Apa Itu Competitor Analysis? Pengertian, Tujuan dan Cara Membuatnya

Competitor analysis adalah proses identifikasi kompetitor baik secara langsung maupun tidak langsung. Di sini Anda melakukan riset yang bertujuan membandingkan kekuatan dan kelemahan kompetitor terhadap bisnis Anda. 

Dalam dunia bisnis, tidak bisa terlepas dari kompetitor yang masing-masing berusaha untuk memenangkan pasar. Jika Anda mampu memahami apa kelemahan dan kekuatan mereka, tentu bisa menjadi bahan evaluasi guna meningkatkan bisnis.

Apa Itu Competitor Analysis?

Pada dasarnya, competitor analysis adalah suatu proses identifikasi kompetitor dari industri tertentu. Selain itu, juga melakukan analisis strategi pemasaran untuk melakukan pemetaan bagaimana proses persaingan bisnis yang mereka hadapi. 

Apa Itu Competitor Analysis

Mengapa competitor analysis penting? Sebab, cara ini sangat membantu Anda dalam melakukan pengumpulan informasi seputar kompetitor. Kemudian menggunakannya sebagai bahan pembanding kelemahan dan kelebihan dari bisnis Anda terhadap para kompetitor.

Dengan kata lain, competitor analysis adalah aktivitas identifikasi dan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat) dari kompetitor untuk memahami bagaimana cara mengungguli mereka.

Dari informasi ini, bisa membantu Anda dalam meningkatkan daya saing bisnis. Selain itu, untuk menemukan nilai lebih yang terdapat pada produk Anda. Misalnya adanya fitur tertentu dari produk Anda yang tidak dimiliki oleh para kompetitor.

Competitor analysis dapat Anda manfaatkan untuk menyusun strategi sekaligus menghadirkan produk inovasi yang berbeda dengan kompetitor. Hal ini akan meningkatkan pengalaman pelanggan setelah menggunakan produk Anda.

Perbedaan ini dipastikan harus berdampak positif untuk brand Anda. Misalnya Anda menambahkan varian rasa tertentu yang belum pernah ada pada makanan X, diharapkan semakin banyak konsumen yang membelinya.

Tujuan Competitor Analysis

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa competitor analysis adalah proses yang berguna untuk mengumpulkan berbagai informasi mengenai kompetitor. Proses ini memiliki tujuan yang jelas demi kelangsungan bisnis sebagaimana berikut ini.

Baca Juga:  Shadowban Adalah: Pengertian dan Cara Mudah Mengatasinya
Tujuan Competitor Analysis

Menegaskan Tawaran Brand

Bagi Anda yang akan merilis suatu produk, competitor analysis menjadi bahan untuk menegaskan tawaran brand baru. Selain itu, Anda juga bisa memahami lebih mendalam mengenai alur dan jenis dari produk yang sudah beredar sebelumnya. Dari sini, Anda bisa menawarkan produk yang memiliki nilai lebih pada pasar. 

Contoh competitor analysis ini bisa Anda lihat dari Gojek dan Grab. Keduanya memiliki aplikasi yang hampir serupa, bahkan layanannya pun demikian. Namun, coba perhatikan kembali pasti terdapat fitur yang berbeda di dalamnya.

Keduanya berhasil menawarkan keunikan untuk user experience. Meskipun hampir serupa namun masing-masing memiliki pelanggan loyalitas.

Identifikasi Peluang dan Ancaman

Ketika Anda menjalankan proses ini dengan baik, pasti mendapatkan informasi yang bernilai. Misalnya celah yang terdapat dalam produk yang kompetitor tawarkan. Anda bisa mencoba untuk mengisi celah itu pada produk Anda.

Katakanlah produk dari kompetitor tidak mempunyai fitur tertentu. Padahal fitur ini menjadi yang dicari banyak konsumen. Anda bisa menawarkan fitur itu pada produk Anda guna memenuhi permintaan pasar.

Mengetahui Kompetitor Aktual dan Potensial

Selama ini mungkin saja Anda memakai asumsi dalam menentukan siapa saja yang sebenarnya menjadi kompetitor bisnis. Padahal asumsi saja tidak menawarkan informasi yang akurat

Nah, proses competitor analysis membantu Anda dalam menemukan siapa saja yang menjadi kompetitor paling potensial. Sebab, melalui riset dan pengumpulan data, Anda bisa menemukan berbagai nama brand yang baru saja merencanakan perilisan produk serupa.

Cara Membuat Competitor Analysis

Cara Membuat Competitor Analysis

Memang untuk membuat competitor analysis bukanlah hal yang mudah karena Anda harus mengikuti berbagai langkah melakukan competitor analysis berikut ini.

Menentukan Kompetitor

Langkah pertama melakukan competitor analysis adalah menentukan siapa saja perusahaan yang turut bermain pada target pasar Anda. Terdapat dua jenis kompetitor diantaranya kompetitor langsung dan kompetitor tidak langsung. 

Kompetitor langsung menawarkan produk yang serupa dengan brand Anda. Sementara kompetitor tidak langsung menawarkan produk berbeda tetapi bermain pada pasar yang sama.

Cara termudah menemukan kompetitor adalah dengan mengamati bisnis apa saja yang ada di sekitar Anda. Bisa Anda lakukan secara langsung atau memanfaatkan internet. Misalnya Anda mencarinya melalui Google atau Google Maps.

Baca Juga:  Apa Itu Microcopy? Pengertian, Fungsi dan Contohnya

Mengenali Produk dari Kompetitor

Jika sudah mengetahui siapa saja kompetitornya, selanjutnya dalami produk-produk yang ditawarkan. Mulai dari target market, harga produk, cara masuk ke dalam pasar, karakteristik, kemasan, pelayanan, dan sebagainya.

Memahami Strategi Pemasaran

Jika sudah mengenali produknya, Anda bisa mengenali bagaimana kompetitor memasarkan produk. Misalnya bagaimana cara pendistribusiannya, cara penjualannya, teknik produksi hingga treatment yang membuat pelanggan menyukai pelayanannya.

Mendalami Sistem Bisnis

Tidak hanya produk dan juga pemasarannya saja, namun Anda juga harus menganalisis cara kerjanya. Sistem bisnis adalah hal penting untuk meraih output secara efisien dan produktif. Bisnis Anda bisa meniru kelebihan dari kompetitor dan juga menerapkannya.

Memahami Digital Marketing

Saat ini, pemasaran secara konvensional mungkin sudah tidak terlalu relevan. Meskipun masih banyak yang fokus penjualan secara offline. Strategi digital marketing ini efektif dan juga mampu mendistraksi para kompetitor yang tidak merambah ke dunia digital.

Pada dasarnya competitor analysis adalah untuk memahami bagaimana kompetitor Anda dalam dunia bisnis. Perbedaan antara competitor analysis dengan benchmark analysis lebih kepada standar untuk membandingkan satu dengan lainnya yang serupa. Sementara kompetitor tidak harus serupa.

Dibutuhkan pula strategi digital marketing untuk meningkatkan bisnis. Sehingga tidak heran banyak perusahaan yang mencari karyawan yang mahir dalam bidang digital marketing. Untuk mendapatkan skill yang memudahkan Anda berkarir di berbagai perusahaan besar, ikuti kursus Coding Studio yang profesional dan berpengalaman.