Layout Design : Pengertian, Tujuan, Jenis, dan Contoh

Layout design adalah cara mengatur posisi dan hubungan antar elemen visual dalam sebuah bidang. Penataan yang tepat membantu pembaca memahami informasi dan menentukan bagian mana yang perlu diperhatikan lebih dahulu. Layout digunakan pada berbagai media, mulai dari halaman website hingga poster.

Pengertian Layout Design

Layout design, atau desain tata letak, adalah proses menyusun elemen visual pada suatu halaman atau bidang. Desainer menentukan posisi dan ukuran setiap elemen supaya pesan tersampaikan dengan jelas. Jadi, layout bukan sekadar membuat tampilan terlihat rapi, tetapi juga mengatur alur perhatian dan kemudahan penggunaan.

Dalam praktiknya, penataan layout mempertimbangkan hierarki informasi, keseimbangan visual, jarak antar elemen, dan ruang kosong. Misalnya, pada halaman produk, nama barang dan tombol pembelian perlu mudah ditemukan. Foto produk dapat mendukung keputusan pembeli tanpa menutupi informasi yang diperlukan.

Pengertian Layout Design

Secara ringkas, sebuah layout menjawab tiga hal: informasi apa yang perlu ditampilkan, urutan perhatian yang diharapkan, dan bagaimana elemen ditempatkan agar mudah dibaca. Susunannya dapat berbeda sesuai media dan tujuan desain. Layout untuk poster promosi, misalnya, tidak harus mengikuti kebutuhan layout halaman artikel.

Tujuan Layout Design

Tujuan layout design adalah membantu audiens menangkap pesan dengan lebih mudah. Tata letak yang terarah membuat informasi penting terlihat, sementara jarak yang cukup mencegah elemen saling berebut perhatian. Dalam antarmuka aplikasi, pola penempatan yang konsisten juga membantu pengguna mengenali fungsi tombol dan berpindah antarbagian.

Ruang kosong menjadi salah satu bagian dari pengaturan tersebut. Fungsinya bukan sekadar mengisi bidang, tetapi memberi jeda visual agar teks atau gambar utama lebih mudah dibedakan. Pada materi promosi, ruang kosong di sekitar judul dapat membantu pesan utama menonjol tanpa menambah elemen dekoratif.

Jenis Layout Design

Jenis layout dapat dibedakan berdasarkan cara elemen disusun dan tujuan medianya. Dalam desain grafis, beberapa pola berikut kerap digunakan. Nama dan penerapannya dapat bervariasi menurut kebutuhan proyek.

Jenis Layout Design

1. Axial

Layout axial menempatkan objek utama di sekitar sumbu atau titik pusat. Elemen lain diarahkan untuk mendukung fokus tersebut. Pola ini dapat digunakan pada katalog produk ketika satu produk perlu menjadi pusat perhatian.

2. Big type

Layout big type menggunakan teks berukuran besar sebagai elemen visual utama. Judul biasanya menjadi fokus pertama, lalu informasi pendukung disusun dengan ukuran yang lebih kecil. Pola ini dapat diterapkan pada poster atau brosur dengan pesan singkat.

3. Mondrian

Layout Mondrian membagi bidang menjadi area berbentuk kotak atau persegi panjang, baik secara horizontal maupun vertikal. Setiap area dapat menampung teks atau gambar yang berbeda. Pola ini sering dikaitkan dengan bidang geometris dan penggunaan warna yang tegas.

4. Multi panel

Layout multi panel membagi satu bidang menjadi beberapa panel yang memiliki susunan atau tema visual yang saling terhubung. Panel dapat digunakan untuk menyajikan beberapa produk dalam katalog atau membandingkan tahapan dalam sebuah informasi.

5. Picture window

Layout picture window memberi ruang dominan pada satu gambar berukuran besar. Teks biasanya ditempatkan sebagai pendukung agar perhatian audiens tetap tertuju pada visual utama. Pola ini dapat digunakan pada brosur atau materi promosi yang mengandalkan foto produk.

Pemilihan jenis layout bergantung pada isi dan media yang digunakan. Poster yang mengutamakan satu pesan dapat memakai big type, sedangkan halaman yang perlu menampilkan beberapa item mungkin lebih sesuai dengan multi panel.

Elemen Layout Design

Elemen layout adalah bagian yang disusun untuk membentuk tampilan dan menyampaikan informasi. Peran tiap elemen perlu jelas agar halaman tidak terasa penuh atau membingungkan.

  1. Teks menyampaikan pesan dan membantu pembaca memahami informasi.
  2. Garis dapat membatasi bagian atau mengarahkan perhatian ke area tertentu.
  3. Gambar, seperti foto atau ilustrasi, mendukung pesan visual yang disampaikan.
  4. Bentuk dapat digunakan sebagai penanda atau bagian dari komposisi desain.
  5. Ruang mengatur jarak antar elemen dan memberi jeda pada tampilan.
Prinsip Layout Design

Prinsip Layout Design

Prinsip layout membantu desainer membuat susunan yang mudah dibaca dan konsisten. Gunakan prinsip berikut sebagai panduan, lalu sesuaikan dengan fungsi media.

  • Hierarki mengatur urutan perhatian melalui perbedaan ukuran atau penekanan visual.
  • Keseimbangan mengatur distribusi bobot visual. Susunan dapat simetris atau asimetris, bergantung pada komposisi yang dibutuhkan.
  • Perataan membantu elemen tampak teratur dengan mengacu pada garis tepi atau sumbu yang sama.
  • Kedekatan menunjukkan hubungan antar elemen. Informasi yang berkaitan dapat ditempatkan berdekatan.
  • Ruang memberi jarak agar elemen dapat dibedakan dan dibaca tanpa saling mengganggu.

Cara Membuat Layout Design

Mulailah dengan memahami tujuan desain dan informasi yang harus disampaikan. Setelah itu, susun elemen utama sebelum menambahkan detail visual. Periksa hasilnya pada media yang akan digunakan, karena keterbacaan di layar ponsel dapat berbeda dari tampilan cetak.

Cara membuat tata letak desain

Untuk membuat tata letak desain grafis, gunakan langkah berikut sebagai alur kerja:

  • Tentukan tujuan desain dan siapa audiensnya.
  • Pilih isi yang perlu ditampilkan, lalu tentukan urutan informasinya.
  • Buat rancangan awal atau sketsa untuk menguji susunan elemen.
  • Terapkan pilihan warna dan tipografi yang mendukung pesan.
  • Tinjau kembali jarak, keterbacaan, dan fokus visual sebelum desain digunakan.

Cara membuat tata letak website

Layout website perlu mendukung cara pengunjung membaca halaman dan menemukan tindakan yang ingin dilakukan. Mulai dengan membuat kerangka halaman, lalu periksa susunan konten pada ukuran layar yang berbeda. Di WordPress, editor blok Gutenberg dapat digunakan untuk menyusun bagian halaman. Pengguna juga dapat memakai plugin pembuat halaman seperti:

  • Page Builder by SiteOrigin
  • Elementor
  • Gutenberg Block Pattern
  • Builder Brizy

Contohnya, pada halaman artikel, judul dan isi utama perlu mudah dibedakan. Jika navigasi atau tombol penting sulit ditemukan saat halaman dibuka melalui ponsel, susunan tersebut perlu ditinjau lagi sebelum halaman dipublikasikan.

Contoh Layout Design

Contoh layout design dapat ditemukan pada media digital maupun cetak. Berikut beberapa penerapannya:

  • Layout media sosial: grid unggahan dengan ukuran visual yang seragam membantu tampilan profil terlihat teratur. Ruang antarunggahan menjaga setiap gambar tetap terbaca.
  • Layout halaman produk: foto produk dapat menjadi fokus utama, sementara deskripsi dan tombol tindakan ditempatkan agar mudah ditemukan.
  • Layout poster: judul berukuran besar dapat menarik perhatian lebih dahulu. Informasi tambahan disusun setelahnya supaya urutan baca tetap jelas.

Pada contoh grid media sosial, keseragaman ukuran gambar saja belum cukup. Warna dan jarak antarunggahan juga perlu dipertimbangkan agar keseluruhan profil tampak selaras. Prinsip yang sama berlaku pada halaman website, ketika konsistensi antarbagian membantu pengguna mengenali pola tampilan.

Memahami layout design membantu Anda merencanakan tampilan yang sesuai dengan pesan dan media. Jika ingin mengembangkan kemampuan desain grafis, Coding Studio menyediakan pelatihan untuk mendukung proses belajar sesuai kebutuhan Anda.

FAQ

Apa yang dimaksud dengan layout design?

Secara sederhana pengertian layout adalah desain tata letak. Merupakan sebuah penentuan tata letak desain pada sebuah elemen tertentu sehingga menghasilkan daya visual yang menarik.

Apa itu layout dan fungsinya?

Fungsi layout adalah untuk menyajikan atau menampilkan beragam elemen dasar desain meliputi teks, gambar, warna dan lainnya. Hal tersebut ditujukan untuk memudahkan orang yang melihatnya bisa memperoleh serta memahami informasi dalam elemen tersebut dengan maksimal.

Apa itu tata letak dalam desain?

Desain tata letak merupakan sebuah proses yang dilakukan untuk mengatur elemen visual mencakup gambar, bentuk, teks yang ada pada halaman tertentu. Peran tata letak dalam desain menjadi penting, karena ditujukan agar setiap proyek bisa menyampaikan pesan dengan menggunakan tampilan visual yang menarik. Contoh tata letak dalam desain diantaranya adalah desain website, iklan hingga tata letak majalah.

Apa saja elemen layout?

Ada sejumlah elemen desain layout meliputi teks, gambar, garis dan bentuk.

Bagaimana cara membuat layout halaman?

Langkah yang pertama adalah untuk menyejajarkan elemen desain dalam kisi-kisi, lalu pilih jenis visual tunggal, perhatikan keseimbangan tata letak visual atau teks. Anda bisa menambahkan ruang kosong pada tempat yang tepat dan pertimbangkan aturan sepertiga. Sebaiknya gunakan dua atau lebih dari elemen desain yang sama dan jangan lupa untuk menekankan adanya perbedaan antar unsur desain yang ada.