Watermark Adalah? Pengertian, Fungsi dan Cara Membuatnya

Anda pernah mendengar istilah watermark? Ya, watermark adalah identitas penanda transparan yang kerap disematkan dalam suatu karya, baik yang berupa logo, gambar, foto, bahkan dokumen. Maksud dan tujuan pencantuman watermark juga beragam, terutama berkaitan dengan hak cipta.

Pengertian Watermark

Meski demikian, tidak semua orang benar-benar paham mengenai apa itu watermark. Padahal, tanda air ini banyak ditemukan dalam berbagai sumber dan media. Misalnya saat menonton video di salah satu media sosial, watermark sama saja dengan username pemilik video tersebut.

Pengertian Watermark

Pada dasarnya, watermark merupakan penanda yang berupa logo, gambar, atau tulisan tertentu yang memang sengaja dicantumkan pada suatu konten atau karya. Pembuatan watermark sendiri diketahui sudah ada sejak abad 13. 

Saat itu, watermark dibuat dengan mengubah ketebalan kertas basah pada bagian yang akan diberi penanda. Bagian tersebut akan ditekan menggunakan cetakan sehingga ketika kering, terbentuklah gambar dengan penanda tadi.

Fungsi Penggunaan Watermark

Dari sejarahnya yang cukup panjang, hal inilah mungkin yang kemudian memunculkan istilah watermark itu sendiri. Saat ini, pembuatan watermark adalah hal yang sudah semakin modern. Semuanya sama-sama memiliki fungsi yang tidak jauh berbeda, seperti: 

Fungsi Penggunaan Watermark

1. Perlindungan konten dari plagiasi

Seperti yang kita tahu, saat ini ada banyak konten, karya tulis, bahkan karya seni yang mudah ditiru oleh orang lain. Untuk menghindarinya, penggunaan watermark sangatlah penting sebagai sebuah penanda bahwa karya tersebut adalah original milik Anda. Dengan demikian, orang lain tidak akan sembarangan mengunduh bahkan menggunakan karya tersebut.

2. Memberikan informasi detail

Salah satu fungsi watermark yang lain yakni memberikan detail pada konten atau karya yang dibuat. Informasi yang dicantumkan biasanya bersifat teknis, seperti aperture, shutter speed, merek dan tipe kamera, maupun yang lainnya. Para audiens yang melihat foto tersebut tentu dapat melihat informasi pada foto, bahkan mempelajari pengaturan tersebut untuk kemudian dipraktikkan sendiri.

Baca Juga:  Pentingnya SLA Guna Meningkatkan Pengalaman Pengguna di Era Transformasi Digital

3. Menambah keterangan konten

Suatu konten yang sudah jadi biasanya juga akan ditambah beberapa keterangan tambahan, seperti waktu kejadian, tempat, hingga menandai seseorang. Keterangan dalam konten ini bisa menjadi watermark untuk menambahkan deskripsi dan identitas pembuat. Tidak jarang, nama pencipta yang ditambahkan juga akan menjadi terkenal seiring semakin banyak yang mengetahui karya tersebut.

Membuat Watermark yang Mudah

Sebagai suatu penanda, watermark adalah hal yang harus benar-benar diperhatikan bagaimana membuatnya. Saat ini, sudah banyak aplikasi maupun website yang menawarkan kemudahan untuk pembuatan watermark tersebut, salah satunya Canva.

Untuk membuat penanda air dari Canva, Anda hanya dapat menggunakan template “Logo” maupun menggunakan opsi custom. Supaya jauh lebih cepat, Anda dapat memilih template yang ada untuk kemudian diedit menjadi format PNG agar menjadi suatu watermark sesuai kebutuhan konten.

Selain itu, ada berbagai cara membuat watermark yang bisa diaplikasikan secara mudah. Anda bahkan bisa membuatnya dari Microsoft Word untuk menandai dokumen buatan Anda. Caranya dengan memilih toolbar “Design” kemudian klik menu “Watermark” dan pilih desain sesuai kebutuhan. 

Tips Membuat Watermark

Tips Membuat Watermark

Sebagai perlindungan atas karya yang sedang dibuat, maka dalam pembuatan watermark tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Diperlukan beberapa hal yang akan memastikan watermark tersebut tidak mudah dihilangkan namun tidak menutup keindahan dan orisinalitas karya tersebut.

1. Jadikan watermark bagian dari karya

Seperti yang diketahui, watermark adalah suatu elemen yang memang sengaja ditambahkan sebagai perlindungan karya cipta hingga branding. Oleh karena itu, ada baiknya Anda menjadikan watermark sebagai bagian dari gambar yang menyatu namun tetap tidak luput dari kasat mata.

2. Posisikan watermark secara tepat

Idealnya, penempatan watermark sebaiknya dilakukan pada tengah gambar, bukan di atas atau latar belakang yang solid karena orang lain dapat dengan mudah menghapus watermark tersebut. Dengan demikian, Anda dapat menambahkan watermark dengan menyesuaikan pengaturan opasitas namun tidak mengganggu gambar atau karya secara keseluruhan.

3. Pemilihan warna dan ukuran

Salah satu tips membuat watermark yang lain tentunya pemilihan warna yang tepat, yakni semi transparan sehingga tidak mengurangi estetika karya Anda. Warna yang kontras umumnya akan membuat watermark kurang menyatu dengan gambar atau foto tersebut.

Baca Juga:  Mengenal Linux: Sistem Operasi Open Source dan Gratis

Selain itu, pastikan juga ukuran watermark juga tidak terlalu besar. Ada baiknya ukuran watermark tidak lebih dari 1/16 ukuran gambar. Jika digambarkan, coba Anda bagi suatu gambar menjadi empat bagian. Idealnya, watermark tidak memakan lebih banyak salah satu space itu.

Contoh Penggunaan Watermark

Membuat contoh watermark adalah hal yang sederhana. Anda dapat membuat logo atau tulisan yang menandakan bahwa karya tersebut adalah milik Anda. Sebagai contoh pada pembuatan karya tulis, Anda dapat menambahkan watermark berupa logo instansi hingga mencantumkan nama penulis.

Anda juga dapat menambahkan sejumlah identitas seperti nama hingga tanggal atau tahun publikasi. Sebagai contoh dengan penggunaan watermark “© Mei 2023 – Nama Kreator” sudah memberikan tanda bahwa karya tersebut Anda buat pada bulan Mei 2023.

Itulah beberapa hal mengenai watermark yang wajib Anda ketahui. Dapat dipahami bahwa watermark adalah elemen yang penting dalam sebuah dokumen, konten, hingga berbagai karya. Oleh karena itu, pastikan Anda membuatnya dengan baik namun tetap tidak meninggalkan fungsi aslinya.

Buat Anda yang ingin menguasai bidang IT, memilih kursus online dari Coding Studio bisa menjadi pilihan tepat. Segera daftarkan diri Anda dan dapatkan materi pembelajaran terbaik dengan kurikulum ter-update dari Coding Studio!