Fungsi return pada Python secara garis besar adalah mengembalikan nilai. Maka ketika proses sistem akan menyederhanakan dan memudahkan dalam pemrograman.

Bahasa pemrograman cukup mudah jika kita memperhatikan. Karena semua kode yang terlihat tidak penting ternyata berpengaruh untuk kita perhatikan.

Salah satunya fungsi return ini dan bagaimana cara penggunaanya. Sejak muncul pertama kali pada 1991, bahasa pemrograman ini sengaja dirancang.

Seseorang tersebut adalah Guido van Rossum yang memiliki tujuan untuk sistem operasi. Sengaja dibuat sederhana agar para pemula atau profesional bisa menggunakannya.


Mengenal Fungsi Return pada Python

Nah karena memiliki fungsi untuk mengembalikan nilai pada function, maka return secara otomatis terikat oleh fungsi. Berbeda dengan print yang mencetak output mereka tidak terikat fungsi.

Keduanya terkadang sering menjadi salah paham karena pembahasan yang berbelit-belit. Maka bayangkan saja jika keduanya ini berbeda, antara return dan print.

Dalam sebuah return, kita akan mendapatkan beberapa ekspresi dari nilai. Evaluasi dan nilai dari keterangan tersebut akan dikembalikan.

Lalu bagaimana jika tidak ada return? Simpel saja, ekspresi tersebut akan dikosongkan, lalu objek akan dikembalikan oleh fungsi tersebut.


Sintaks dan Semantik

Jika membahas mengenai bahasa pemrograman kita akan bersinggungan dengan penyebutan sintaks dan semantik. Gunanya untuk menyederhanakan bahasan dan bisa dibaca.

Format ini tersusun dengan baik, terkadang menggunakan bahasa Inggris sebagai keywordnya. Namun tidak menggunakan tanda kurung untuk membatasi bloknya.

Pengecualian pada sintaksis dan kasus khusus daripada Pascal. Tanda titik koma yang biasa digunakan memiliki opsional.


Cara Menulis Kode pada Python

Karena alur dari program terdapat potongan kode yang sering muncul digunakan berulang-ulang. Hal ini membuat kode untuk menghitung dan sering membingungkan.

Maka dari itu, dengan adanya blok kode agar lebih efisien dan praktis. Kita sering menyebutnya dengan function atau fungsi.

Sebagai contohnya :

def cetak()

print (selamat pagi”)

Kode tersebut digunakan untuk menulis “selamat pagi”. Maka cukup menggunakan dengan kode blok tersebut.

Sedangkan untuk mencetak kita tinggal menambahkan satu langkah saja.

cetak ()

kesimpulannya pada kita bisa menggunakan fungsi sebagai memanggil kembali dan mencetak sebuah variabel atau nilai. Fungsi return pada Python juga mengembalikan tindakan dengan blok kode terorganisir.


Bahasa pada Python

Jika masih belum mendapatkan gambaran mengenai bahasa pemrograman ini, coba untuk membaca bahasan berikut ini mengenai bahasa pada python.


Statement Return

Memiliki tugas utama untuk mengembalikan value kepada bagian program. Mereka akan membantu untuk memanggil bagian dari fungsi tersebut.

Dengan menggunakan tanda kurung () terjadilah residual value. Dengan melalui return statement, dengan alih fungsi dan memperhatikan fungsi dari lompat ke baris berikutnya.

Penggunaan return secara otomatis memanggil pernyataan yang sebelumnya kita tuliskan. Fungsi Return pada Python melalui def dengan perintah print, lalu kode dan fungsi.

Hal ini menjadi penanda bahwa memang sudah berada di akhir dari pemanggilan sebuah fungsi. Untuk mengirimkan nilai balik kembali ke program dengan sebuah fungsi. Sifatnya return sebenarnya opsional dalam mengembalikan sebuah nilai.


Perintah Return

Karena pada dasarnya berfungsi untuk melakukan perulangan dalam sebuah function. Maka tugasnya sejenis dengan perulangan break.

Proses function akan secara otomatis berhenti jika sistem menemukan adanya perintah return. Seperti memberhentikan atau mengunci sementara dengan tanda kurung untuk eksekusi kode selanjutnya.

Barulah hasil dari proses program tersebut muncul dengan tepat. Maka kode dari sebuah program akan berhenti proses jika berada di bawah perintah return tersebut.


Contoh Fungsi Return pada Python

Nah untuk mencoba bahasan ini mudah Anda pahami atau tidak. Kita akan menyediakan contoh kode program berikut ini.

  1. def harga_setelah_pajak(harga_dasar):
  2. return harga_dasar + (harga_dasar * 10/100)
  3. harga_cilok = 5000
  4. harga_final_cilok = harga_setelah_pajak(harga_cilok)
  5. print(“Harga cilok 1 porsi Rp.”, harga_final_cilok)

Kode tersebut akan mendapatkan hasil pasti jika Anda memahami bahasan tadi. Coba untuk menerapkan pada Python untuk itu.


Pembahasan

Setelah mencobanya masing-masing, kami akan menunjukan detail pengerjaan dari kode tersebut. Agar bisa mencocokan dengan hasil mencoba mandiri untuk paham Fungsi Return pada Python.

Dari baris pertama kita memulai dari function dengan keterangan harga _setelah_pajak(). Selanjutnya secara otomatis parameternya hadir dua baris bukan?

Hadir perintah return dengan keterangan return harga_pasar + (harga_pasar*10/100). Maka hasilnya akan kembali kepada perhitungan pertama dan kemudian lanjut ke kode yang dipanggilnya.

Pada baris keempat variabel atau nilai yaitu harga_cilok dengan nominal 5000. Lanjut lagi pada baris kelima variabel nilainya harga_final_cilok  kta isi dengan hasil dari return function.

Harga_setelah pajak(harga_cilok) yang argumen 5000 tasi akan masuk kedalamnya. Hal ini membawa variabel dari parameter sebelumnya.

Terakhir pada baris keenam harga_final_cilok masuk ke input untuk perintah print. Selanjutnya menampilkan teks hasil tersebut, maka :

Harga cilok 1 porsi Rp. 5500.0

Fungsi Return pada Python sebenarnya cenderung mudah kita aplikasikan pada program. Namun memang akan sulit dan membingungkan jika hanya dengan teori saja. Akan lebih baik mempelajari sambil praktek agar paham.


Parameter

Selanjutnya kita akan membahas bahasa yang sempat digunakan dalam contoh kode tadi. Sering disebut juga sebagai argumen untuk nilai dari input fungsi yang dipanggil.

Nilai dari inputan yang menjadi fungsi yang akan didefinisikan. Sedangkan untuk argumen merupakan nilai dari inputan fungsi pada saat dipanggil.

Dalam fungsinya bisa menerima beberapa kali parameter atau fungsi. Tergantung pada kebutuhan sebuah kode, biasanya mencapai 1, 2 dan bahkan lebih untuk penggunaannya.

Namun parameter maupun argumen terkadang juga tidak perlu digunakan sama sekali. Semua menyesuaikan dengan kebutuhan saja.


Variable

Fungsi Return pada Python yang sudah kita coba dalam rumus tadi juga menyebut mengenai variabel. Bahasa ini digunakan untuk menyebut sebuah proses penyimpanan dengan tipe data.

Setelah itu disingkat agar lebih mudah membacanya. Misalnya dengan x  atau y dalam matematika kita sudah sering menggunakannya bukan?

Nah dengan menyebut huruf ini kita bisa mendeskripsikan data tertentu. Sebagai contoh yaitu nama, alamat, dan masih banyak lagi tergantung kebutuhan.

Namun variable tidak bisa kita awali dengan sebuah huruf atau karakter garis bawah ( _ ). Variable justru bisa menggunakan alfa-numerik.


Number

Fungsi Return pada Python yang kita coba pada kode yang kita coba tadi juga menggunakan number atau angka. Salah satu tipe numerik variabel yaitu int, float dan complex.

Ketiga tipe tersebut memiliki arti berbeda. Misalkan int untuk bilangan bulat positif, negatif namun tidak untuk desimal, panjangnya tak terbatas.

Sedangkan untuk float akan digunakan untuk angka positif atau negatif dengan angka desimal. Nah untuk complex akan digunakan untuk menjelaskan mengenai imajiner bilangan kompleks dengan kode “j”.

Nah untuk mempelajari lebih lanjut secara mudah dan praktis. Anda bisa mencoba daftar ke Coding Studio sebagai salah satu kursus terpercaya dengan bahasan sederhana dan efektif untuk pemula. Fungsi return pada Python dengan memahami beberapa bahasa pemrograman akan memudahkan kita untuk praktik. Karena pada intinya bahasa Python merupakan yang paling sederhana daripada yang lainnya.