Cara Menghitung Tanggal Jatuh Tempo Dengan Excel

Cara Menghitung Tanggal Jatuh Tempo Dengan Excel

Untuk kamu yang ingin tahu cara menghitung tanggal jatuh tempo, bisa dengan menggunakan software Excel. Agar jatuh tempo bisa diketahui, jumlah bulan harus digunakan sesuai ketentuannya. Lalu jumlah bulan ditambahkan, kemudian dicari tahu jatuh tempo tersebut, supaya lebih jelasnya, coba simak artikel kali ini.

Memakai Excel Untuk Perhitungan Jatuh Tempo (EDATE)

Edate menjadi salah satu jenis fungsi yang bisa digunakan pengguna Excel dalam menghitung jatuh tempo. Keluaran fungsi Edate berupa tanggal sama dengan bulan jatuhnya tempo yang sudah ditentukan. Ada pun tanggal jatuhnya tempo dapat dipastikan pada bulan berikutnya atau bulan sebelumnya. 

Penghitungan tanggal due date ini perlu dipahami untuk mereka yang punya pinjaman uang, kredit barang dan sebagainya. Tanggal awal maupun jarak tanggal tertentu yang disepakati biasanya sudah tersedia. 

Ada yang memakai per harian, per mingguan atau pun per bulan. Tapi yang biasa digunakan yaitu tiap bulan, Semuanya bisa terlihat pada informasi kredit barang/ pinjaman uang terkait. Sebagai salah satu cara menghitung tanggal jatuh tempo, kamu bisa memanfaatkan rumus Edate.

Apa Itu EDATE dan Contoh Kasusnya?

Lalu apa itu tanggal jatuh tempo? Sebelum kita membahas rumusnya, cari tahu jatuh tempo itu apa sebenarnya. Inilah tanggal/ waktu suatu utang/ kewajiban harus dibayar. Penyelesaian kewajiban tersebut dilakukan berdasarkan perjanjian tertentu yang sudah disetujui sebelumnya. Setidaknya ada dua pihak terlibat mengenai jatuh tempo ini.

Apa itu EDATE

Misal ada yang meminjam uang melalui lembaga bank, jatuh tempo peminjaman uang tersebut merupakan waktu yang sudah disepakati bagi peminjam yang perlu membayar kembali.

Selain nilai pinjaman uang, terdapat bunga juga yang sudah ditetapkan pihak penyedia pinjaman. Kalau pihak peminjam tidak bayar sebelum atau saat jatuh tempo, umumnya ia akan memiliki kewajiban denda keterlambatan. Makin telat bayar, maka biasanya akan lebih tinggi bunga keterlambatan tersebut.

Baca Juga:  Presentasi Adalah: Pengertian, Tujuan dan Struktur

Jatuh tempo dapat mengacu juga kepada waktu suatu kontrak berakhir atau perlu diperbaharui kembali. Misalnya kontrak penyewaan, kontrak kerja, kontrak talen dan lain sebagainya. Tanggal untuk jatuh tempo dipakai agar bisa mengklasifikasikan keterkaitan kredit sesuai beberapa kategori.

Mulai dari jangka pendek yaitu 1-3 tahun, menengah yaitu 10 tahun dan bisa lebih lalu ada juga kategori jangka panjang yang bisa mencapai 30 tahun. Contoh kasus jatuh tempo ada banyak di sekitar kita. Misal ketika mengurus KPR, kalau pengajuan KPR sudah disetujui, bank memberikan informasi tanggal jatuh temponya sebagai batas pembayaran akhir. 

Kalau terlambat bayar cicilan KPR melebih jatuh tempo, maka nasabah bisa saja memiliki kewajiban denda 0,5 persen misal per hari dari angsuran bulanan. Agar menghindari denda tersebut, upayakan membayar angsuran sebelum jatuh tempo. Kamu perlu selalu memperhatikan jatuh tempo agar mencegah membayar bunga keterlambatan pembayaran. 

Agar bisa menghitung tanggal jatuh tempo, kita dapat mengandalkan rumus Excel tertentu seperti rumus “EDATE”. Agar lebih jelas memahami rumus tersebut, simak penjelasan selanjutnya di bawah ini. 

Fungsi Edate Di Excel

Kalau kamu butuh rumus Excel menghitung tanggal jatuh tempo hari, mungkin kamu termasuk yang perlu memakai fungsi EDATE. Edate memiliki fungsi mendapatkan nomor tanggal seri pada Excel dengan menghitung bulan sebelum-sesudah tanggal tertentu. Jadi kita bisa mengetahui pada tanggal berapa beberapa bulan akan datang maupun yang lalu.

Cara menghitung tanggal jatuh tempo sebenarnya cukup beragam, salah satunya yaitu dengan memakai Edate ini.

Cara Penggunaan Edate Excel

Rumus Fungsi EDATE

Penulisan Edate harus mengikuti sintaksis Excel seperti di bawah ini:

=EDATE(TanggalAwal, Bulan)

Salah satu komponen Edate yaitu Tanggal Awal seperti yang terlihat di atas. Inilah tanggal yang dijadikan dasar perhitungan. Pada komponen Tanggal Awal, harus diisi dengan nilai numeric tanggal valid di Excel. Argumen ini bisa dihasilkan dengan memakai fungsi DATE, bisa juga merujuk ke sel lain dengan isi format tanggal.

Selain TanggalAwal ada juga komponen Bulan. Bulan ini diisikan dengan memakai angka yang memperlihatkan jumlah bulan baik itu setelah maupun sebelum TanggalAwal. Kalau bernilai positif, maka Edate menghasilkan tanggal akan datang. Sementara kalau bernilai negatif, maka Edate menghasilkan tanggal ke belakang atau yang sudah berlalu.

Baca Juga:  Panduan Mudah Untuk Belajar Microsoft Word Pemula

Pada pemakaiannya, dua macam fungsi Edate harus diisi, jadi tidak boleh sampai kamu kosongkan. Teknik menghitung jatuh tempo dengan menggunakan Excel sebenarnya termasuk cara yang sangat mudah, 

Seperti yang kita tahu, Excel menyimpan banyak rumus atau perpaduan rumus yang lebih kompleks. Biasanya jatuh tempo akan disesuaikan berdasarkan tanggal atau jangka waktu. Metode di atas menjadi salah satu dari beberapa teknik yang bisa digunakan dalam penghitungan jatuh tempo.

Saat kita memakai rumus Edate ini, perhitungan bulan sesuai tanggal awal tertentu yang digunakan. Rumus EDATE masih dapat kamu kembangkan kembali juga. Bisa coba kamu gunakan untuk kebutuhan lain terutama yang terkait perhitungan memakai bulan atau tanggal. 

Dikarenakan penulisan rumus Edate yang sangat sederhana, maka teknik ini dapat diikuti dengan sangat mudah. Meski kamu termasuk pemula, cara menghitung tanggal jatuh tempo satu ini sangat mudah diikuti. Para karyawan kantor bisa coba memanfaatkan rumus ini dan melakukan eksplor Edate sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.

Berbagai Jenis-jenis Waktu Jatuh Tempo

Jatuh tempo bukan hanya mengenai utang yang wajib dibayar saja. Jatuh tempo berkaitan juga dengan berbagai transaksi yang banyak orang lakukan sehari-hari. Kalau kewajiban jatuh tempo sudah tercapai, bunga yang secara teratur dibayarkan kepada kreditur berhenti. Hal ini dikarenakan perjanjian utang sudah tidak ada. 

Bukan hanya mengenai utang tersebut, persoalan jatuh tempo berkaitan juga dengan beberapa transaksi umum orang-orang seperti di bawah ini:

tagihan listrik

  • Pajak Bumi & Bangunan/ PBB
  • Pembayaran tagihan internet WiFi
  • Premi BPJS
  • Pembayaran PDAM
  • Cicilan pembayaran kartu kredit 
  • Layanan langganan TV 

Selain beberapa poin di atas, tentunya masih banyak lagi jenis transaksi lainnya yang mempunyai jatuh tempo. 

Tips Agar Bisa Bayar Tagihan Sesuai Jatuh Tempo

Bukan hanya harus tahu cara menghitung tanggal jatuh tempo saja, kamu perlu tahu juga bagaimana caranya agar bisa membayar sesuai jatuh tempo tersebut. Saat seseorang tidak melunasi kewajiban bayar atau melewati waktu jatuh tempo, maka bisa merugi karena denda. Kalau hal tersebut dilakukan secara berturut-turut, umumnya instansi terkait akan menerapkan proses penagihan ke nasabah terkait dengan metode berbeda. 

Tips Menggunakan EDATE

Bisa saja menagih dengan langsung menghubungi kita melalui panggilan telepon. Bahkan bisa juga langsung mendatangi rumah nasabah. Biasanya debt collector akan bertugas untuk hal-hal seperti ini dan DC tersebut memiliki dasar hukum dan aturan sendiri saat beroperasi melaksanakan tugasnya.

Baca Juga:  Mempelajari Rumus Pembagian Excel

Agar situasi seperti itu bisa kamu hindari, coba simak beberapa tips di bawah ini agar kamu bisa membayar tagihan berdasarkan jatuh tempo:

  • Membuat catatan yang khusus untuk informasi setiap tagihan rutin kamu tiap bulan. Catat dengan detail tanggalnya supaya kamu selalu tepat waktu membayar tagihan.
  • Manfaatkan kalender pada smartphone kamu, cari tahu tanggal jatuh temponya untuk setiap pembayaran tagihan-tagihan kamu. Selanjutnya atur pengingat pada kalender tersebut berdasarkan jatuh tempo.
  • Memakai autodebet dapat menjadi alternatif lain. Uang pada rekening kamu bisa langsung membayar tagihan secara otomatis tiap bulannya. 

Itulah artikel kali ini mengenai cara menghitung tanggal jatuh tempo. Mungkin ada dari kamu yang ingin coba mengasah kemampuan, ilmu dan pengalaman bidang IT agar lebih baik lagi seperti Excel dan lain sebagainya. Maka kamu bisa coba pertimbangkan untuk ikuti kursus pelatihan terbaik dari Coding Studio.

Related Articles