Data Sekunder Adalah? Pengertian dan Contohnya

data sekunder

Dalam statistika, setidaknya terdapat 2 jenis data, yakni data primer, dan sekunder. Untuk data primer, adalah sebuah data yang berasal dari sumber asli, langsung termasuk dari objek yang diteliti, sedangkan data sekunder adalah sebuah data yang berasal dari sumber data yang berbeda dari data asli atau primer, sebagai tujuan untuk melengkapi data yang mungkin belum lengkap untuk data primer.

Dalam penelitian kuantitatif maupun kualitatif, kedua jenis data ini adalah data yang diperlukan untuk seorang peneliti. Data sekunder merupakan data yang dibutuhkan untuk mendukung data primer, tetapi terkadang data sekunder akan sama pentingnya dengan data primer. Apa saja pengertian dari data primer dan sekunder? Berikut ini adalah pengertiannya, serta contoh penggunaannya.

Data Primer dan Sekunder

Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari sumber yang berbeda dari data asli atau primer. Data sekunder diolah, diolah, atau diedit sebelum digunakan. Contohnya adalah hasil penelitian atau analisis yang diperoleh dari data primer, seperti laporan keuangan yang dibuat dari data transaksi perusahaan, atau buku teks yang mengutip data dari sumber lain.

Data sekunder juga dapat berasal dari data yang dikumpulkan oleh organisasi atau individu lain, seperti data sensus yang dikumpulkan oleh pemerintah atau data pasar yang dikumpulkan oleh perusahaan riset pasar. Data ini sering digunakan dalam penelitian karena lebih mudah diakses dan lebih murah dibandingkan dengan data primer.

Namun, data sekunder memiliki beberapa keterbatasan seperti tidak selalu akurat dan tidak selalu sesuai dengan tujuan penelitian. Sehingga peneliti perlu mempertimbangkan mengenai penggunaan data mana saja yang bisa mendukung penelitian mereka, dan mempertimbangkan mengenai data yang cocok untuk variabel yang diteliti.

Baca Juga:  Cara Menggunakan dan Cara Membuat Google Looker Studio

Meskipun begitu, data sekunder amatlah penting, dikarenakan untuk mendukung berjalannya penelitian, sehingga sebagai seorang peneliti perlu mempelajari perbedaan dari data primer dan sekunder, serta cara yang tepat untuk dapat memanfaatkan kedua jenis data ini.

Pengertian dari Data Primer dan Sekunder adalah

data sekunder

Data primer adalah data yang diperoleh dari sumber asli atau langsung dari objek yang diteliti. Data primer dikumpulkan oleh peneliti sendiri dan dapat berupa hasil observasi, wawancara, atau tes. Data primer dikumpulkan untuk tujuan khusus dan sesuai dengan desain penelitian.

Contoh data primer adalah hasil wawancara dengan responden, data hasil pengukuran dari alat ukur atau data hasil pengamatan langsung. Data primer sangat penting karena merupakan data yang paling akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Namun, pengumpulan data primer sering kali lebih sulit dan lebih mahal dibandingkan dengan data sekunder.

Sedangkan data sekunder merupakan data yang diperoleh dari sumber yang berbeda dari data asli atau primer. Data sekunder diolah, diolah, atau diedit sebelum digunakan. Contoh data sekunder adalah hasil penelitian atau analisis yang diperoleh dari data primer, seperti laporan keuangan yang dibuat dari data transaksi perusahaan, atau buku teks yang mengutip data dari sumber lain.

Data sekunder juga dapat berasal dari data yang dikumpulkan oleh organisasi atau individu lain, seperti data sensus yang dikumpulkan oleh pemerintah atau data pasar yang dikumpulkan oleh perusahaan riset pasar. Data sekunder sering digunakan dalam penelitian karena lebih mudah diakses dan lebih murah dibandingkan dengan data primer. Namun, data sekunder memiliki beberapa keterbatasan seperti tidak selalu akurat dan tidak selalu sesuai dengan tujuan penelitian.

Berikut Ini Contoh Data Sekunder adalah

data sekunder

Untuk mengetahui bagaimana, serta apa saja data yang termasuk data sekunder, Anda sudah datang di tempat yang tepat. Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut yang termasuk data sekunder adalah

· Laporan keuangan

Laporan keuangan perusahaan yang diperoleh dari data transaksi perusahaan.

· Buku teks

Buku yang mengutip data dari sumber lain, seperti jurnal, artikel, atau buku lain.

Baca Juga:  Malware Emotet: Pengertian, Metode Penyebaran, dan Cara Mencegahnya

· Data sensus

Data yang dikumpulkan oleh pemerintah tentang penduduk, ekonomi, atau fasilitas umum.

· Data publikasi

Data yang diperoleh dari sumber seperti jurnal ilmiah, koran, atau majalah

· Data arsip

Data yang diperoleh dari arsip seperti dokumen, surat, atau foto yang diarsipkan di instansi pemerintah atau swasta

· Data internet

Data yang diperoleh dari internet, seperti data dari website, artikel atau blog

· Data statistik

Data yang diperoleh dari analisis statistik yang diperoleh dari data primer.

· Data pasar

Data yang dikumpulkan oleh perusahaan riset pasar tentang preferensi konsumen, harga, atau tren pasar.

· Data rekaman audio/video dalam penelitian

Data yang diperoleh dari rekaman seperti audio atau video yang digunakan dalam penelitian.

· Data dari sumber lain

Data yang diperoleh dari sumber lain seperti data dari library, organisasi, atau individu lain.

Cara pengumpulan Data Sekunder

data sekunder

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengumpulkan data sekunder, tergantung dari data yang dicari, peneliti bisa mencarinya menggunakan referensi buku, melalui internet, dan lain sebagainya. Agar sang peneliti bisa memberikan hasil penelitian yang valid, dan reliable, maka peneliti harus bisa melengkapi, dan membuktikan data primer dan sekunder yang telah ia kumpulkan.

Untuk menambah wawasan Anda mengenai data primer dan sekunder, serta cara untuk mengumpulkan datanya, berikut ini contoh pengumpulan data secara sekunder adalah:

Pertama, Anda bisa menggunakan buku referensi untuk mengumpulkan data-data yang mendukung penelitian Anda. Buku dan referensi yang relevan dengan topik yang sedang diteliti, serta referensi yang menyebutkan tentang penelitian Anda. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan internet, mengumpulkan data dan informasi berupa e-book, situs wleb, jurnal penelitian online, forum, blog dan lain sebagainya.

Selain itu, data sekunder juga bisa berupa arsip pemerintah, sebagai contoh peneliti ingin meneliti tentang tingkat putus sekolah di sebuah kabupaten di Indonesia, maka peneliti bisa menggunakan arsip dinas pendidikan di kabupaten tersebut sebagai salah satu data sekunder yang mendukung dari penelitiannya. Selain itu, catatan rilis, serta arsip pemerintahan lainnya juga bisa digunakan.

Baca Juga:  Content Pillar Adalah: Pengertian, Manfaat dan Cara Membuatnya

Penggunaan database adalah salah satu cara untuk mengumpulkan data, tergantung dari database yang dicari, seperti database pemerintahan, perusahaan, serta database lainnya. Penggunaan media massa juga bisa menjadi salah satu sumber data sekunder yang bisa digunakan, sebagai contoh melalui surat kabar, televisi, radio, majalah, forum berita online dan lain sebagainya.

Melalui survei, pengumpulan data melalui survei adalah salah satu basis pengumpulan data yang paling sering digunakan, dan dapat digunakan untuk mengumpulkan kedua jenis data baik itu data primer maupun sekunder, selain itu survei juga bisa didukung oleh dokumentasi, data dokumentasi yang dikumpulkan seperti memo, notulen rapat, laporan, catatan observasi dan lain sebagainya.

Nah itu tadi pembahasan tentang pengertian dan contoh dari data sekunder. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda yang mungkin akan melakukan penelitian, baik itu penelitian kuantitatif maupun penelitian kualitatif.

Kesimpulannya, data sekunder adalah sebuah data yang dikumpulkan melalui sumber data lain selain data primer, yang berfungsi untuk mendukung keabsahan data primer, menjadikan penelitian lebih valid dan reliable.

Tertarik mengikuti kursus yang telah disediakan Coding Studio, cek promonya sekarang.

Related Articles