Perbedaan Data Science dan Data Analyst!

Apakah kamu familiar dengan istilah Big Data? Dalam beberapa tahun belakangan ini, Big Data telah menjadi komponen yang sangat besar dalam dunia teknologi. Menurut World Economic Forum, jumlah data yang terbuat pada akhir tahun 2020 adalah sekitar 44 zettabytes. Angka ini diprediksikan akan meningkat pesat hingga 463 exabytes pada tahun 2025, loh! Dari perkembangan digital ini, terciptalah pekerjaan baru yaitu data science dan data analyst.

Tentunya, pengolahan jumlah data sebesar itu memerlukan pemahaman yang benar akan alat yang tepat untuk mengolah data yang ada demi mendapatkan informasi yang diperlukan. Oleh karena itu, data science dan data analyst muncul sebagai teknologi untuk mengolah data tersebut.

Meskipun demikian, ternyata masih banyak golongan masyarakat yang belum paham dengan perbedaan kedua istilah tersebut, loh! Coding Studio telah merangkum perbedaan data science dan data analyst tersebut, loh! Yuk, simak sampai habis ya!

Apa itu Data Science?

perbedaan data science dan data analyst
Photo by Freepik

Data science adalah ilmu multidisiplin: terdiri atas Matematika, Statistika, Computer Science, Sistem Informasi, Machine Learning, dan Artificial Intelligence. Ilmu ini berfokus dalam menemukan insight dari jumlah data mentah dan terstruktur yang banyak jumlahnya.

Biasanya, data science digunakan untuk menemukan pertanyaan baru beserta solusinya yang dapat mendorong inovasi bisnis. Dalam prosesnya, data science menggunakan data mining, data inference, predictive modeling, dan algoritma machine learning untuk mendapatkan pola dari dataset yang ada dan mengubahnya menjadi strategi bisnis. Kamu bisa membaca selengkapnya tentang contoh penerapan data science.

Apa itu Data Analytst?

perbedaan data science dan data analyst
Photo by Freepik

Data analytics berfokus dalam memproses dan mengorganisasikan data yang telah ada untuk mempresentasikan data yang ada sebaik mungkin. Bisa dikatakan, data analyst sebagai cabang dari data science yang berfokus untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ditemukan dalam data science.

Data analytics menggunakan ilmu Statistika, Matematika, dan Analisis Statistika untuk menemukan solusi atas pertanyaan yang ada dan menetapkan bagaimana cara implementasinya dalam organisasi sebagai dasar untuk inovasi berbasis data. 

Baca Juga:  Fungsi Counta Excel: Rumus dan Cara Pakai

Implementasi Data Science dan Data Analytst?

Setelah memahami pengertian dan perbedaan dari masing-masing bidang, ada beberapa persamaan dan kegunaan mereka yang harus kamu ketahui, loh! Data science dan data analyst sangatlah berkesinambungan dan berkaitan, terutama pada penerapannya dalam teknologi.

Data science berperan untuk menemukan observasi awal, tren, dan insight yang penting sebagai dasar yang akan diolah lebih lanjut oleh data analytics. Informasi yang didapat melalui data science dapat digunakan dalam beberapa bidang, seperti modelling, machine learning, dan algoritma AI, loh!

Namun, data science menanyakan pertanyaan penting yang mungkin belum kita ketahui jawabannya. Nah, di sinilah data analyst berperan besar! Ilmu ini dapat mengolah informasi tersebut menjadi insight yang lebih praktikal. 

Perbedaan data science dan data analyst

Dua pekerjaan ini memiliki perbedaan dalam peran dan tanggung jawabnya. Data analyst lebih banyak bertugas untuk mencari alasan mengapa suatu hal dapat terjadi, sedangkan data scientist lebih memperhatikan apa yang akan dan dapat terjadi di depan. Jika melihat perbedaan data science dan data analyst dari sisi peran dan tanggung jawbanya.

Jika dari sisi karir perbedaan data science dan data analyst memiliki sedikit perbedaan dalam perkembangan kariernya. Seorang penganalis akan memulai kariernya dengan memegang peran dalam melaporkan dan merancang dashboards. Selanjutnya, mereka akan memiliki tanggung jawab untuk mencari strategi atau hal yang berhubungan dengan teknik analisis lebih dalam. 

Terakhir adalah perbedaan data science dan data analyst dalam sisi keterampilan yang kalau dilihat memang hampir mirip, tetapi terdapat sedikit perbedaan di antaranya. Pekerjaan data analyst lebih condong pada sektor bisnis. Sehingga perlu adanya pengetahuan mengenai bisnis dan kemampuan membuat keputusan dalam strategi bisnis. Sedangkan data science memang lebih ke teknikal seperti harus bisa bahasa Python,R,MySQl,dll.

Cocok yang Mana Ya?

Jika kamu lebih menyukai matematika dan coding, maka kamu mungkin lebih cocok dengan bidang data science. Hal ini karena data science memerlukan Data Scientist yang teknikal dan dengan mindset matematika. Sebaliknya, bidang data analytics lebih menggunakan pendekatan analitis dan statistika yang berbeda dengan data science.

Kedua bidang memiliki prospek karier yang menjanjikan, loh! Gaji Data Scientist berkisar antara 9 hingga 12 juta rupiah dan gaji Data Analyst berkisar antara 10 hingga 11 juta rupiah. Namun, tentunya gaji yang diterima berbeda-beda tergantung perusahaan dan expertise, ya!

Baca Juga:  5 Alasan Belajar Bahasa Pemrograman R!

Selain itu, karier menjadi Data Analyst biasanya lebih tergolong entry-level dengan 2-5 tahun pengalaman di industri karena hanya memerlukan gelar sarjana. Sebaliknya, Data Scientist biasanya adalah expert yang sudah memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun dengan pendidikan gelar magister atau doktoral.

Tidak hanya Data Scientist dan Data Analyst, masih ada banyak pekerjaan di bidang data yang harus kamu ketahui, loh! Kamu dapat memeriksanya di sini.

Itulah perbedaan data science dan data analyst. Walaupun kedua bidang tersebut berbeda, kedua ilmu tersebut dapat digunakan bersama untuk menganalisis informasi yang ada untuk keperluan bisnis yang lebih baik. Stay tuned untuk artikel menarik lainnya di blog Coding Studio ya!

Related Articles