Buat kamu para pekerja kantoran, pastinya sudah tidak asing lagi dengan software Microsoft Excel, software yang menggunakan spreadsheet dalam mengatur sejumlah data dengan berbagai rumus dan fungsi. Kebanyakan dari praktisi data kerap mengatakan bahwa skill Excel itu wajib untuk dikuasai. Biasanya Excel dimanfaatkan oleh praktisi data untuk mendukung aktivitas dalam menghitung, mengolah data,  menganalisis data, meringkas data, dan lain sebagainya. Agar proses pengolahan data kamu lebih cepat dan efektif, maka kamu perlu menggunakan rumus dasar Excel. Mengenal rumus dasar Excel merupakan suatu keharusan jika kamu ingin memulai karir sebagai praktisi data. Dari sekian banyak rumus pada Excel, kami telah merangkum 7 rumus dasar Excel yang harus dikuasai oleh praktisi data. Yuk, simak apa saja rumusnya!

1. SUM

Rumus Dasar Excel

Rumus pertama yang harus dikuasai ialah SUM. Rumus ini berfungsi untuk menjumlahkan angka sesuai dengan rentang cell yang kita pilih. Cara menggunakan rumus SUM yaitu dengan menginput =SUM() dan pilih rentang cell yang diinginkan. Seperti contoh, =SUM(B2:B6), yang mana berarti penjumlahan dari cell B2 hingga cell B6.

2. AVERAGE

Rumus yang sering kali dipakai yaitu AVERAGE, yang mana digunakan untuk menghitung rata-rata. Kamu cukup menggunakan rumusnya dan blok setiap cell yang diinginkan untuk mengetahui rata-ratanya. Contoh pemakaian rumus di atas, =AVERAGE(B5:C5) menghasilkan nilai rata-ratanya. Selain itu, sebenarnya kamu juga bisa hitung rata-rata menggunakan rumus SUM seperti ini (SUM(B5:C5)/2). Namun, akan lebih efektif jika menggunakan rumus AVERAGE.

3. MAX

Rumus Dasar Excel

Rumus MAX digunakan untuk menampilkan nilai data yang paling besar. Dari kumpulan angka, kamu bisa mencari tahu mana angka yang paling tinggi dengan menginput rumus MAX ini. Nah, bisa dilihat dari atas, bahwa nilai terbesar dari cell B2 sampai cell B6 adalah 99. Sangat praktis bukan?

4. MIN

Rumus Dasar Excel

MIN merupakan kebalikan dari MAX. Rumus MIN menampilkan data yang paling kecil. Pastinya rumus ini akan memudahkan kamu dalam mencari nilai terkecil dari sekumpulan data yang ada. Seperti penggunaan di atas, =MIN(B2:B6). Angka terkecil dari cell B2 hingga cell B6 yaitu 50.

5. COUNT

Rumus Dasar Excel

COUNT digunakan untuk menjumlahkan banyaknya cell saja dan bukan jumlah nilai setiap cell yang diblok ya! Perlu diingat bahwa COUNT hanya dapat menghitung cell yang berisi angka saja. Apabila cell-nya tercantum huruf, maka cell tidak akan dihitung. Contohnya, =COUNT(B2:B8), yang mana hasilnya 5 karena tidak semua cell tersebut berisikan angka.

6. IF

Rumus Dasar Excel

Rumus IF sering kali digunakan saat ingin mengembalikan data menurut logika yang telah diberikan. Dengan rumus IF, kamu bisa menyematkan rumus dan fungsi di dalamnya, sehingga penggunaannya bisa sangat beragam dan tergantung pada kebutuhanmu. Misal, =IF(B5<C5; “Increase”;“Decrease”), maka akan dicek apakah nilai dari A1 lebih kecil dari A2, Jika logika benar, maka cell akan menjadi “Increase”, melainkan “Decrease”.

7. COUNT IF

Rumus ini merupakan turunan dari COUNT. Mirip dengan COUNT, bedanya COUNT IF lebih ke menghitung jumlah cell dengan range dan suatu kriteria yang kamu inginkan. Mari kita lihat contohnya:
=COUNTIF(B2:B6;”>70000″) – menghitung kuantitas cell penjualan yang lebih dari 70000
=COUNTIF(A2:A6;”David”) – menghitung kuantitas cell nama yang bernama David

Nah, itulah rumus-rumus dasar Excel yang harus kamu kuasai sebagai calon praktisi data. Menguasai Excel sejatinya merupakan pondasi dari seorang praktisi data. Tentunya dengan mempelajari dan menguasai Excel, kamu akan lebih mudah dalam mengolah data mentah menjadi suatu informasi. Apakah kamu tertarik untuk bekerja di dunia data? Yuk, sharing pendapatmu di bawah! Oh ya, kalau kamu mau mempelajari rumus dasar Excel lainnya yang lengkap dan mahir dalam Excel, yuk belajar bareng Kodio melalui kursus online kami di sini!