahami. 

Pengertian Microcopy

Selain itu microcopy juga cocok secara visual serta menyatu dengan desain UX. Ciri khas selanjutnya, microcopy juga menggunakan suara atau nada merek. Adapun contoh microcopy yaitu label yang ada pada formulir kontak, pesan kesalahan atau petunjuk pop up dan lainnya. 

Fungsi Microcopy

Microcopy mampu memandu dan memberi petunjuk pengguna tentang fungsionalitas sebuah aplikasi. Selain itu microcopy juga berguna dalam menciptakan pengalaman menyenangkan bagi para pengguna. Fungsi lengkapnya dari microcopy adalah sebagai berikut. 

Pertama dapat memandu pengguna dalam hal menavigasi maupun memahami sebuah aplikasi dari informasi yang jelas serta instruksi yang tepat. Kedua, microcopy juga melibatkan pengguna pada aplikasi melalui penggunaan kata maupun frasa yang sesuai. 

Pentingnya Microcopy

Microcopy sangat penting pada UX sebab dapat membantu pengguna saat berinteraksi dengan aplikasi. Pemanfaatan microcopy yang tepat yaitu bisa membantu pengguna untuk lebih memahami mengenai fitur maupun fungsionalitas yang ada dan memudahkan dalam navigasi ataupun penggunaan aplikasi. 

Baca Juga:  Apa itu ROAS? Pengertian, Cara Menghitung dan Contohnya
Dampak Positif Dan Negatif Microcopy

Dampak Microcopy

Microcopy mempunyai dampak positif serta dampak negatif secara sekaligus pada UX sesuai pembuatannya. Dampak yang diberikan microcopy adalah sebagai berikut. 

Dampak Positif Microcopy 

Microcopy yang benar bisa meningkatkan pengalaman para pengguna saat menggunakan aplikasi. Asilnya kepuasan pengguna akan meningkat serta hubungan antara pengguna dengan aplikasi akan semakin bertambah. 

Dampak Negatif Microcopy 

Meski begitu, microcopy yang tidak dipakai secara tepat dapat memberikan dampak negatif bagi pengalaman pengguna. Contohnya pengguna akan merasa bingung maupun kesulitan ketika menggunakan aplikasi. 

Tidak hanya itu, pengguna juga bisa kehilangan kepercayaan pada aplikasi itu apabila microcopy tidak memberikan informasi jelas maupun membantu. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk memanfaatkan microcopy secara tepat supaya dapat memberikan pengalaman positif kepada pengguna. 

Tips MIcrocopy

Tips Microcopy

Penulisan microcopy yang tepat adalah salah satu keterampilan yang cukup penting untuk meningkatkan UX. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dilakukan dalam meningkatkan penulisan microcopy yang benar dan efektif. 

Memahami audiens

Pertama Anda perlu memahami terlebih dahulu target audiens dari aplikasi agar dapat menyesuaikan tone maupun gaya penulisan microcopy. Tone maupun gaya penulisan yang didesain sesuai dengan kebutuhan maupun preferensi pengguna akan membuat kepuasan pengguna semakin meningkat saat mengakses aplikasi tersebut. 

Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti

Tips selanjutnya gunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh para pengguna. Jadi dalam hal ini hindari pemakaian kata-kata rumit maupun teknikal yang sukar dipahami pengguna awam. Gunakan kata-kata yang sederhana serta mudah dimengerti. 

Dengan demikian pesan dapat tersampaikan dengan jelas dan mudah dipahami. Pilihlah kata-kata yang singkat, padat dan tentunya jelas. 

Pastikan juga dalam menulis microcopy tidak terlalu bertele-tele. Anda pasti juga akan malas kan apabila diberi instruksi yang panjang dan lebar padahal hanya diminta untuk melakukan hal yang sangat sederhana. 

Gunakan Customer Mindset

Tips selanjutnya dalam membuat microcopy juga harus menjalankan strategi customer oriented. Ketika Anda berpikiran menjadi seorang pelanggan Anda bisa menentukan kira-kira hal apa saja yang biasanya pelanggan butuhkan. 

Baca Juga:  Landing Page Adalah: Pengertian, Jenis, dan Manfaat

Pilih penempatan yang tepat

Selain memberikan informasi yang bertujuan untuk mengatasi berbagai masalah, microcopy juga berfungsi sebagai CTA. Jadi dengan tulisan menarik serta mudah dipahami akan membuat pengunjung terdorong untuk mengklik tombol sign up yang diminta misalnya. 

Membuat microcopy yang sesuai serta tepat sasaran

Microcopy yang ditulis juga arus sesuai dan tetap sasaran pada konteks maupun tujuan aplikasi. Jadi pastikan bahwa microcopy yang dibuat ini memberikan informasi yang diperlukan pengguna serta mampu membantu pengguna dalam menyelesaikan tugas maupun mengoperasikan produk secara lebih mudah. 

Menyesuaikan dengan desain UI/UX

Microcopy juga harus relevan dengan desain UI maupun UX. Dengan demikian microcopy dapat terintegrasi lebih baik pada desain aplikasi. 

Disarankan untuk menghindari penggunaan warna maupun jenis teks serta ukuran yang tidak sama dengan desain. Dengan begitu microcopy yang dibuat akan lebih muda dibaca serta ditemukan oleh pengguna. 

Melakukan percobaan serta pengujian

Tips selanjutnya lakukan percobaan serta pengujian microcopy. Hal ini penting dilakukan sebab untuk mengetahui apabila pesan sudah tersampaikan dengan jelas dan efektif. Dalam hal ini Anda bisa memakai A/B testing yang bertujuan untuk membandingkan berbagai pilihan microcopy yang telah dibuat. 

Selain itu juga untuk mengetahui pilihan yang efektif dalam meningkatkan UX. Tips ini dapat membantu Anda dalam mengoptimalkan microcopy supaya sesuai dengan kebutuhan pengguna. 

Dapat disimpulkan microcopy adalah elemen penting pada proses UX design. Bagi Anda yang tertarik untuk mempelajari microcopy ataupun mahir UI/UX design, Anda bisa mengikuti kelas dari Coding Studio. Coding Studio menawarkan kelas kursus IT online yang bisa Anda ikuti dengan berbagai fasilitas dan promo menarik. Yuk segera daftar!