Halo Learners! Sudah pada sadar kan kalau dunia ini semakin lama semakin bergantung pada teknologi? Ke depannya talent di bidang IT pasti akan banyak diincar perusahaan, Learners. Apalagi sekarang startup IT semakin menjamur. Saat ini, masih banyak orang yang setelah mendengar kata IT akan langsung beranggapan kalau kerjaan di IT adalah coding, menjadi programmer atau developer, dan hacking. Padahal pekerjaan di dunia IT juga banyak lho variasinya, salah satunya adalah bidang UI/UX. Nah, artikel kali ini akan memberikan tips belajar UI/UX untuk kamu nih!

Sebelum belajar UI/UX lebih jauh lagi, kamu harus memahami terlebih dahulu apa itu UI dan UX. UI (User Interface) adalah tampilan yang kamu lihat ketika membuka suatu aplikasi atau website, sedangkan UX (User Experience) adalah pengalaman yang kamu dapatkan ketika menggunakan aplikasi atau website tersebut. Peran UI/UX ini penting banget lho bagi perusahaan, karena UI/UX menjadi salah satu faktor yang menentukan apakah pengguna akan terus menggunakan produk perusahaan tersebut atau tidak. Nah, buat kamu yang ingin berkarir di bidang IT tapi merasa tidak cocok dengan coding atau pemrograman, UI/UX dapat menjadi salah satu pilihan kamu. Tapi apa aja sih yang perlu dilakukan untuk menjadi seorang UI/UX designer? Yuk langsung aja kita bahas!

Theory First!

Sebelum memulai belajar UI/UX pastinya kamu harus memahami dengan jelas apa itu UI dan UX. Kalau kamu melihat pekerjaan UI/UX designer hanya membuat desain aplikasi aja, berarti kamu baru melihat kulitnya doang nih, Learners. Pasalnya UI dan UX itu merupakan hal yang berbeda dan punya banyak teori. Karena hal ini, ada beberapa perusahaan yang memisahkan bidang UI dan UX.

Dalam UI/UX juga ada spesialisasi lho, seperti menjadi UX Writer, UX Researcher, UI Designer, dan lainnya. Banyak kan? Nah karena itu, kamu harus memahami betul perbedaannya sebelum memulai karir kamu. Dengan mengerti perbedaannya, kamu juga bisa menentukan mana yang ingin kamu kuasai terlebih dahulu sehingga dapat lebih fokus belajar.

Pilih Senjata Kamu!

Eitss tenang maksudnya bukan yang bisa nembak itu kok, tapi senjata yang dimaksud adalah tools yang akan kamu gunakan untuk mempermudah pekerjaan kamu. Beberapa tools yang paling banyak digunakan saat ini adalah Figma, Adobe XD, dan Sketch.

Text Description automatically generated with low confidence

Ketiga tools di atas adalah software yang biasanya digunakan untuk membuat desain. Kamu dapat melakukan riset atau langsung mencoba tools di atas lalu menentukan mana yang paling cocok untuk kamu. Beberapa tools lainnya yang dapat kamu gunakan adalah Dribbble untuk mencari ide atau inspirasi, InVision untuk membuat wireframe dan prototype, dan masih banyak lagi!

Latian Latian Latian!

Latihan pastinya wajib dilakuin dong. Teori tanpa praktek itu rasanya pasti gak lengkap, Learners. Setelah belajar UI/UX secara teori, kamu akan menemukan jika proses desain UI/UX itu memiliki banyak tahap, mulai dari brainstorming, riset, membuat wireframe, hingga menjadi desain UI/UX yang siap direalisasikan. 

Banyak pemula di bidang UI/UX yang masih mengabaikan tahap-tahapan ini dan langsung latihan membuat desain, padahal tahapan ini penting banget lho dan pastinya akan berguna banget di dunia kerja nantinya. Karena itu, step 1 di artikel ini yaitu Theory First harus kamu lakuin ya!

 Salah satu teori penting yang harus kamu tau sebelum Latihan adalah design thinking. Jangan lupa dipelajari ya sebelum Latihan!

Belajar UI/UX

Gambar: goodnewsfromindonesia.id/2020/03/30/mengenal-design-thinking-metodologi-pemecah-masalah

Lihat Kembali

Percaya diri itu baik tapi kalau berlebihan gak bagus juga, Learners. Dalam UI/UX kamu akan mendesain untuk pengguna, karena itu kamu harus menanamkan prinsip user oriented saat membuat desain. Apa maksudnya nih?

Maksudnya adalah kamu harus selalu melakukan review terhadap hasil kerja kamu, Learners. Desain yang kamu buat dan kamu rasa bagus, belum tentu terlihat baik di mata orang lain dan calon pengguna kamu. Selain itu, dalam UI/UX keindahan dan kemudahan harus seimbang, sehingga kita tidak bisa hanyak membuat desain demi estetika. Karena itu, kamu harus selalu melihat kembali dan banyak meminta pendapat orang lain tentang desain kamu. Apakah orang lain dapat mengerti alur penggunaan aplikasi, apakah enak dilihat, apakah mudah diingat dan lainnya.

Salah satu teori penting yang seringkali digunakan untuk melakukan review UI/UX adalah teori 8 aturan emas (8 golden rules) dan 5 faktor manusia terukur, yang berasal dari buku Designing the User Interface dari Shneiderman, Plaisant, Cohen, Jacobs, dan Elmqvist.

Belajar UI/UX

Teori 8 aturan emas adalah teori yang dapat kamu gunakan untuk melakukan evaluasi terhadap desain UI kamu, sedangkan teori 5 faktor manusia terukur dapat kamu gunakan untuk mengevaluasi desain UX kamu. Jangan lupa dicari tau lebih lanjut ya, teori ini berguna banget lho, Learners!

Koleksi Karyamu

Setelah melakukan tahap-tahap di atas, artinya kamu sudah cukup siap untuk terjun ke lapangan nih! Langkah selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah membuat portfolio dari hasil karya kamu. Hal ini penting banget lho biar kamu makin dilirik sama HR.

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan: 

  • Publikasikan karya kamu di website seperti Dribbble atau Behance. Setelah meng-upload karya kamu disana, kamu dapat menyematkan link ke profile kamu di LinkedIn atau sosial media kamu agar para HR dapat melihat karya-karya kamu dengan mudah. Jangan lupa tuliskan di CV juga ya!
  • Buat story telling portfolio. Sebelum melamar pekerjaan, kamu pasti akan diminta mengirimkan CV dan portfolio, kan? Nah kamu harus membuat portfolio kamu menonjol dan menarik perhatian HR. Salah satu caranya adalah kamu dapat mendesain portfolio kamu semenarik mungkin dan menambahkan sedikit storytelling, yang maksudnya adalah kamu dapat menambahkan proses tahapan kamu membuat desain tersebut. Hal ini karena dalam UI/UX empati kepada pengguna sangat penting. Dengan menyematkan proses ini di portfolio akan menjadi nilai tambah buat kamu.

Penulis: Cynthia