API: Manfaat, Jenis, Fungsi dan Cara Kerjanya

API Adalah Manfaat, Jenis, Fungsi dan Cara Kerjanya

API adalah salah satu komponen yang penting untuk menyederhanakan program. Komponen tersebut memiliki peran untuk menjembatani, yang memungkinkan aplikasi bisa berinteraksi dan juga berbagi data ke platform atau aplikasi yang lainnya. Contohnya saat mengembangkan aplikasi yang membutuhkan akses kamera sehingga Anda tidak usah membuat antarmuka kamera lagi.

Anda bisa memanfaatkan API sebagai penghubung keduanya. Dengan adanya API, pengembang bisa meningkatkan efisiensi waktu serta biaya. Nah, bagi Anda yang ingin memahami API mulai dari manfaat, jenis, fungsi dan cara kerjanya bisa simak penjelasan di bawah ini. 

Apa Itu API?

Application Programming Interface atau API adalah penghubung server dengan aplikasi. API ini memiliki fungsi sebagai perantara sejumlah aplikasi, baik sesama aplikasi pada cakupan jenis platform atau lintas jenis platform. Sebenarnya API tidak berhubung dengan hal yang berkaitan dengan web sebab istilah ini sudah ada sebelum adanya web. 

Apa Itu API

Komponen ini bisa mengintegrasi 2 atau lebih aplikasi jadi sejumlah fitur yang ada didalamnya bisa terkoneksi serta diakses di setiap aplikasi tersebut. Pengguna bisa memakai layanan serta fitur dari aplikasi lainnya yang telah terhubung. 

Manfaat API Paling Utama 

Berikut ini merupakan beberapa manfaat Application Programming Interface, yaitu:

1. Mengurangi Beban Server 

API mempunyai pengolahan server yang terpusat yang mana prosesnya dilakukan pada server utamanya. Anda tidak memerlukan server sendiri untuk menyimpan semua datanya. Apabila Anda ingin mendapatkan data terbaru tinggal meminta API untuk melakukan pengambilan melalui server aplikasi yang masih terhubung. 

Baca Juga:  DevOps: Pengertian, Tujuan, Tugas dan Skill-skillnya

Hal ini bisa mengurangi beban server jadi aplikasi maupun website dapat terhindar dari down-time. Server yang down dapat menurunkan performa website dan juga menyebabkan pengunjung website merasa tidak nyaman. 

2. Mengembangkan Aplikasi Jadi Efisien 

API juga bisa membantu dalam mengembangkan aplikasi lebih efisien sebab pengembang tidak perlu melakukan komunikasi langsung dengan aplikasi yang akan diintegrasikan. Tentu saja bisa membuat pengembang yang ingin membuat aplikasi antar platform yang memiliki sejumlah fitur dan layanan, seperti aplikasi pemesanan tiket travel, kamar hotel dan yang lainnya. 

Pengembang cukup mengintegrasikan aplikasi tersebut dengan setiap layanan seperti contohnya booking hotel. Pengembang tidak perlu menanyakan lagi harga dan kamar yang masih tersedia kepada pihak hotel langsung. 

3. Memudahkan Pembuatan Aplikasi 

Manfaat API adalah memudahkan pembuatan aplikasi yang lebih fungsional. Interface ini membuat pengembang bisa menerapkan fitur maupun fungsionalitas aplikasi yang diinginkan tanpa perlu membangun ulang lagi dari awal. 

Contoh yang kerap ditemukan adalah di aplikasi ojek online seperti Gojek dan Grab. Aplikasi tersebut membutuhkan fungsionalitas peta. Itulah sebabnya mereka membuat aplikasi peta sendiri dan bisa dilakukan dengan mengintegrasikan aplikasinya menggunakan API Google Maps

Itulah beberapa manfaat penggunaan API untuk aplikasi yang bisa didapatkan sehingga sekarang Anda sudah cukup memahaminya. 

Jenis API Umum Digunakan 

Beberapa jenis Application Programming Interface atau API yaitu:

Jenis API Umum Digunakan

Private API 

Private API merupakan jenis komponen yang dibuat secara internal, seperti untuk organisasi, pribadi hingga perusahaan. Private API memberikan kontrol yang ketat dan akses secara terbatas. 

Penggunaan komponen ini hanya untuk anggota internal saja jadi tidak sembarangan orang dapat mengaksesnya. Contoh API paling umum adalah backend yang digunakan untuk mengakses fronted aplikasi.

Public API 

Public API merupakan jenis komponen pemrograman aplikasi dibuat secara publik dan juga bisa dipakai oleh siapa saja. API ini jenis yang sangat mudah dipakai untuk mengintegrasikan fungsionalitas sebuah platform ke suatu aplikasi. 

Terdapat banyak contoh aplikasi populer yang memakai jenis public API ini, seperti API pembayaran pada PayPal dan API peta pada Google Maps. 

Baca Juga:  Apa Itu SaaS? Pengertian, Cara Kerja, Kelebihan dan Kekurangannya

Composite API 

Composite API merupakan jenis komponen yang menyatukan sejumlah server jadi satu interface. Fungsi dari API satu ini untuk memungkinkan pengguna mengambil beberapa data hanya sekali akses saja jadi pekerjaannya lebih efisien. 

Ada sejumlah aplikasi yang memakai composite API, seperti AWS Step Function, Netflix dan Google Cloud  Apigee. 

Partner API

Partner API adalah jenis komponen yang dirancang secara khusus untuk mitra maupun pihak ketiga yang telah diberikan akses. API yang satu ini juga memberikan akses terkontrol pada fungsionalitas data secara spesifik. Contoh penggunaan partner API, seperti Facebook Graph, Pinterest, Shopify dan yang lainnya. 

Seperti itulah beberapa jenis Application Programming Interface (API) yang umum digunakan. 

5 Fungsi API

Sejumlah fungsi utama dari API yang harus Anda pahami adalah:

1. Mengintegrasikan Aplikasi 

Salah satu fungsi utama dari API yaitu untuk mengintegrasikan aplikasi. Hal ini membuat API memungkinkan 2 aplikasi yang berbeda agar saling terhubung dan berkomunikasi. Komponen ini juga bisa membuat aplikasi bisa berbagi data atau layanan jadi aplikasi terintegrasi dan juga berinteraksi satu dengan yang lainnya. 

2. Memperluas Fungsionalitas Aplikasi 

API juga berfungsi untuk memperluas fungsional dengan cara mengakses dan memakai layanan maupun data dari platform atau aplikasi yang lainnya. Contohnya adalah pada aplikasi E-Commerce bisa menggunakan API dari platform pembayaran online dalam memproses transaksi. 

3. Menyediakan Akses Ter standarisasi 

API adalah komponen yang memiliki fungsi dapat memakai standar komunikasi yang sudah ditetapkan untuk berinteraksi dengan platform maupun aplikasi yang lainnya. Pengembang juga dapat mengakses dan memakai layanan atau daya secara konsisten serta bisa diprediksi. 

4. Menyediakan Fleksibilitas 

Fungsi dari API selanjutnya adalah membuat pengembang bisa memisahkan logika bisnis dari interface pengguna. Hal ini membuat pengembang dapat mengubah serta memperbaharui pada bagian aplikasi tanpa berpengaruh bagian lain aplikasinya. 

5. Meningkatkan Keamanan 

Fungsi utama dari API yang terakhir adalah dapat meningkatkan keamanan. API bisa membuat aplikasi dapat berkomunikasi secara terstandarisasi dan juga terenkripsi. Hal ini untuk mengurangi risiko keamanan serta melindungi data yang sensitif dari akses tidak sah. 

Baca Juga:  Mengenal Apa Itu Heartbleed Bug? Pengertian, Tujuan dan Cara Mengatasinya

Begitulah beberapa contoh fungsi dari API yang paling umum sehingga Anda sudah memahaminya 

Cara Kerja API 

Cara kerja dari API mempunyai beberapa aturan, metode komunikasi tertentu dan juga protokol. Nah, cara kerjanya adalah:

Cara Kerja API

1. Aplikasi Mengakses API 

Cara kerja pada API yaitu user membuka aplikasi dan pada waktu yang bersamaan aplikasi tersebut mengakses API.

2. API Mengirimkan Permintaan ke Server 

API akan mengirimkan permintaan tersebut dan kemudian diteruskan ke server. API memberitahu ke server jika aplikasi membutuhkan data sesuai dengan kebutuhan, misalnya data ketersediaan kamar hotel. 

3. Server Merespon Terhadap API 

Setelah mendapatkan data yang sesuai permintaan, server akan menghubungi API dan dengan data informasi seperti yang diinginkan tadi. 

4. API Mengirimkan Data ke Aplikasi

Terakhir, API memberikan respon berupa data maupun informasi ke aplikasi, seperti rincian nama hotel, harga, ulasan, foto, fasilitas dan yang lainnya. 

Intinya, API adalah salah satu contoh solusi dalam mengembangkan aplikasi fungsional dan juga kompleks. 

Khusus bagi Anda yang ingin mempelajari pengembangan aplikasi hingga kursus programming bisa dilakukan melalui Coding Studio.

Related Articles