Rumus IF Bertingkat di Excel: 4 Contoh Klasifikasi Data
IF bertingkat membantu mengelompokkan data saat hasilnya bergantung pada beberapa kondisi berurutan. Artikel ini berfokus pada penyusunan ambang, pengaturan urutan pemeriksaan, dan penerapannya untuk klasifikasi serta validasi data. Untuk memahami fungsi IF dasar terlebih dahulu, baca panduan dasar penggunaan rumus IF di Excel.
Peran IF Bertingkat dalam Klasifikasi Data
Rumus IF bertingkat, atau nested IF, menempatkan fungsi IF lain pada bagian hasil jika kondisi sebelumnya tidak terpenuhi. Excel memeriksa kondisi dari yang pertama hingga menemukan kondisi yang bernilai TRUE. Jika semuanya FALSE, rumus memberikan hasil terakhir sebagai nilai bawaan.
Pola ini berguna saat sebuah kolom perlu dibagi menjadi beberapa kategori, misalnya nilai huruf berdasarkan skor. Urutan dan batas kondisi perlu ditetapkan dengan jelas. Jika ambang yang lebih rendah diperiksa lebih dahulu, skor yang seharusnya masuk kategori tinggi bisa langsung mendapat kategori yang salah.
Baca juga: Mempelajari Rumus IF Di Excel
Struktur dan Urutan Kondisi IF Bertingkat
Berikut pola penulisan IF bertingkat dengan beberapa ambang:
=IF(kondisi1; hasil1; IF(kondisi2; hasil2; IF(kondisi3; hasil3; hasil_default)))
Keterangan:
- kondisi adalah pengujian yang diperiksa secara berurutan.
- hasil adalah nilai atau keterangan yang ditampilkan ketika kondisi bernilai TRUE.
- hasil_default adalah hasil ketika seluruh kondisi sebelumnya bernilai FALSE.
Bagian value_if_false dapat berisi IF berikutnya sehingga membentuk rantai pemeriksaan. Pada contoh di artikel ini, tanda titik koma digunakan sebagai pemisah argumen. Pengaturan Excel tertentu menggunakan koma, jadi sesuaikan pemisah dengan konfigurasi aplikasi. Saat mengedit rumus, pastikan setiap tanda kurung buka memiliki tanda kurung tutup.
Untuk rentang skor, urutkan ambang dari nilai tertinggi ke nilai terendah. Misalnya, periksa skor di atas 90 sebelum skor di atas 70. Setelah kondisi pertama gagal, barulah Excel menguji kondisi berikutnya. Tentukan juga apakah batas kategori memakai > atau >=, karena pilihan itu mengubah hasil untuk skor yang tepat berada di ambang.
Contoh Tingkatan IF Bertingkat
Jumlah kondisi mengikuti banyaknya kategori yang harus dibedakan. Rumus yang lebih panjang membutuhkan pemeriksaan lebih teliti, terutama pada batas kategori dan hasil bawaan.
1. IF dengan Dua Hasil
Untuk keputusan sederhana, satu fungsi IF menghasilkan dua kemungkinan. Contohnya adalah status lulus atau tidak lulus berdasarkan nilai di sel A2:
=IF(A2>75;"Lulus";"Tidak Lulus")
Nilai yang lebih besar dari 75 mendapat keterangan “Lulus”. Nilai 75 atau lebih rendah mendapat “Tidak Lulus”. Jika batas lulus seharusnya mencakup nilai 75, ubah operator menjadi >=.
2. IF Bertingkat dengan Tiga Kategori
Untuk membagi skor menjadi A, B, atau C, periksa batas A terlebih dahulu, kemudian batas B:
=IF(A2>85;"A";IF(A2>75;"B";"C"))
Skor di atas 85 mendapat A. Jika kondisi itu tidak terpenuhi, Excel menguji apakah skor di atas 75 untuk menentukan B. Skor lainnya masuk kategori C.
3. IF Bertingkat dengan Empat Kategori
Jika ada empat kategori, tambahkan satu kondisi lagi sebelum hasil bawaan. Rumus berikut memeriksa skor dari ambang tertinggi:
=IF(A2>90;"A";IF(A2>80;"B";IF(A2>70;"C";"D")))
Skor 90 tidak masuk A karena operatornya >, tetapi memenuhi kondisi di atas 80 sehingga hasilnya B. Contoh ini menunjukkan mengapa aturan untuk nilai tepat pada batas perlu disepakati sebelum rumus disalin ke seluruh data.
4. IF Bertingkat dengan Lima Kategori
Untuk lima kategori nilai, rumus memerlukan empat pengujian dan satu hasil bawaan:
=IF(A2>95;"A+";IF(A2>85;"A";IF(A2>75;"B+";IF(A2>65;"B";"C"))))
Excel memeriksa ambang dari atas ke bawah. Skor yang tidak memenuhi satu kondisi akan diteruskan ke kondisi berikutnya. Sebelum mengisi rumus ke banyak baris, uji nilai di atas ambang, tepat pada ambang, dan di bawah ambang.
5. Menggabungkan IF dengan AND atau OR
IF bertingkat menguji kondisi secara berurutan, sedangkan AND atau OR dapat menggabungkan beberapa syarat dalam satu pengujian. Gunakan AND ketika semua syarat harus terpenuhi. Gunakan OR jika salah satu syarat sudah cukup.
Contoh berikut menetapkan status naik kelas hanya jika nilai pada A2 di atas 70 dan status pada B2 adalah “Lulus”:
=IF(AND(A2>70;B2="Lulus");"Naik Kelas";"Tidak")
Periksa bahwa isi kolom status memang menggunakan teks yang sama, termasuk ejaan dan spasi. Jika tidak, syarat AND bisa bernilai FALSE meskipun nilai siswa memenuhi batas.
Menyusun IF Bertingkat pada Tabel Nilai
Gunakan contoh tabel berikut untuk menentukan kategori nilai akhir berdasarkan skor di setiap baris.

Pada contoh ini, skor berada di kolom A dan hasil kategori akan ditampilkan di kolom B. Sesuaikan referensi sel jika posisi kolom pada tabelmu berbeda.
1. Pilih Sel Hasil di Luar Kolom Skor

Pilih sel B2 sebagai tempat hasil kategori untuk skor pada A2. Pastikan sel tersebut tidak menimpa data lain di tabel.
2. Masukkan Rumus Sesuai Ambang Kategori
Ketik rumus berikut di B2. Contoh ini menggunakan titik koma sebagai pemisah argumen:
=IF(A2>90;"A";IF(A2>70;"B";IF(A2>50;"C";"D")))

A2 adalah sel yang berisi skor pertama. Ubah angka ambang jika rentang kategori pada tabel berbeda. Pastikan label di antara tanda kutip sesuai dengan keterangan yang ingin ditampilkan.
Dengan batas pada rumus ini, skor yang lebih dari 90 mendapat A. Jika tidak, Excel menguji skor di atas 70, lalu skor di atas 50. Nilai yang tidak memenuhi ketiga kondisi tersebut mendapat D.
3. Tekan Enter dan Salin Rumus ke Baris Lain

Tekan Enter untuk melihat hasil di B2. Untuk menerapkan rumus pada baris lain, gunakan fill handle dengan menarik tanda + dari B2 hingga B6. Referensi A2 akan menyesuaikan menjadi A3, A4, dan seterusnya.
Jika ingin berlatih dengan contoh Excel tambahan, Coding Studio menyediakan kelas Excel GRATIS.
Contoh Penerapan untuk Klasifikasi dan Validasi
Contoh berikut menunjukkan bagaimana ambang IF bertingkat dapat digunakan pada tabel berbeda. Periksa kembali kolom input dan batasnya sebelum menyalin rumus.
1. Mengonversi Nilai Angka Menjadi Huruf
Gunakan pola ambang berurutan untuk mengubah skor menjadi nilai huruf.

Masukkan rumus di B2 untuk mengelompokkan skor pada A2. Rumus ini membagi skor menjadi lima kategori:
- Pilih sel B2.
- Ketik
=IF(A2>90;"A";IF(A2>80;"B";IF(A2>70;"C";IF(A2>60;"D";"E")))). - Tekan Enter, lalu tarik rumus ke bawah untuk mengisi baris lainnya.

Contoh ini menguji ambang dari skor tertinggi ke terendah. Karena operatornya menggunakan >, skor yang sama dengan ambang akan diuji pada kondisi berikutnya.
2. Menentukan Kategori dari Rentang Nilai
Untuk klasifikasi rendah, sedang, dan tinggi, rumus dapat memakai ambang bawah lalu batas kategori berikutnya:

Ketik rumus di B2 untuk mengevaluasi nilai di A2:
- Pilih sel B2.
- Ketik
=IF(A2<50;"Rendah";IF(A2<=75;"Sedang";"Tinggi")di B2, lalu pastikan rumus memiliki tanda kurung tutup terakhir:=IF(A2<50;"Rendah";IF(A2<=75;"Sedang";"Tinggi")). - Tekan Enter, lalu tarik rumus ke bawah untuk baris lainnya.

Nilai di bawah 50 menjadi “Rendah”. Nilai 50 hingga 75 menjadi “Sedang”, sedangkan nilai di atas 75 menjadi “Tinggi”. Contoh ini menggunakan batas inklusif pada 75 melalui operator <=.
3. Memvalidasi Pencapaian Target
Untuk membandingkan realisasi dengan target, satu kondisi IF sudah cukup karena hanya ada dua hasil. Contoh ini dapat digunakan saat memeriksa status pencapaian pada tabel:

- Pilih sel C2 sebagai tempat status.
- Ketik
=IF(A2>=B2;"Target Tercapai";"Target Tidak Tercapai")di C2. - Tekan Enter, lalu tarik rumus ke bawah untuk baris lainnya.

Operator >= berarti nilai realisasi yang sama dengan target juga dianggap tercapai. Jika aturan kerjamu mensyaratkan realisasi harus lebih besar, gunakan >.
Memeriksa Hasil dan Menghindari Kesalahan Rumus
Jika hasil kategori tampak keliru, periksa rumus memakai beberapa baris uji sebelum menerapkannya ke seluruh tabel. Ambil satu skor di atas ambang, satu skor tepat pada ambang, lalu satu skor di bawahnya. Cara ini membantu memastikan operator dan urutan kondisi sesuai dengan aturan yang dipakai.
Kesalahan umum lain adalah menutup rumus terlalu cepat atau memilih pemisah argumen yang tidak sesuai dengan pengaturan Excel. Jika Excel menampilkan pesan kesalahan, hitung pasangan tanda kurung dan periksa apakah rumus menggunakan titik koma atau koma. Untuk hasil yang salah tanpa pesan kesalahan, tinjau ambang dari kondisi pertama hingga hasil bawaan.
Pada lembar kerja yang dipakai untuk laporan, simpan aturan kategori di catatan atau dokumentasi tabel. Saat batas berubah, pembuat laporan dapat menyesuaikan rumus dan memeriksa kembali baris yang terdampak.
Kuasai IF Bertingkat untuk Pekerjaan Excel
IF bertingkat sesuai untuk klasifikasi yang memiliki beberapa ambang. Kuncinya adalah menuliskan kondisi dalam urutan yang benar, menentukan apakah batas termasuk dalam kategori, lalu menguji hasil pada nilai yang berada di sekitar ambang. Untuk keputusan dengan dua hasil, seperti validasi target, gunakan satu IF agar rumus tetap mudah dibaca.
Jika ingin mempelajari materi Excel secara terstruktur, Coding Studio menyediakan kursus Excel untuk pemula.
Materinya mencakup dasar penggunaan Excel dan rumus, termasuk IF, dengan latihan yang mengaitkan pengolahan data dengan kebutuhan kerja.
Pilih materi yang sesuai dengan kebutuhanmu, lalu gunakan latihan untuk mencoba rumus pada tabel kerja yang serupa dengan tugas sehari-hari.
