Cara Uji Heteroskedastisitas SPSS

Heteroskedastisitas SPSS

Analisis asumsi klasik adalah salah satu syarat yang wajib dilakukan sebelum lanjut ke pengujian regresi. Terdapat beberapa pengujian dalam asumsi klasik, salah satu di antaranya adalah uji heteroskedastisitas SPSS.

Untuk melakukan uji heteroskedastisitas memang sangat mudah sebab telah tersedia software atau program khusus yang bisa digunakan. Software tersebut adalah SPSS.

Heteroskedastisitas SPSS

SPSS adalah aplikasi atau software statistika yang dikembangkan secara khusus guna mengolah data-data berupa angka penelitian. Dalam pembahasan ini, kami akan melakukan uji heteroskedastisitas SPSS versi 22.

Akan tetapi sebelumnya kita perlu mengetahui sedikit teori dasarnya terlebih dahulu. Apakah arti dari heteroskedastisitas? Seperti apa pengujian dan interpretasinya?

Cara uji heteroskedastisitas SPSS adalah uji asumsi klasik dengan tujuan menguji apakah ada ketidaksamaan varians pada satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Arti varians yaitu ragam distribusi untuk mengukur besarnya persebaran kumpulan bilangan.

Bila hasil pengamatan yang satu ke pengamatan lainnya tetap maka dikatakan homokedastisitas. Model regresi dianggap baik jika model tersebut homokedastisitas atau tak memiliki permasalahan heterokedastisitas.

Uji heterokedastisitas mempunyai beragam model atau metode pengujian. Menurut beberapa peneliti sebenarnya terdapat 10 metode yang direkomendasikan. Akan tetapi metode yang kerap atau umumnya dipakai oleh peneliti adalah Uji Glejser, Uji Park, Uji Rank Spearman serta analisis gambar grafik plot.

Pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan tentang salah satu pengujian heterokedastisitas yaitu Uji Rank Spearman. Pengujian ini adalah metode pengujian heterokedastisitas yang menghubungkan variabel bebas (variabel independen) dan nilai unstandardized residual.

Cara Mengetahui Permasalahan Heteroskedastisitas

Terdapat dua cara yang bisa digunakan guna mendeteksi apakah model regresi yang akan digunakan memiliki permasalahan heterokedastisitas ataupun tidak. Berikut caranya selain dengan uji heteroskedastisitas SPSS:

1.      Diamati dari nilai t hitung

Metodenya mencari nilai korelasi Rank Spearman di antara AbsRes dengan setiap variabel bebas (independen) memakai rumus:

Baca Juga:  Shopify adalah Solusi Membuat Toko Online Dengan Mudah
Heteroskedastisitas SPSS

2.      Dengan kriteria pengujian

  • H0 diterima jika -t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel
  • H0 ditolak jika t hitung < -t tabel atau t hitung > t tabel

Cara untuk mengetahui t tabel dengan melihat di data kolom t tabel yang disesuaikan ketentuan t tabel = (N-K-1, 0,05 (df)).

Diamati dari nilai signifikansi, jika nilai sig. variabel bebas (independen) > 0,05 maka H0 diterima, H1 ditolak yang berarti tak ada permasalahan heterokedastisitas / bisa dibilang homokedastisitas.

Kita telah mengetahui dasar teori uji heterokedastisitas berikut cara mengambil keputusan mengenai permasalahan heterokedastisitas. Kali ini kami akan menyampaikan cara untuk melakukan uji heterokedastisitas menggunakan cara uji heteroskedastisitas SPSS metode Uji Rank Spearman memakai software SPSS ver. 22.

Pengujian Heteroskedastisitas SPSS

Sebagai langkah awal silakan Anda mempersiapkan data untuk diuji dan laptop / komputer yang telah diinstall software SPSS. Anda bebas untuk install SPSS versi manapun, akan tetapi kami merekomendasikan untuk menginstall versi 21, 22 atau 23 saja, sebab ketiganya tak terlalu jauh perbedaannya. Agar Anda lebih mudah dalam mengikuti penjelasan praktik dari kami.

Kami telah mempersiapkan data yang nantinya dilakukan uji heteroskedastisitas SPSS. Bila Anda belum memiliki data untuk diuji, maka Anda dapat menggunakan data berikut ini untuk praktik.

Mengenai latihan praktik ini, kita akan mencari hubungan antara stres kerja (X1) serta kepuasan kerja (X2) pada tingkat prestasi guru (Y)

  • Silakan Anda atur terlebih dahulu kolom variabel pada Variable View seperti pada gambar berikut ini
Heteroskedastisitas SPSS

Kemudian input data dari seluruh variabel X dan Y pada Data View. Mengenai input data, Anda dapat langsung mengetiknya di SPSS atau dengan copy-paste dari Excel. (Kami lebih senang mempersiapkan data pada Excel terlebih dahulu, kemudian copy-paste pada SPSS).

Heteroskedastisitas SPSS
  • Berikutnya cari nilai unstandardized residual dengan klik Analyze > Regression > Linear.
Heteroskedastisitas SPSS
  • Nantinya muncul kotak dialog, berikutnya pindahkan variabel Y (prestasi guru) pada kolom dependent serta variabel X1 (stres kerja) dan X2 (kepuasan kerja) pada kolom independent dengan tanda panah yang berada di tengah (antara dua kolom)
Baca Juga:  Executive Summary: Pengertian, Manfaat dan Cara Membuatnya
Heteroskedastisitas SPSS
  • Untuk uji heteroskedastisitas SPSS scatterplot, pada bagian kanan pilih tombol Save dan centang Unstandardized pada bagian Residuals, kemudian Continue.
Heteroskedastisitas SPSS
  • Anda nantinya kembali pada kotak dialog sebelumnya, kemudian pilih OK. Secara otomatis pada Data View nantinya muncul kolom baru bernama RES_1.
  • Berikutnya cari nilai absolut, pilih menu Transform > Compute Variable. Nantinya muncul kotak dialog.
  • Pada bagian Target Variable isi dengan AbsRes serta bagian Numeric Expression dengan Abs(RES_1). Kemudian pilih OK.
Heteroskedastisitas SPSS
  • Berikutnya, pilih menu Analyze > Correlate > Bivariate.
Heteroskedastisitas SPSS
  • Nantinya muncul kotak dialog Bivariate Correlations. Secara berurutan masukkan variabel AbsRes, X1 serta X2 pada kotak variables. Hilangkan tanda checklist Pearson serta checklist pada Spearman. Kemudian OK.
Heteroskedastisitas SPSS
  • Nantinya output hasil yang diperoleh dari cara menghitung uji heteroskedastisitas SPSS sebagai berikut.
Heteroskedastisitas SPSS

Interpretasi Uji Heteroskedastisitas SPSS

Sesudah melakukan beberapa langkah uji heteroskedastisitas SPSS, kita dapat menginterpretasikan hasil dari uji heterokedastisitas. Kami akan menginterpretasikan hasil pengujian heterokedastisitas dengan dua metode yang sebelumnya sudah disampaikan di atas.

1.      Diamati dari t hitung

Awalnya hitung dengan rumus yang telah disampaikan di atas. Masukkan value hasil pengujian kolom Correlation pada rumus. Kami hanya mencontohkan salah satu variabel yaitu X1 (stres kerja), berikutnya dapat Anda lanjutkan sesuai contoh. Mari kita menghitung:

Heteroskedastisitas SPSS

Keterangan R = Correlation Coefficient / N = Jumlah Data

  • Mencari nilai t tabel

Adanya ketentuan t tabel = (N-K-1, 0,05 (df)) maka t tabel = (15-2-1, 0,05 (df)). K = jumlah variabel X. Silakan Anda cari t tabel di kolom data t tabel yang sebelumnya telah Anda download. Kita pun akan memperoleh nilai t tabel = 2,178.

Heteroskedastisitas SPSS
  • Berikutnya, sesuaikan pada kriteria pengujian.

Nilai t hitung dari variabel X1 (stres kerja) adalah 1,531 dengan nilai t tabel 2,178. Kemudian masukkan pada kriteria pengujian. Hasil yang diperoleh -2,178 ≤ 1,531 ≤ 2,178, mengingat hasilnya sesuai kriteria yang ditentukan sehingga H0 diterima H1 ditolak yang berarti tak terdapat permasalahan heterokedastisitas pada variabel X1 (stres kerja).

2.      Diamati dari nilai Sig. (signifikansi)

Berdasarkan hasil dari pengujian, kita memperoleh nilai signifikansi variabel X1 (stres kerja) sebesar 0,149. Berikutnya kita bandingkan, 0,149 > 0,05 sehingga H0 diterima.

Baca Juga:  Pelatihan SPSS: Pentingnya Olah Data Menggunakan SPSS

Dalam pengujian heterokedastisitas, jika nilai Sig. variabel > derajat signifikansi (0,05) berarti tak ada permasalahan heterokedastisitas atau dapat dikatakan homokedastisitas.

Penutup

Pengujian heterokedastisitas adalah salah satu pengujian yang ada pada analisis asumsi klasik yang umumnya diharuskan melakukan uji pada penelitian yang memakai skala likert.

Software SPSS adalah salah satu software atau program yang mempermudah kita untuk melakukan pengujian. Meskipun sebenarnya ada opsi software lain yang bisa digunakan, salah satu di antaranya adalah Eviews.

Demikian pembahasan tentang uji heteroskedastisitas SPSS. Terima kasih dan semoga bermanfaat bagi Anda yang ingin mempelajarinya. Selamat mencoba.

Tertarik mengikuti kursus SPSS, cek promonya di Coding Studio

Related Articles