statistika-inferensi

Mengenal Apa itu Statistika Inferensi Lebih Dalam

Statistika inferensi adalah proses menganalisis data dengan variasi acak dan menarik kesimpulan darinya. Aplikasi dari statistika inferensi sendiri adalah pada hypothesis-testing dan confidence-interval. Intinya, statistika inferensi adalah metode pengambilan keputusan tentang parameter populasi, berdasarkan pengambilan sampel secara acak. Ini membantu untuk menilai hubungan antara variabel dependen dan independen. Tujuan inferensi statistik adalah untuk mengestimasi ketidakpastian atau variasi dari satu sampel ke sampel berikutnya. Ini memungkinkan kamu untuk memberikan rentang nilai untuk apa pun dalam nilai populasi yang sebenarnya.

statistika-inferensi
Photo by pressfoto on freepik

Ada pun komponen yang digunakan untuk membuat inferensi statistik adalah ukuran sampel, variabilitas dalam sampel, dan ukuran perbedaan yang diamati. Untuk memeriksa data dengan benar, statistika inferensi diperlukan. Analisis data yang tepat diperlukan untuk memahami temuan penelitian agar mendapatkan kesimpulan yang akurat. Hal ini sebagian besar digunakan untuk meramalkan masa depan untuk berbagai pengamatan di banyak domain. Di mana, ini akan membantu kamu dalam menarik kesimpulan dari fakta.

Jenis Statistika Inferensi

1. Confidence Interval

statistika-inferensi
Photo by simplypsychology.org/confidence-interval.html

Confidence interval adalah rentang perkiraan untuk parameter yang tidak diketahui dalam statistik, yang dinyatakan sebagai interval dengan batas bawah dan atas. Pada jenis ini, digunakan oleh ahli statistik untuk menilai ketidakpastian dalam variabel sampel. Ketika kamu mengambil sampel acak berkali-kali, tingkat confidence mengacu pada proporsi kemungkinan. Untuk kepastian, confidence interval akan mencakup parameter populasi nyata.

2. Pearson Correlation

statistika-inferensi
Photo by statstest.com/pearson-correlation

Pearson Correlation adalah statistik uji untuk menentukan hubungan statistik antara dua variabel kontinu. Dikarenakernakan berdasar pada pendekatan kovarians, ini diakui sebagai metode terbaik untuk mengukur hubungan antara variabel yang diinginkan. Ini mengungkapkan jumlah dan arah tautan, atau korelasi. Ini merupakan koefisien korelasi yang biasa digunakan dalam regresi linier. Di mana, terdapat angka antara -1 dan +1 yang menunjukkan seberapa kuat dua variabel terkait secara linier.

3. Multi-variate regression

statistika-inferensi
Photo by blog.devgenius.io/multivariate-linear-regression

Multi-variate regression adalah teknik untuk menentukan sejauh mana banyak variabel independen dan variabel dependen terhubung secara linier. Jenis ini merupakan algoritma machine learning supervised yang melibatkan banyak variabel data untuk dianalisis.Setelah tingkat hubungan yang diinginkan telah ditetapkan, metode ini secara luas digunakan untuk mengantisipasi perilaku variabel dependen yang terkait dengan perubahan variabel independen.

4. Statistik chi-square dan tabel kontingensi

statistika-inferensi
Photo by rumusstatistik.com/2020/02/tabel-chi-square.html

Salah satu teknik untuk menggambarkan hubungan antara dua variabel kategori adalah dengan menggunakan statistik chi-square. Di mana, statistik chi-kuadrat adalah nilai tunggal yang menunjukkan seberapa besar perbedaan antara jumlah yang kamu lihat dan prediksi. Untuk tabel kontingensi, digunakan dalam statistik untuk meringkas hubungan antara beberapa variabel kategori. Tabel kontingensi adalah jenis khusus dari tabel distribusi frekuensi, di mana dua variabel ditampilkan secara bersamaan.

5. ANOVA atau T-test

statistika-inferensi
Photo by stats.stackexchange.com/questions/353511/explain-relationship-between-t-test-and-anova

ANOVA menguji apakah tiga atau lebih populasi secara statistik berbeda satu sama lain. Sedangkan, t-test menentukan apakah dua populasi berbeda secara statistik satu sama lain. Keduanya fokus pada perbedaan sarana dan penyebaran distribusi antar kelompok, tetapi mereka menggunakan metode yang berbeda untuk mengevaluasi signifikansi statistik. Kedua tes ini akan dilakukan ketika sampel independen satu sama lain dan memiliki distribusi normal atau ketika jumlah sampel tinggi.

Itulah yang perlu kamu ketahui tentang statistika inferensi. Nah, kalau kamu tertarik tentang apa yang kita bahas kali ini, pantau terus blog ini, ya! Kamu juga bisa kunjungi Instagram @codingstudio.id untuk menambah pengetahuanmu.