Apa itu W3C? Pengertian, Sejarah dan Tujuannya

W3C adalah istilah dari WWW (World Wide Web) yang menjadi layanan untuk pengguna komputer agar terhubung ke dalam jaringan internet. Pada mulanya web merupakan ruang informasi yang ada di dalam internet. Melalui teknologi hyperteks, pengguna dituntun dalam menemukan suatu informasi dengan cara mengikuti link tersedia dalam sebuah dokumen web yang ada pada browser.

Apa Itu W3C?

Secara lebih mendalam, apa itu W3C merujuk pada sekumpulan sumber daya internet, misalnya teks hyperlink, video, file audio, FTP, usenet, telnet, dan sebagainya. Banyak orang yang lebih familiar dengan istilah website daripada W3C.

Apa itu W3C

Pada dasarnya W3C adalah sebuah komunitas skala internasional yang bertugas mengembangkan standar website. Organisasi internasional ini menerapkan standar website yang digunakan oleh semua pengguna internet di dunia.

Sejarah Singkat W3C

Sejarah W3C bermula dari tahun 1994, yang mana Tim Berners Lee dibantu peneliti lain dari CERN (Consei European pour la Recherche Nucleaire), mengembangkan cara untuk menyebarkan data antar koleganya. Bermula dari penggunaan hypertext. Pengguna CERN ini mampu menampilkan dokumen yang ada pada layar komputer melalui penggunaan software browser.

Kemudian kode khusus mereka sisipkan dalam dokumen elektronik itu. Hal ini memungkinkan para pengguna berpindah dari satu dokumen menuju ke dokumen lain yang ada pada layar hanya dengan memilih hyperlink. 

Dalam hal ini, internet mereka masukkan dalam browser, sehingga proses perpindahan dokumen tidak hanya berasal dari satu komputer saja. Namun bisa berpindah pada dokumen lainnya yang terletak pada komputer. 

Peneliti juga mampu mengirimkan file dari sebuah komputer remote ke dalam sistem lokalnya. Dengan kata lain, mampu log in dalam sistem remote hanya klik hyperlink saja. Tidak harus melewati proses Telnet ataupun FTP.

Beberapa kebijakan yang W3Ca terapkan diantaranya penetapan CSS dan HTML menjadi standar website di tahun 1996. Kemudian penambahan XML pada tahun 1998.

Baca Juga:  Google Knowledge Panel: Pengertian, Manfaat dan Cara Mendapatkannya

Jalan pintas yang dibangun oleh CERN ini menjadi dasar dari pengembangan WWW seperti sekarang ini. Begitu pula dengan server dan juga browser web yang saat ini pengembangannya semakin pesat.

Struktur Organisasi W3C

Jika tadi sudah dijelaskan kalau W3C adalah istilah untuk organisasi internasional yang mengembangkan struktur website. Anda mungkin juga penasaran bagaimana struktur organisasi W3C itu sendiri. 

Anggota dari W3C itu sendiri merupakan orang-orang yang memiliki background dalam bidang IT dengan jumlah yang mencapai ribuan. Sebenarnya W3C tidak mempunyai struktur organisasi yang jelas ataupun kantor pusat. Namun organisasi ini memiliki CEO dan direktur.

Dalam hal ini, tim Berners Lee menjadi direktur, sementara Dr. Jeff Jaffe adalah CEO. Berikut ini fungsi jajaran yang ada dalam struktur tersebut.

  • Komite Penasihat memiliki tugas untuk meninjau peran-peran yang ada di dalamnya. Kemudian memilih Dewan Penasihat dan juga Arsitektur Teknis. Anggotanya sendiri terdiri atas perwakilan dari tiap anggota W3C.
  • Dewan penasihat memiliki tugas memberikan konsultasi.
  • Technical Architecture Group berfungsi sebagai pendokumentasian berbagai prinsip baru dalam sebuah arsitektur web.
  • Chartered Group merupakan pakar dan anggota yang bertugas untuk menghasilkan mayoritas hasil kerja dari W3C.

Tujuan W3C

Tujuan W3C sebenarnya untuk mengarahkan website menuju ke potensi penuh. Cara ini dilakukan dengan pengembangan pedoman dan protokol yang relevan. Hal ini bisa tercapai melalui pembuatan dan penerbitan standar website.

Tujuan W3C

Melalui standar web inilah, produsen dari hardware dan developer software bisa memastikan perangkat dan program berjalan menggunakan teknologi web yang terbaru.

Misalnya mayoritas browser web menyematkan beberapa standar dari W3C. Hal ini memungkinkan mereka untuk bisa menafsirkan kode CSS dan HTML yang terbau.

Ketika browser berhasil memenuhi standar yang tersedia dalam W3C, maka membantu laman web bisa tampil secara konsisten pada berbagai jenis browser. Selain standar CSS dan HTML, W3C adalah penyedia standar grafik website misalnya png.

Standar Pengaplikasian W3C

Pada dasarnya organisasi ini berdedikasi menyatukan berbagai pihak yang memiliki kepentingan dari beragam sektor IT untuk menangani permasalahan web. Hal ini dilakukan dengan tujuan membawa website bisa berjalan maksimal. 

Baca Juga:  Virtual Assistant: Pengertian, Tugas, Kelebihan dan Kekurangannya

Misi dari organisasi ini juga mencakup pengembangan pedoman dan protokol agar pertumbuhan web tetap baik untuk jangka waktu yang panjang. Organisasi ini dipandu berbagai prinsip standar yang seringkali disebut Open Stand atau The Modern Paradigm for Standards.

Lima prinsip dasar untuk pengembangan W3C itu mencakup due process, broad consensus, transparency, balance, dan openness. Kemudian untuk standar yang mereka kembangkan mencakup CSS, CGI, HTML, DOM, HTTP, XML, dan XHTML. Selanjutnya standar lainnya diantaranya JSON LD, SVG, GRDDL, SOAP, RDF, SPARQL, SSML, SRGS, WSDL, dan WebRTC. 

Mengapa W3C Penting bagi Internet

Mengapa W3C Penting bagi Internet?

Selama ini W3C sudah menghasilkan standar lebih dari 90. Seluruh standar ini sudah melewati berbagai proses seperti perumusan, peninjauan hingga penerapan ketat. Standar ini sangat penting untuk developer dan pengguna web.

Sebab, mereka harus mampu memastikan web dapat berfungsi baik bagi siap saja, terlepas apa teknologi dan dimana lokasinya. Secara khusus, standar CSS dan XML mampu memastikan tiap website dapat berfungsi pada berbagai jenis browser.

Pengkodean CSS dan XML ini juga mampu mengoptimalisasi mesin pencarian untuk menjelajah lebih efisien dan cepat. Standar ini juga mampu meningkatkan privasi, aksesibilitas, internasionalisasi, dan keamanan. Selain itu, mampu menyeimbangkan keadilan, kecepatan, kualitas, dan akuntabilitas publik dalam internet.

Melalui komitmen untuk pemberian lisensi paten yang bebas royalti, keberadaan W3C juga memastikan tiap orang mendapatkan akses teknologi yang dibutuhkan. Terutama untuk membangun website beserta fungsi-fungsinya.

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa W3C adalah organisasi skala internasional yang bertugas mengembangkan website. Di era kemajuan digital pengembang website dibutuhkan berbagai perusahaan untuk memajukan bisnisnya. Sehingga berkarir dalam bidang Teknologi Informasi mendapatkan peluang besar untuk saat ini dan masa mendatang.

Nah, jika Anda ingin meningkatkan skill yang sangat dibutuhkan perusahaan dan startup saat ini, yuk persiapkan diri Anda sekarang juga. Caranya upgrade skill bersama Coding Studio yang berpengalaman dan profesional.