Mengenal Hacker, Pengertian dan Jenis-Jenisnya

Bagi pemilik website, hacker merupakan salah satu hal yang bisa menjadi masalah dan harus diantisipasi. Serangan peretas bisa saja membuat website jadi tidak bisa diakses. Jika yang diretas adalah toko online, maka pelanggan akan kesulitan untuk mengaksesnya dan membuat pendapatan pemilik website tersebut jadi berkurang.

Masalahnya, jika toko online yang diretas maka tidak hanya mengurangi pendapatan saja. Seorang peretas bisa saja mencuri berbagai data di dalamnya, seperti data para pelanggan, nomor rekening, hingga berbagai data penting lainnya. Serangan peretas ini jelas bisa mengganggu jalannya sebuah bisnis online dan bisa sangat merugikan.

Tapi tidak perlu panik karena kali ini Anda bisa tahu bagaimana cara melindungi website dari serangan peretas. Selain itu, Anda juga harus mengenali pengertian dan juga jenis serangan peretas.

Pengertian Hacker

Dikenal juga dengan nama peretas, yaitu orang yang memiliki skill pemrograman sehingga bisa menerobos sistem keamanan dalam jaringan komputer demi tujuan tertentu.

Tindakannya bisa saja merugikan salah satu pihak dan bisa saja melakukan berbagai tindak kriminal. Contohnya saja mencuri data orang lain yang ada pada toko online dan dijualnya lagi. Lebih parah lagi, seorang peretas bisa meminta tebusan dan mengancam agar website bisa dikembalikan seperti sedia kala.

Di sisi lain, ada juga yang memanfaatkan keahliannya sebagai peretas untuk melakukan berbagai tindakan legal. Contohnya seperti melakukan pengujian terhadap sistem keamanan data untuk perusahaan tertentu.

Di artikel kali ini, serangan peretas yang nantinya dibahas merupakan serangan yang bisa merugikan para pemilik website. Peretas memang sering kali mengincar website yang dimiliki oleh pemerintah, lembaga keuangan, perbankan, hingga berbagai perusahaan besar.

Namun, riset pada tahun 2019 menyatakan bahwa 43% cyber attack menyasar berbagai website milik bisnis kecil. Hal tersebut bisa diartikan bahwa semua pemilik toko online harus waspada terhadap serangan peretas. Motifnya sudah tentu ingin mencari keuntungan dalam jumlah yang sangat banyak.

Jenis-jenis Hacker

Peretas yang ada di dunia tidak hanya ada satu jenis saja. Setiap peretas memiliki tujuan yang berbeda yang dibedakan berdasarkan jenisnya. Apa saja jenis-jenisnya? Simak daftarnya di bawah ini.

1. Black hat hacker

Jenis satu ini menjadi yang paling terkenal dan Anda harus mewaspadai serangannya. Black hat menjadi seorang peretas yang aktivitasnya selalu berada pada jalur illegal, dan yang dilakukannya adalah meretas sistem, menyebarkan malware, mencuri data, memata-matai, dan banyak lagi aktivitas illegal yang bisa dilakukannya.

2. White hat hacker

Jenis kedua adalah white hat yang memiliki keahlian sebagai seorang peretas namun digunakan untuk mengevaluasi kelemahan pada sebuah sistem. Hal tersebut menjadikan keamanan yang dimilikinya bisa lebih ditingkatkan dan membuatnya aman terhadap serangan peretas lain yang bisa merugikan.

3. Blue hat hacker

Jenis hacker ini hampir sama seperti white hat. Perbedaan antara keduanya adalah, blue hat menjadi peretas pihak ketiga yang menjalin kerja sama dengan sebuah perusahaan demi mencari titik lemah yang dimiliki oleh sistem perusahaan tersebut. Jadi, sama-sama meningkatkan keamanan sistem dari serangan peretas lain.

4. Grey hat hacker

Selanjutnya ada grey hat yang sering kali melakukan berbagai aktivitas yang tidak etis, tapi apa yang dilakukannya masih belum dianggap melanggar hukum. Contohnya adalah sengaja meretas sebuah sistem dan akan memperbaikinya kembali jika sudah diberi imbalan. Peretas satu ini bisa dibilang melakukan aktivitasnya demi keuntungan pribadi.

5. Red hat hacker

Peretas kali ini juga bisa disebut sebagai Hacktivism dan merupakan jenis peretas yang melakukan aktivitasnya hanya karena ingin menyampaikan sebuah pesan. Pesan yang disampaikan bisa berupa ideologis, sosial, politik, agama, dan sebagainya. Contoh yang paling terkenal dan sudah sangat mendunia adalah WikiLeaks dan Anonymous.

6. Script Kiddies

Jenis peretas kali ini sebenarnya hanya bisa melakukan aktivitas peretasan dengan menggunakan script yang dibuat oleh orang lain. Hasilnya, Script Kiddies jadi peretas yang sering kali diremehkan oleh para peretas lainnya. Meski begitu, tindakan yang dilakukannya tetap saja bisa merugikan orang lain.

Jenis-Jenis Serangan Hacker

Agar tahu dengan detail mengenai serangan peretas, Anda juga harus menyimak uraian yang ada di bawah ini mengenai berbagai jenis serangan yang biasa dilakukan oleh para peretas.

1. Denial of Service (DoS)

Serangan yang dikenal sebagai Denial of Service atau DoS yang menjadi serangan ke server sebuah website. Jika website Anda yang terkena serangan ini, maka pengunjung dari website Anda tidak bisa mengakses website tersebut. Hal tersebut dikarenakan serangan yang dilakukan bisa membanjiri trafik server dari website Anda dan membuat server jadi overload.

Serangan seperti ini biasanya menjadi serangan awal. Jika website sudah lumpuh, serangan lanjutan akan dilancarkan. Salah satu serangan yang paling umum dilakukan adalah session hijacking yang nanti juga akan dijelaskan.

2. Man in the Middle (MitM)

Jika dilihat dari nama yang dimilikinya, serangan satu ini bisa membuat peretas berada pada jalur komunikasi di antara website dan server. Peretas pun bisa mengetahui berbagai informasi transfer data yang sedang terjadi antara keduanya. Salah satu jenis serangan yang biasa dilakukan adalah session hijacking.

Session hijacking menjadi serangan dengan cara pembajakan website yang membuat peretas bisa terhubung dengan server. Saat website sudah lumpuh, peretas jadi bisa mengendalikannya dan mengganti alamat IP dari komputer Anda dengan IP milik peretas.

Hasilnya, peretas mendapatkan akses masuk ke server. Hal yang lebih berbahaya adalah data yang ada bisa dicuri.

3. Malware

Jenis serangan selanjutnya adalah Malware yang masuk ke dalam sistem aplikasi atau website lewat aplikasi, file, maupun website yang tidak sengaja terbuka. Contohnya Anda mengklik link tertentu. Lalu secara otomatis ada aplikasi yang terinstall. Aplikasi tersebut juga sudah disisipkan malware oleh peretas.

Jika terjadi serangan semacam ini masuk ke sistem, berbagai data penting yang ada di dalamnya bisa diambil dan disalahgunakan. Jenis-jenis serangan malware yang cukup populer adalah Trojan, Ransomware, Macro Virus dan Spyware.

4. Drive-by Attack

Serangan Drive-by masih ada kaitannya dengan malware. Serangan satu ini adalah metode yang biasa digunakan dalam melancarkan serangan malware.

Peretas mencari website yang memiliki sistem keamanan yang lemah sehingga bisa disisipkan skrip yang berbahaya ke kode PHP atau HTTP di salah satu halamannya. Di dalam skrip juga sudah disisipkan malware dan bisa terinstall secara otomatis di komputer pengguna.

Tidak hanya mengincar website dengan sistem keamanan yang lemah, serangan yang dilakukan juga untuk mengincar sistem operasi atau browser. Peretas biasanya akan memanfaatkan kelemahan dari sistem yang belum terupdate.

5. Cross-site Scripting (XSS)

Serangan satu ini memanfaatkan website dengan tingkat keamanan yang lemah untuk dijadikan sebagai sarana mendapatkan data para pengunjungnya. Peretas memasukkan skrip tertentu ke dalam website yang menggunakan malicious Javascript. Saat para pengunjung mengakses website yang sudah dimasukkan skrip, berbagai data seperti username, password, dan yang lain akan dikirimkan ke peretas.

Hasilnya, data pribadi para pengunjung bisa disalahgunakan. Serangan seperti tidak hanya merugikan si pemilik website, tapi juga para pengunjung website tersebut.

6. SQL Injection

Serangan yang dilancarkan hacker selanjutnya bisa berupa SQL Injection yang menjadi serangan paling banyak dilakukan. Serangan ini bisa menyerang database server demi mendapatkan username dan password, memasukkan konten berbahaya, dan mengubah database.

Cara kerja dari serangan kali ini adalah dengan memanfaatkan celah sistem keamanan dan menyisipkan perintah SQL ke database server. SQL adalah bahasa pemrograman untuk membuat hingga mengolah database. Jika serangannya berhasil, database bisa diubah, dirusak, dan disalahgunakan.

7. Phishing

Phising menjadi pencurian data yang dilakukan dengan mengelabui korbannya. Jadi, korban tidak akan sadar sudah menyerahkan datanya secara sukarela. Data yang dimaksud bisa berupa data akun, data pribadi, hingga data finansial.

8. Credential Reuse

Jika Anda menggunakan satu username dan password untuk berbagai kepentingan, maka sekarang saatnya Anda mengubahnya. Sebab, jika Anda menggunakan data yang sama maka peretas bisa memanfaatkannya.

Credential Reuse merupakan serangan yang dilakukan dengan masuk ke berbagai akun Anda setelah mendapatkan username dan password. Hasilnya, semua akun bisa dibobol dengan hanya satu password saja.

Langkah Mudah Menghindari Serangan Hacker

Mungkin Anda berpikiran bahwa cara terhindar dari serangan peretas harus memiliki pengetahuan akan coding dan berbagai hal teknis lainnya. Padahal, ada cara mudah yang bisa Anda lakukan. Bahkan Anda tidak membutuhkan skill dalam bidang teknis dan tidak perlu meminta bantuan para developer. Anda bisa melakukannya sendiri dan bisa terhindar dari peretas.

Cara yang bisa Anda lakukan, antara lain:

  • Install security plugin
  • Menggunakan HTTPS
  • Selalu memperbarui platform dan software
  • Membuat password yang kuat
  • Backup otomatis website Anda

Beberapa cara di atas bisa Anda pelajari dengan mudah dan dalam waktu yang cepat. Dengan begitu, website Anda bisa terhindar dari serangan hacker.

Selain beberapa cara di atas, ada juga extra tips yang bisa Anda lakukan demi melindungi website dari peretas, yaitu:

  • Memperketat keamanan ketika menerima file
  • Menggunakan parameter query
  • Menggunakan Content Security Policy (CSP)
  • Mengatur file permission hingga kunci direktori cPanel

Pahami lebih jauh mengenai cara dan juga tips di atas agar website Anda bisa terhindar dari serang peretas dan demi membuat keamanan yang tidak mudah dibobol.

Lindungi Website dari Serangan Hacker

Jika ingin website Anda lebih aman dari serangan para peretas, tentu Anda harus mempelajari berbagai macam hal. Salah satunya adalah mempelajari cyber security sehingga Anda bisa memahami berbagai hal yang harus Anda lakukan agar bisa terhindar dari serangan peretas yang bisa merugikan Anda sendiri.

Serangan yang dilancarkan ke sebuah website tidak hanya merugikan pemilik website saja, tapi juga para pengunjungnya. Lakukan perlindungan secara optimal, mulai dari yang paling umum hingga yang lanjutan. Jika ingin mendalami bagaimana cara meningkatkan keamanan dari website Anda, Anda bisa mempelajari bagaimana cara hacker bekerja sehingga Anda bisa tahu apa yang harus dilakukan demi meningkatkan keamanan dan terhindar dari serangan yang bisa merugikan. Anda bisa mengikuti kursus di codingstudio.id dengan paket kursus mempelajari cyber security, menguasai fundamental komputer jaringan, hingga mempelajari Linux Command Promt.