Cyber Hack: Modus dan Jenis-jenis Kejahatan Siber

Kemajuan teknologi yang semakin pesat banyak membantu kehidupan kita, di mana segala hal kini jadi semakin mudah untuk dilakukan seolah dunia ada di genggaman. Akan tetapi tak selalu sebuah kemajuan memberikan dampak yang positif.

Kita harus bisa menerima bahwa kemajuan tersebut ternyata tak hanya berpengaruh terhadap hal yang baik, tetapi juga terhadap hal yang buruk. Saat ini, masyarakat kita juga sedang dihantui permasalahan keamanan data pribadi. Banyak kasus cyber hack yang terjadi belakangan ini dan mengancam privasi orang banyak.

cyber hack

Keamanan cyber atau dikenal dengan cyber security adalah hal yang sangat penting. Sebuah system keamanan yang digadang-gadang akan menjaga database kita di jaringan atau server yang besar ternyata juga masih rentan dibobol oleh orang yang tidak bertanggungjawab yang kemudian dikenal juga sebagai cyber crime.

Tujuan dari para pelaku cyber crime bermacam-macam, ada yang untuk keuntungan pribadi, ada yang bekerja untuk keuntungan komunitas mereka, bahkan ada juga yang hanya sekedar iseng dan menakut-nakuti. Akan tetapi bagaimanapun tindakan semacam itu tetaplah illegal dan dianggap melanggar hukum serta merugikan banyak orang.

Jenis-Jenis Cyber Hack

cyber hack

Ada beberapa jenis cyber hack atau cyber crime yang sudah banyak dan umum terjadi di masyarakat, antara lain:

Pencurian Data Pribadi

Cyber hack yang sering terjadi adalah pencurian data pribadi saat ini cukup marak terjadi. Para peretas biasanya akan menggunakan cara dengan memasuki akun media social dan mengambil alih akun tersebut. Pada saat mendaftarkan akun media social, biasanya kita akan diminta oleh system untuk mengisi data pribadi dengan cukup detail. Maka dari itu dengan hack akun tersebut, peretas akan dengan mudah melihat tanggal lahir, tempat lahir, alamat rumah, atau bahkan nomor telepon.

Tidak hanya melalui akun media social, ada banyak kasus peretasan terjadi dengan modus web penyedia lowongan kerja yang palsu. Sama halnya dengan pendaftaran akun media social, biasanya pendaftaran untuk aplikasi atau web lowongan kerja juga akan meminta data pribadi yang cukup mendetail. Maka kita perlu berhati-hati dan memperhatikan dengan seksama apakah layanan itu asli atau palsu.

Baca Juga:  Mengenal Apa Itu Learning Management System dan Contohnya

Cara lainnya adalah dengan sebuah penawaran untuk mengikuti sebuah undian berhadiah atau bisa juga berkedok judi online. Pengisian data pribadi tentunya juga dibutuhkan pada proses semacam itu. Padahal web atau tautan yang tersedia di sana hanya pancingan belaka supaya data Anda tercuri untuk tujuan yang tidak baik dan merugikan si pemilik data.

Pencurian Data Kartu Kredit

Cyber hack lainnya yaitu pencurian data kartu kredit. Kejahatan di dunia maya yang lainnya adalah dalam bentuk kejahatan carding, yaitu dengan mencuri info dan data mengenai kartu kredit para korban. Ini jelas sangat merugikan karena besar sekali kemungkinan peretas akan menggunakan kartu kredit untuk keuntungan pribadi, sedangkan tagihan akan tetap dilayangkan pada pemilik asli kartu kredit.

Banyak sekali kasus semacam ini menimpa orang dengan popularitas yang tinggi dan dipastikan memiliki banyak uang dan limit kartu kredit yang tinggi. Biasanya orang terjebak pada saat ada permintaan install malware atau aplikasi tak dikenali di perangkat smartphone mereka. Padahal saat ini urusan perbankan juga sudah banyak dilakukan melalui ponsel.

Anda perlu waspada dan berhati-hati jika ada yang mengirim email untuk pemasangan aplikasi, atau diminta untuk memasukkan sebuah kode yang mengatasnamakan platform marketplace online yang terkenal. Apalagi jika menggunakan modus mengatasnamakan sebuah marketplace, biasanya akan diimingi dengan penawaran harga yang sangat miring dan menarik. Banyak kasus peretasan kartu kredit dimulai dengan aktivitas semacam itu.

Pencurian Data Rahasia Perusahaan

Tidak hanya pencurian data pribadi atau perseorangan, pencurian data perusahaan juga sangat mungkin terjadi. Peretas akan mencuri data yang amat penting bagi perusahaan, misalnya seperti surat izin usaha yang bisa digunakan untuk modus pengajuan pinjaman ke bank. Kemudian mencuri data klien yang nantinya akan di jual ke pasar gelap agar bisa mendapatkan uang dalam jumlah yang banyak.

Tidak sedikit perusahaan besar yang diretas dan diambil data para pelanggannya, lalu kemudian digunakan untuk kepentingan pribadi misalnya seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, yaitu untuk melakukan pinjaman online, judi online, atau semacamnya. Maka penting bagi sebuah perusahaan untuk memiliki tim keamanan cyber untuk menjaga kerahasiaan data perusahaan mereka dari serangan cyber hack.

Baca Juga:  Virus Rootkit: Pengertian, Jenis, Cara Kerja dan Cara Mengatasinya

Pemerasan Secara Online

Belum banyak orang yang tahu mengenai pemerasan secara online, namun pada kenyataannya, hal ini kerap terjadi di dunia maya. Contoh kasusnya adalah ketika seseorang sedang berselancar internet untuk mencari aplikasi, kemudian pada saat proses download atau instalasi ternyata sudah disusupi malware oleh hacker. Kemudian, malware tersebut merubah format file menjadi seragam dan tidak pernah bisa dibuka lagi.

Pada saat file berhasil diretas dan dirubah oleh virus pada malware yang sengaja dipasang, maka akan muncul sebuah catatan yang di dalamnya tertulis pesan dari hacker yang meminta korban untuk membeli aplikasi dari mereka untuk bisa mengembalikan file yang telah rusak. Gilanya, harga yang mereka minta pastinya sangat tinggi dan tidak masuk akal. Imbasnya banyak yang akhirnya hanya bisa merelakan data penting mereka hilang begitu saja.

Spionase Cyber

Cyber Spionage merupakan cyber hack yang dioperasikan untuk memata-matai musuh atau saingan politik. Cara seperti ini ternyata cukup umum dijumpai pada masa pemilihan umum sedang berlangsung, di mana para saingan akan mencari cara untuk mencuri data dan tahu strategi politik lawan bahkan dengan cara yang illegal.

Caranya adalah dengan menggunakan aplikasi spyware yang secara tidak sadar terpasang di computer untuk memata-matai. Ada sebuah kasus besar di sebuah Negara di mana peretas berhasil mencuri informasi yang amat sensitive mengenai kebijakan luar negeri sebuah Negara.

Kerugian Akibat Cyber Hack

cyber hack

Banyak sekali kerugian yang bisa didapat dari aktivitas cyber hack, antara lain seperti rusaknya reputasi seseorang atau perusahaan secara online karena banyak rahasia yang terungkap ke public dan menghilangkan kepercayaan pelanggan.

Kemudian kita akan kehilangan data pribadi yang sangat penting. Mungkin kita masih memiliki salinannya, akan tetapi yang menjadi masalah adalah data pribadi kita sudah tersebar secara luas dan meningkatkan resiko adanya penipuan atau pinjaman illegal yang mengatasnamakan korban pencurian data.

Perangkat yang kita gunakan juga kemungkinan besar mengalami kerusakan pada saat terkena cyber hack. Akan ada banyak fungsi yang tak lagi berjalan secara optimal sehingga kita perlu untuk servis perangkat atau bahkan membeli yang baru. Kita tahu bahwa saat ini harga beli perangkat elektronik seperti laptop atau smartphone semakin melambung sedangkan nilai jualnya cepat turun.

Baca Juga:  Mengenal OWASP: Standar Keamanan Website Dunia

Kerugian paling besar adalah kita bisa kehilangan uang dalam jumlah besar. Padahal uang tersebut telah kita tabung dalam waktu yang lama untuk keperluan yang urgent. Kita bisa mengalami kesulitan yang berat dan bisa juga mengancam keselamatan jiwa jika anggota keluarga harus dibawa ke rumah sakit sedangkan biaya sudah dicuri. Semoga cyber hack bisa segera diatasi dan mulai berkurang. Ayo belajar untuk mengatasi cyber hack, cek link ini yaa!

Related Articles