Uji T SPSS, Definisi dan Cara Menghitungnya

Uji T SPSS

Tentu Anda yang akan melakukan suatu penelitian kuantitatif tak asing lagi dengan uji T, termasuk uji T SPSS yang merupakan salah satu metode yang digunakan dalam menguji sampel serta menguji kebenaran dari suatu hipotesis.

Uji T adalah salah satu pengujian yang wajib dilakukan oleh para peneliti, agar data yang nantinya dihasilkan akurat serta sesuai realita yang dijumpai di lapangan.

Definisi Uji T

Uji T SPSS

Apakah definisi uji T itu? Berdasarkan definisi dari para ahli, uji T memiliki definisi sebagai suatu metode pengujian statistik yang membandingkan rata-rata dari dua sampel dalam menguji benar atau tidak suatu hipotesis (uji asumsi) di suatu populasi.

Ada dua jenis hipotesis yang dipakai pada uji T termasuk uji T SPSS. H0 (Hipotesis nol) yang berarti perbedaan dari rata-rata dari dua kelompok sebenarnya adalah nol. Ha (Hipotesis alternatif) yang berarti sebenarnya perbedaan berbeda dari nol.

Maka bisa dikatakan bahwa pengertian uji T merupakan metode pengujian statistik inferensial yang dipakai dalam menentukan apakah terdapat perbedaan signifikan di antara rata-rata dari dua kelompok yang kemungkinan terkait pada fitur-fitur tertentu.

Waktu Penggunaan Uji T

Uji T SPSS

Uji T hanya dapat digunakan saat ingin membuat perbandingan rata-rata dari dua kelompok menggunakan perbandingan berpasangan. Maka bila kenyataannya data yang akan Anda bandingkan melebihi dua kelompok maka Anda tak bisa menerapkan uji T. Untuk kasus itu Anda dapat memakai uji ANOVA / uji Post Hoc.

Uji T adalah metode uji parametrik, maka pengujian ini nantinya menghasilkan asumsi yang sama mengenai data seperti pada uji parametrik statistik yang lainnya.

Uji T SPSS mengasumsikan data berdasarkan beberapa prinsip, di antaranya:

  • Data bersifat mandiri (independen)
  • Kurang lebih data nantinya terdistribusi secara normal
  • Jumlah varian uji T memiliki sifat bernilai sama atau homogenitas varians untuk masing-masing data kelompok yang dibandingkan atau diuji.

Bila data pengujian ternyata tak sesuai asumsi di atas, Anda bisa mencoba opsi metode uji nonparametrik pada uji T, di antaranya uji Wilcoxon Signed-Rank pada data yang memiliki varians tak sama.

Baca Juga:  Mail Merge: Pengertian, Fungsi, Contoh dan Cara Membuatnya

Jenis-jenis Uji T

Ada 3 jenis uji T pada metode untuk meneliti sampel statistik, termasuk uji T SPSS. Tiga metode ini menjadi penentu fungsi dari sampel penelitian yang Anda lakukan, apakah perbandingan kelompok asalnya dari suatu populasi ataupun dua populasi berbeda serta apakah Anda akan menguji perbedaan dengan arah tertentu.

1.      Uji T Berpasangan

Metode pengujian ini digunakan bila diperoleh data kelompok asalnya dari 1 populasi. Contohnya mengukur data sebelum lalu sesudah eksperimental.

Pada kasus sampel berkaitan dengan beberapa cara / mempunyai karakteristik sesuai maka metode ini pun berlaku. Misalnya dapat kita jumpai di analisis komparatif terdiri dari data kelompok anak-anak, saudara kandung ataupun orang tua.

Uji T berpasangan atau berkorelasi merupakan tipe dependen, sebab ini melibatkan kasus dua set sampel yang saling berhubungan. Rumus uji T berpasangan secara matematis adalah:

Uji T SPSS

Di mana:

  • Mean1 dan Mean2 merupakan nilai rata-rata dari masing-masing kumpulan data sampel
  • s(diff) merupakan standar deviasi dari perbedaan value data berpasangan
  • n merupakan ukuran sampel (jumlah perbedaan berpasangan)
  • n-1 merupakan derajat kebebasan

2.      Uji T Satu Sampel

Metode satu ini berlaku bila terdapat sampel data satu kelompok yang dibandingkan pada nilai standar. Contohnya membandingkan tingkat keasaman dari suatu cairan dengan pH netral 7.

Metode uji T satu sampel atau yang kerap dikenal dengan istilah Equal variance t-test ini juga dapat digunakan di kondisi jumlah sampel di masing-masing kelompok data adalah sama, ataupun varians dari dua kumpulan data serupa. Rumus uji T satu sampel secara notasi matematika adalah:

Uji T SPSS

Di mana:

  • Mean1 dan Mean2 merupakan nilai rata-rata dari masing-masing kumpulan data sampel
  • Var1 dan Var2 merupakan varian dari setiap set data sampel
  • n1 dan n2 merupakan jumlah record di masing-masing kumpulan data sampel

3.      Uji T Independen

Metode pengujian ini digunakan bila kelompok asalnya dari dua data populasi berbeda. Uji T SPSS varians tak sama (independen) ini diperlukan saat jumlah sampel di masing-masing kelompok berbeda serta varians dua kumpulan data juga berbeda.

Contoh ada dua spesies yang berbeda, atau orang yang berasal dari kota berbeda. Uji ini dikenal pula dengan nama uji T Welch. Rumus uji T independen secara notasi matematika dapat Anda ketahui berikut ini:

Baca Juga:  Cyber Stalking Adalah: Pengertian, Penyebab dan Cara Mengatasinya
Uji T SPSS

Di mana:

  • Mean1 dan Mean2 merupakan nilai rata-rata dari masing-masing kumpulan data sampel
  • Var1 dan Var2 merupakan varian dari setiap set data sampel
  • n1 dan n2 merupakan jumlah record di masing-masing kumpulan data sampel

Rumus Uji T SPSS

Tujuan dari rumus uji T SPSS adalah untuk memperkirakan perbedaan sebenarnya dari rata-rata dua kelompok dengan memakai rasio perbedaan rata-rata kelompok dari kesalahan standar gabungan pada kedua kelompok itu.

Pengujian data untuk sampel statistika ini dapat Anda lakukan dengan aplikasi Excel, SPSS serta menghitungnya secara manual dengan rumus perhitungan uji T berikut ini:

Uji T SPSS

Di mana:

  • t merupakan nilai t
  • x1 dan x2 merupakan rata-rata dua kelompok yang dibandingkan
  • merupakan kesalahan standar dari gabungan dua kelompok
  • n1 dan n2 merupakan jumlah pengamatan pada masing-masing kelompok

Cara Perhitungan Uji T

Sebenarnya untuk menghitung uji T kita memerlukan tiga nilai data kunci sebagai syarat, antara lain perbedaan nilai rata-rata dari masing-masing kumpulan data (perbedaan rata-rata), standar deviasi masing-masing kelompok serta jumlah nilai data masing-masing kelompok.

Hasil/output metode uji T adalah Nilai-t yang kemudian dibandingkan dengan nilai pada Tabel Distribusi-T atau tabel nilai kritis. Perbandingan ini membantu sebagai penentu pengaruh peluang pada perbedaan atau apakah perbedaan tersebut ada diluar rentang peluang.

Cara uji T SPSS dapat mempermudah proses perhitungan. Sesudah proses perhitungan selesai, Anda dapat membandingkan t hitung dengan t tabel, yaitu:

  1. Jika nilai t hitung positif maka perbedaannya membuat t hitung lebih besar dari t tabel.
  2. Jika nilai t hitung negatif maka perbedaannya membuat t hitung lebih kecil dari t tabel.

Tak hanya membandingkan t hitung dan t tabel, Anda pun dapat menggunakan p value atau sig dengan 2 tailed. Dengan demikian probabilitas dapat diperoleh dengan cukup signifikan yaitu 0,05. Dengan perhitungan yang benar, maka penelitian kuantitatif dapat menghasilkan data terpercaya.

Cara Melakukan Uji T SPSS

Uji T SPSS

Untuk melakukan uji T SPSS Anda dapat menggunakan menu analisis, deskriptif statistik dan explor data. Kemudian muncul jendela baru dan gunakan beragam fungsi yang ada. Bila perhitungan telah selesai, pilih tombol OK dan tunggu output perhitungan selesai.

Baca Juga:  Bandwidth Adalah: Pengertian, Jenis, Fungsi dan Cara Kerjanya

Demikian informasi tentang definisi uji T termasuk uji T SPSS beserta perhitungannya sebagai referensi pembelajaran Anda. Semoga membantu.

Tertarik mengikuti kursus SPSS, cek promonya di Coding Studio

Related Articles