Mind Mapping Adalah: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Cara Membuatnya

Mind mapping adalah cara berpikir terorganisir sehingga memudahkan Anda dalam menyimpan berbagai informasi dalam ingatan. Informasi yang tersimpan nantinya bisa Anda ingat apabila membutuhkannya.

Sebenarnya istilah tersebut merujuk pada cara penataan catatan agar membantu Anda memanfaatkan potensi otak secara maksimal. Caranya yaitu dengan menggabungkan kinerja otak kiri dan otak kanan. Nah, peran mind mapping ini sebagai teknik untuk memudahkan masuknya informasi ke dalam otak.

Apa Itu Mind Mapping?

Untuk mengetahui apa itu mind mapping secara mendalam, perlu adanya penjelasan lebih lanjut yang akan dibahas dalam artikel ini.

Apa itu Mind Mapping

Mind mapping adalah pemetaan pikiran dengan cara mengembangkan proses berpikir. Mulanya hanya berawal dari satu arah lalu menjadi ke berbagai arah. Sehingga bisa mengembangkan cara berpikir seseorang menjadi bercabang dan lebih kreatif.

Selain itu, ada pula yang mendefinisikan bahwa mind mapping adalah cara efektif dan efisien dalam mengekspresikan berbagai jenis informasi atau data dari otak. Sistem ini berlangsung alami yang terjadi pada otak manusia.

Dari penjelasan tersebut, bisa terlihat bahwa tujuan utama sebenarnya dari mind mapping adalah agar semua orang yang menggunakan metode tersebut bisa paham materi secara utuh. Bukan hanya sekadar menghafalkan materi saja. Sehingga tidak heran apabila penggunaannya sering digunakan dalam berbagai bidang, terutama saat melakukan brainstorming.

Fungsi Mind Mapping

Setelah memahami penjelasannya, selanjutnya fungsi mind mapping bisa Anda pahami lebih lanjut melalui penjelasan berikut ini.

Fungsi Mind Mapping

Memudahkan Pembelajaran

Mind mapping memiliki fungsi utama untuk membantu memudahkan proses pembelajaran. Sehingga berbagai informasi yang didapatkan mudah untuk dipahami, bukan hanya sekadar menghafalnya saja.

Baca Juga:  Mengenal RDP: Pengertian, Kegunaan, dan Tata Caranya

Anda bisa menggunakan metode ini untuk menghubungkan berbagai jenis informasi ke dalam tema paling utama. Melalui cara ini, proses belajar menjadi mudah, cepat, dan tidak membosankan. Anda bisa fokus pada tema dan cabang yang sudah Anda jabarkan melalui metode ini.

Meningkatkan Produktivitas

Ketika Anda akan mempelajari suatu informasi baru, tentu butuh waktu yang cukup lama. Namun mind mapping bisa mempermudah Anda melakukannya secara lebih cepat. Metode ini hadir ke dalam bentuk visual yang menarik agar lebih mudah Anda pahami.

Sehingga Anda sudah mengetahui tugas dan tujuan yang terdapat di dalamnya. Hal ini akan memudahkan Anda dalam mengatur waktu untuk bekerja efektif dan efisien. Proses semacam ini sangat mendukung agar semakin produktif.

Meningkatkan Pemahaman

Dalam proses pembelajaran, mind mapping membantu Anda dalam meningkatkan pemahaman. Pembiasaan mengenai tema utama sampai ke sub topiknya menjadi lebih mudah Anda pahami secara cepat. Sebab, mind mapping berbentuk catatan kecil yang memiliki peranan sebagai panduan.

Asah Kreativitas

Adanya gambar bercabang dengan visual yang menarik membuat Anda lebih mudah dalam memahami informasi di dalamnya. Melalui cara ini, Anda juga bisa mengasah kreativitas dengan cara membuat mind map.

Hal ini karena proses pembuatannya mengharuskan Anda menambahkan gambar, simbol atau warna menarik. Sehingga informasi yang sampai menjadi lebih jelas, bahkan bisa merangsang kinerja otak kanan agar berfungsi dengan baik sebagai sarana mengasah kreativitas.

Jenis-jenis Mind Mapping

Jenis mind mapping bisa Anda pilih sesuai dengan kebutuhan dan keinginan Anda. Sebagaimana dalam penjelasan berikut ini.

Flow Map

Flow map merupakan bentuk paling familiar karena fungsinya yang cocok untuk membuat serangkaian proses pengelompokan ide sekaligus turunannya. Mind mapping ini juga bisa Anda gunakan untuk melakukan identifikasi masalah atau konsep. Bentuknya berupa kolom yang berisikan ide yang terhubung melalui cabang-cabang membentuk alur. 

Circle Map

Apabila Anda ingin mendefinisikan atau mengelompokkan konsep secara detail, sangat cocok menggunakan jenis ini. Sebab, fungsinya sangat berguna dalam identifikasi konsep yang Anda butuhkan dari berbagai ide yang muncul untuk melakukan brainstorming.

Baca Juga:  Visual Studio Code: Pengertian, Fitur, dan Keunggulannya

Bubble Map

Jenis ini sangat cocok untuk menjelaskan keseluruhan ide atau konsep dengan cepat. Bentuknya serupa dengan gelembung yang saling terhubung, kemudian terdapat lingkaran besar yang menjadi ide utama dari konsep. Penggunaannya bergantung pada kata dari ide-ide yang ingin Anda petakan.

Sedikit tips mind mapping, Anda bisa berlatih dengan flow map karena ini yang paling sering digunakan setelah baru mencoba jenis mind map yang lain. 

Cara Membuat Mind Mapping

Cara Membuat Mind Mapping

Sudah jelas bukan penjelasan mengenai mind mapping adalah cara berpikir yang terorganisir, lengkap dengan fungsi dan jenisnya. Selanjutnya, bagaimana sih cara membuat mind mapping? Berikut ini penjelasannya secara runtut untuk Anda.

Menentukan Topik Utama

Untuk membuat mind mapping bisa Anda mulai dari menentukan topik utamanya. Topik ini bisa berdasarkan permasalahan yang ingin Anda selesaikan atau faktor lain.

Melalui topik utama ini, Anda bisa mendapatkan keyword yang bisa Anda gunakan sebagai fokus pemikiran. Keyword ini biasanya berupa satu sampai tiga kata, Anda bisa mengawalinya dengan memilih topik dengan artian yang luas.

Membuat Cabang Berdasarkan Topik Utama

Setelah mendapatkan topik utama, buatlah cabang berdasarkan topik tersebut. Anda bisa mencari beberapa ide yang erat kaitannya dengan topik utama. Kemudian jadikan berbagai ide sebagai cabang utama.

Menguraikan Cabang Utama

Jika sudah menentukan cabang utamanya, selanjutnya menguraikannya menjadi beberapa sub topik. Anda bisa menentukan ide dengan ruang lingkup yang lebih kecil. Sehingga ide tersebut bisa menjadi sub cabang dari cabang utamanya.

Membuat Garis Penghubung

Jika Anda sudah menentukan sub topik, Anda bisa menghubungkannya dengan garis menggunakan berbagai jenis tools mind mapping. Garis penting untuk memahami tiap ide yang ada pada tiap sub topik. Anda juga bisa menggunakan kode berupa warna di bagian garis penghubung ataupun gambar.

Pilihlah warna yang sesuai sub topik yang akan Anda buat. Sehingga lebih mudah dibaca dan lebih identik.

Mengembangkan Sub Topik

Saat menjabarkan sub topik, Adna mungkin bisa menemukan ide-ide yang akan berkaitan satu dengan lainnya. Namun Anda perlu memilihnya secara seksama dan detail. Sebab, mind mapping akan bekerja efektif apabila memiliki ide yang saling berkaitan dengan sub topiknya.

Baca Juga:  Shopify adalah Solusi Membuat Toko Online Dengan Mudah

Meskipun Anda memiliki beragam ide, namun bisa memilihnya yang paling memiliki keterkaitan terhadap sub topik. Hal ini penting agar mencegah Anda memasukkan ide yang tidak Anda butuhkan. Pilih ide paling relevan agar alurnya mudah terbaca sehingga mind mapping yang Anda buat lebih efektif.

Menambahkan Catatan

Anda bisa membuat mind mapping dengan berbagai cabang yang kompleks. Namun agar tidak melupakan tiap ide yang tertuang, bisa menambahkan catatan kecil.

Catatan bukan hanya sebagai bentuk pengingat, tetapi juga menjadi keterangan dari ide yang Anda anggap sulit atau terlalu kompleks. Sehingga Anda lebih mudah dalam mengingat ide tersebut dengan baik.

Kesimpulan

Mind mapping adalah cara berpikir yang terstruktur dan terorganisir yang bisa Anda gunakan. Penjelasan di atas sudah mencakup keseluruhan mengenai konsep mind mapping itu sendiri. 

Konsep semacam ini juga sering kali muncul dalam dunia teknologi. Namun untuk mempelajarinya harus meningkatkan skill dengan bergabung pada Coding Studio.