Aplikasi hacker adalah perangkat lunak untuk menguji keamanan sistem dan jaringan dengan izin pemiliknya. Contohnya, Nessus membantu memeriksa kerentanan, Burp Suite digunakan untuk pengujian aplikasi web, sedangkan Nmap memetakan perangkat dan port pada jaringan yang sedang diaudit. Alat-alat ini bukan aplikasi untuk menyadap kamera atau mengambil alih smartphone orang lain.
Istilah “apk hacker” atau “aplikasi hacking” sering dipakai untuk beragam alat keamanan siber. Namun, fungsi tiap alat berbeda. Sebagian membantu mengaudit jaringan, sebagian menganalisis aplikasi web, dan yang lain dipakai untuk memahami file atau hash dalam pengujian yang berizin. Gunakan hanya pada perangkat dan sistem yang Anda miliki atau yang penggunaannya telah disetujui.
- Audit jaringan: Nessus, OpenVAS, Traceroute NG, dan Nmap.
- Pengujian aplikasi web: Acunetix, WebInspect, dan Burp Suite.
- Analisis data atau perangkat lunak: Maltego, Ettercap, Hashcat, John the Ripper, dan Ghidra.
Rekomendasi Aplikasi Hacker Terbaik 2026

Berikut 12 aplikasi dan alat keamanan yang dapat digunakan untuk pengujian berizin. Pilih berdasarkan kebutuhan audit, bukan untuk mencoba mengakses sistem tanpa persetujuan.
1. Nessus
Nessus merupakan pemindai kerentanan yang dapat membantu tim keamanan memeriksa aset cloud serta sistem IT. Hasil pemindaian dapat menjadi bahan untuk meninjau temuan dan menentukan perbaikan yang perlu diprioritaskan.
Pada audit berkala, tim dapat menjalankan pemindaian terhadap aset yang masuk dalam ruang lingkup. Temuan tetap perlu diperiksa sebelum ditindaklanjuti, karena konteks sistem menentukan tingkat risiko dan langkah perbaikannya.
2. Acunetix
Acunetix adalah pemindai keamanan untuk aplikasi web, website, dan API. Alat ini membantu menemukan potensi celah agar tim pengembang dapat menilai dan memperbaikinya sebelum digunakan untuk menyerang.
Gunakan hasil pemindaian sebagai masukan untuk verifikasi teknis. Temuan otomatis tidak selalu menunjukkan dampak yang sama pada setiap aplikasi, sehingga pemeriksaan oleh tim yang memahami sistem tetap diperlukan.
3. Traceroute NG
Traceroute NG membantu memeriksa jalur yang dilalui lalu lintas jaringan menuju suatu tujuan. Administrator dapat menggunakannya untuk menyelidiki gangguan koneksi atau melihat di bagian mana rute jaringan mengalami perubahan.
Alat ini bukan cara untuk melewati firewall. Hasilnya membantu tim memahami konektivitas jaringan yang mereka kelola, tetapi tidak menggantikan pemeriksaan aturan firewall atau konfigurasi perangkat.
4. Ettercap
Ettercap digunakan untuk mempelajari dan menguji lalu lintas jaringan, termasuk skenario man-in-the-middle dalam lingkungan yang telah mendapat izin. Dalam audit, penggunaannya perlu dibatasi pada jaringan uji atau ruang lingkup yang disetujui.
Pengujian dapat membantu tim memahami risiko pada komunikasi jaringan. Jangan gunakan alat ini untuk mengubah lalu lintas atau mengambil data pengguna pada jaringan publik maupun jaringan milik pihak lain.
5. Maltego
Maltego membantu memetakan hubungan antar data untuk kebutuhan investigasi dan analisis keamanan. Dalam pemeriksaan yang berizin, tim dapat menggunakannya untuk melihat keterkaitan informasi seperti alamat IP atau domain.
Peta hubungan tersebut dapat membantu analis menentukan area yang perlu diperiksa lebih lanjut. Pastikan sumber data dan penggunaannya sesuai dengan kebijakan organisasi serta aturan privasi yang berlaku.
6. WebInspect
WebInspect adalah alat pengujian keamanan aplikasi web. Alat ini dapat menjelajahi aplikasi dalam ruang lingkup pengujian untuk mencari indikasi masalah, seperti potensi injeksi SQL atau konfigurasi yang tidak aman.
Temuan perlu dikonfirmasi oleh penguji sebelum dicatat sebagai kerentanan. Untuk menghindari gangguan layanan, lakukan pengujian pada lingkungan yang disetujui dan ikuti batasan yang telah ditetapkan pemilik aplikasi.
7. Burp Suite
Burp Suite digunakan untuk menguji keamanan aplikasi web. Penguji dapat memeriksa permintaan dan respons HTTP untuk memahami bagaimana aplikasi menangani lalu lintas selama pengujian.
Contohnya, ketika tim menemukan respons yang tidak sesuai harapan pada aplikasi uji, mereka dapat meninjau alur permintaan terkait dan melaporkan temuan kepada pengembang. Penggunaan harus dibatasi pada aplikasi yang menjadi bagian dari audit.
8. OpenVAS
OpenVAS adalah pemindai kerentanan yang dapat membantu tim keamanan memeriksa sistem dan jaringan. Hasil pemindaian digunakan untuk menemukan indikasi kelemahan yang perlu ditinjau lebih lanjut oleh administrator.
Jalankan pemindaian hanya pada aset yang tercantum dalam ruang lingkup kerja. Jika sebuah temuan telah diverifikasi, tim dapat mencatatnya dalam proses tindak lanjut dan mengatur perbaikan sesuai tingkat risikonya.
9. HashCat
Hashcat adalah alat pemulihan dan audit kata sandi berbasis hash. Tim keamanan dapat memakainya untuk menguji kekuatan kata sandi dalam skenario yang telah mendapat persetujuan, misalnya saat mengevaluasi kebijakan kata sandi organisasi.
Hasil pengujian dapat menjadi dasar untuk memperbaiki kebijakan autentikasi. Jangan gunakan Hashcat pada hash atau akun milik pihak lain tanpa izin.
10. John the Ripper
John the Ripper adalah alat untuk menguji dan memulihkan kata sandi dari hash dalam konteks yang sah. Administrator dapat memanfaatkannya untuk menilai apakah kata sandi yang digunakan dalam organisasi mudah ditebak.
Hasil audit sebaiknya ditangani sebagai informasi sensitif. Batasi akses pada personel yang berwenang, lalu gunakan temuan untuk memperkuat kebijakan kata sandi.
11. Ghidra
Ghidra adalah perangkat lunak rekayasa balik (reverse engineering) gratis dan open source yang dikembangkan oleh Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA). Ghidra dirilis pada Maret 2019 dan digunakan oleh peneliti keamanan serta pengembang perangkat lunak untuk menganalisis program.
Beberapa kemampuan Ghidra meliputi:
- Disassembler: Membongkar kode biner, misalnya file .exe, menjadi instruksi assembly yang dapat dibaca.
- Decompiler: Membantu menerjemahkan kode assembly menjadi bentuk kode tingkat tinggi yang lebih mudah dianalisis.
- Analisis kode: Membantu pemeriksa memahami struktur program dan aliran datanya.
- Debugging: Dapat membantu proses pemeriksaan bug pada perangkat lunak.
- Plugin: Plugin dapat menambahkan kemampuan untuk kebutuhan analisis tertentu.
Dalam pekerjaan keamanan, Ghidra dapat membantu analis memeriksa perilaku file yang mencurigakan atau memahami cara kerja program. Alat ini memiliki banyak fungsi, sehingga pengguna perlu mempelajari dokumentasinya sebelum menggunakannya dalam analisis.
12. Nmap (Network Mapper)
Nmap adalah alat open source untuk eksplorasi dan audit keamanan jaringan. Alat ini mengirimkan paket ke perangkat dalam jaringan yang diuji, kemudian menganalisis responsnya untuk membantu mengumpulkan informasi.
Dalam audit jaringan berizin, Nmap dapat membantu tim memeriksa perangkat yang aktif serta port yang terbuka. Hasilnya memberi gambaran awal tentang layanan yang terlihat pada jaringan, bukan bukti otomatis bahwa suatu perangkat rentan.
Nmap dapat digunakan untuk audit yang sah maupun disalahgunakan jika dijalankan tanpa izin. Pastikan alamat dan perangkat yang diuji telah disetujui, lalu dokumentasikan hasilnya agar administrator dapat menindaklanjuti temuan. Untuk meningkatkan skill digital cyber security, Anda dapat mempertimbangkan kursus online melalui Coding Studio.
