java-vs-javascript

Apakah Java dan JavaScript Sama? Ini Jawabannya!

Bahasa pemrograman atau bahasa komputer, merupakan instruksi dasar dan standar yang digunakan untuk melakukan berbagai perintah komputer. Bagi yang sudah akrab dengan coding atau pembelajar bahasa pemrograman, tentu juga tidak asing dengan Java atau JavaScript.

Ya, sering kali orang awam menganggap kedua bahasa pemrograman ini sama saja. Padahal nyatanya berbeda dan pastinya perbedaan tersebut cukup mencolok antara satu dengan yang lain. Lantas, perbedaan seperti apakah yang dimaksud?

Mengenal Berbagai Bahasa Pemrograman

Sebelum mengenal lebih jauh perbedaan antara kedua bahasa pemrograman di atas, ada baiknya jika kamu juga mengenal macam-macam bahasa pemrograman yang lain. Apalagi jika kamu sedang belajar bagaimana menjalankan coding atau membuat program/website tertentu.

Sejatinya ada banyak sekali bahasa yang digunakan oleh seorang programmer dalam melakukan coding atau penyusunan berbagai program, namun dari sekian banyaknya terdapat setidaknya 5 bahasa pemrograman yang populer dan bisa dijadikan referensi.

1. PHP

PHP atau Hypertext Preprocessor, adalah bahasa coding yang bersifat open source dan sering kali digunakan dalam pengembangan suatu website. Bahkan berbagai website besar di dunia pun dibangun menggunakan bahasa pemrograman ini. Meskipun begitu, PHP juga bisa digunakan untuk membuat aplikasi komputer karena memiliki fleksibilitas yang tinggi sehingga dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan.

2. SQL

Structured Query Language atau SQL sejatinya adalah sebuah bahasa coding yang secara khusus dipakai untuk membuat serta mengolah berbagai database dalam sebuah sistem. Bagi pengembang website seperti Back-end atau Full-Stack Developer, bahasa pemrograman yang satu ini wajib dikuasai dan dipahami.

3. Phyton

Bisa dibilang, bahasa pemrograman yang satu ini bersifat interpretatif dan multiguna, sebab dibandingkan bahasa coding lain yang terkesan susah dipahami, Phyton cenderung menekankan pada keterbacaan kode yang relatif mudah dipelajari. Beberapa kegunaan seperti komputasi ilmiah, matematika, bahkan proyek Artificial Intelligence juga kerap menggunakan bahasa coding ini.

4. Java

Banyak aplikasi Android maupun komputer yang menggunakan bahasa pemrograman ini, terlebih karena di dalamnya tersedia berbagai sistem untuk mengembangkan perangkat lunak sebuah aplikasi dan penerapannya dalam berbagai platform. Tidak mengherankan jika kamu yang ingin membuat aplikasi berbasis desktop, mobile, bahkan website perlu mempelajarinya.

5. JavaScript

Bisa dibilang, bahasa coding yang satu ini merupakan bahasa yang paling umum dipakai dalam dunia programming. Selain karena dapat dipelajari dengan mudah dan cepat, bahasa pemrograman ini juga mudah dipakai untuk berbagai tujuan, utamanya untuk meningkatkan tampilan dan fungsi sebuah website.

Bedanya Java dan JavaScript

Secara sekilas, antara kedua bahasa pemrograman yang sama-sama mengandung nama pulau di Indonesia ini memang memiliki kesamaan, misalnya dari dukungan terhadap OOP (Object Oriented Programming) untuk tujuan kemudahan pengembangan suatu aplikasi.

Bahkan keduanya juga cocok untuk pengembangan front-end maupun back-end sebuah website. Sebab keduanya sama-sama dapat diandalkan untuk menangani website serta memperkuat tampilan awalnya.

Kendati begitu, ada beberapa perbedaan yang sebenarnya cukup mencolok di antara dua bahasa pemrograman ini. Apa sajakah itu, berikut beberapa di antaranya.

1. Aturan penulisan

Secara penulisan, bisa dibilang kedua bahasa coding ini sudah memiliki perbedaan yang cukup mencolok. Hal ini karena JavaScript relatif lebih sederhana sehingga cocok dipelajari terlebih dahulu, terutama oleh programmer pemula. Namun keduanya tetap perlu dipahami, terutama jika kamu ingin lebih mendalami tentang OOP.

2. Penggunaan

Dari segi penggunaan pun keduanya memiliki perbedaan yang cukup mencolok. JavaScript lebih banyak digunakan untuk pengembangan aplikasi website, baik itu dari segi front-end maupun back-end. Berbeda dengan bahasa Java yang lebih banyak digunakan pada pengembangan aplikasi mobile berkat fitur-fitur yang dimilikinya.

3. Skala penggunaan

Perbedaan pada poin ini memang tidak terlalu terlihat apabila aplikasi masih dibuat dalam skala yang kecil. Namun jika kamu ingin mengembangkannya lebih jauh, maka faktor skalabilitas ini juga harus diperhatikan dengan baik.

Hal ini dikarenakan dari segi skala penggunaan, JavaScript cenderung lebih lemah. Bahasa pemrograman ini belum dapat digunakan secara multi thread atau melakukan pekerjaan berbeda di memori yang sama. JavaScript lebih bisa dijalankan secara single thread atau menjalankan tugas dalam satu memori.

4. Proses eksekusi

Perbedaan lain juga dapat dilihat dari proses eksekusi yang dijalankan dari kedua bahasa pemrograman tersebut. Pada JavaScript, hasil sudah dapat dilihat meskipun hanya menggunakan browser web saja. Berbeda dengan bahasa pemrograman lain yang hasil codingnya baru bisa dilihat menggunakan Virtual Machine terlebih dahulu.

5. Kompilasi

Perbedaan eksekusi dipengaruhi oleh sifat kompilasi dari kedua bahasa pemrograman tersebut. Sebagai perbandingan, JavaScript menggunakan bahasa script yang dapat diketahui hasilnya saat runtime sehingga lebih dinamis.

Berbeda dengan bahasa pemrograman Java yang bersifat kompilasi di mana hasilnya akan bisa diketahui pada saat proses kompilasi tersebut berlangsung. Itulah mengapa, JavaScript bisa diakses secara lebih mudah melalui browser apapun, dan tidak harus melalui virtual machine.

Rekomendasi Kursus Online Bahasa Pemrograman

Belajar berbagai bahasa pemrograman dan memahami perbedaan di antara semuanya memang sangat penting bagi seorang programmer. Kamu yang masih pemula pun juga sebaiknya tidak segan untuk mendalaminya lebih jauh, misalnya dengan beberapa kursus online.

Kamu bisa mendaftarkan kursus online di Coding Studio terkait pemrograman Java.

Demikian sejumlah informasi mengenai perbedaan bahasa pemrograman seperti Java dan JavaScript, serta rekomendasi berbagai kursus online yang bisa diakses secara mudah. Bagaimana, semakin tertarik mendalaminya?