Customer Pain Point: Pengertian, Jenis dan Strateginya

Customer Pain Point Pengertian, Jenis dan Strateginya

Sebagai seorang bisnis tentu memiliki impian bisnis yang dijalankan berjalan lancar. Salah satu caranya yaitu dengan membangun hubungan baik kepada pelanggan dengan jangka yang lama. Anda bisa bertanya kepada pelanggan terkait perjalanannya selama menggunakan produk Anda.  

Caranya yaitu dengan mengidentifikasi menggunakan customer pain point, sehingga Anda bisa mempertahankan pelanggan dengan memberikan pengalaman yang unik. 

Apa itu Customer Pain Point?

Customer pain point adalah permasalahan yang dialami oleh pelanggan dalam hal bisnis. Maksudnya suatu masalah tentang suatu produk atau layanan yang sedang digunakan oleh pelanggan. Agar bisnis Anda tetap berjalan tentu harus melakukan strategi, bukan hanya sekedar promosi saja, namun perlu melakukan customer pain point.  

Apa itu Customer Pain Point

Dengan kata lain bahwa customer pain point adalah kebutuhan pelanggan yang belum dipenuhi dari suatu perusahaan tersebut. Dengan adanya pain point membantu perusahaan menjadi lebih baik lagi dengan mencari solusi untuk pelanggan. Bila suatu perusahaan mengetahui keinginan dan kebutuhan pelanggan tentu pelanggan akan setiap pada produk atau layanan tersebut. 

Jenis-Jenis Customer Pain Point

Berikut akan kami jelaskan beberapa Jenis customer pain point

Producivity pain point

Ketika menggunakan produk atau layanan, pelanggan mengharapkan pengalaman yang lebih efisien, sebab pelanggan tidak ingin membuang waktunya sia-sia karena menggunakan produk atau layanan tersebut.  

Misalnya pelanggan kesulitan untuk mendapatkan informasi untuk mengerjakan suatu tugas. Informasi data pribadi tidak dapat langsung upload dokumen harus menulis manual. Produk UI/UX yang kurang responsif sehingga harus bekerja dua kali untuk mencapai tujuan. 

Hal yang perlu diingat bagi perusahaan yaitu kenyamanan adalah salah satu hal yang penting untuk diciptakan dalam suatu layanan atau produk. Pelanggan akan mudah berpindah ke produk lain yang lebih mudah prosesnya. Maka dari itu perusahaan harus meyakinkan pelanggan bahwa produk Anda lebih efisien dengan memberikan tutorial cara menggunakan produk. 

Baca Juga:  Business Intelligence Adalah: Pengertian, Manfaat, Fungsi dan Cara Kerjanya

Financial pain point

Ketika pelanggan telah menghabiskan banyak uang dalam menggunakan suatu produk sehingga ingin menekan biaya pengeluaran. Misalnya pelanggan merasa bahwa setiap transaksi ada biaya adminnya, biaya langganan yang mahal, tidak ada transparansi harga, produk yang didapat tidak sesuai harganya dan lainya. Financial pain point mencakup beberapa hal yaitu umur produk, pembelian ulang, biaya berjangka, dan nilai. 

Support pain point

Pelanggan tidak mendapat dukungan saat membutuhkan bantuan. Bila pelanggan tidak mendapatkan cara menyelesaikan maka lama-kelamaan pelanggan akan berpindah ke kompetitor lain. Customer service yang slow respons, informasi yang kurang, pelanggan sulit menemukan nomor customer service menjadi faktor pelanggan meninggalkan produk.  

Maka dari itu, perusahaan harus memberikan pelayanan terbaik untuk pelanggannya sehingga tidak akan berdampak pada bisnis Anda. Misalnya memiliki layanan FAQ, call center ataupun obrolan otomatis.  

Process pain point

Ketika pelanggan menggunakan produk atau layanan namun membingungkan sebab desain awal yang cacat. Hal itu membuat pelanggan menjadi tidak nyaman dalam menggunakan suatu produk atau layanan tersebut misalnya tidak adanya konfirmasi secara otomatis. Bila pelanggan kecewa tentu akan mempengaruhi orang sekitar untuk tidak menggunakan produk tersebut. 

Customer pain point adalah kebutuhan dari pelanggan yang belum dipenuhi oleh perusahaan, sehingga perlu adanya strategi customer pain point yang membuat pelanggan tetap setia pada produk dari perusahaan tersebut. Dengan adanya pain point perusahaan akan membuat strategi pemasaran yang memberikan solusi serta menarik untuk pelanggan. 

Cara Mengidentifikasi Customer Pain Point

Cara Mengidentifikasi Customer Pain Point

Supaya perusahaan dapat mempertahankan bisnisnya tentu harus menentukan customer pain point dengan cara melakukan identifikasi customer pain point. Berikut ini cara yang dapat diterapkan: 

Melakukan riset pasar secara kualitatif

Cara mengidentifikasinya dengan mengevaluasi data terkait customer pain point. Customer pain point adalah suatu kesulitan yang dialami pelanggan baik dari aspek dukungan konsumen, harga hingga sistem. Dengan mengevaluasi data maka mengetahui secara detail apa yang dibutuhkan pelanggan.  

Melakukan riset sales kualitatif

Cara lainnya bisa Anda ketahui dari tim sales dengan melihat respons dari pelanggan saat menolak produknya dimana tim sales akan memberikan kuesioner customer untuk mengetahui saran, kritik hingga pendapat terkait produk tersebut. Dengan begitu tidak heran bila tim sales mengetahui masalah dari pelanggan secara detail. 

Baca Juga:  Digital Marketing Funnel: Pengertian, Manfaat dan Strateginya

Menyediakan fitur live chat

Adanya fitur live chat di website juga menjadi salah satu identifikasi untuk mengetahui informasi apa yang dibutuhkan oleh calon pelanggan. Perusahaan memberikan kesempatan pelanggan untuk bertanya terkait permasalahan bahkan di website tersebut sudah mengategorikan pertanyaan.  

Mendengar keluhan pelanggan

Dengan adanya platform online seperti media sosial ataupun blog memudahkan perusahaan untuk identifikasi customer pain point sebab pelanggan akan menyampaikan keluhan. Sehingga perusahaan memahami permasalahan dari pelanggan dan dapat menemukan solusi pada industri terkait dengan cara terus berinovasi.  

Berdasarkan penjelasan di atas maka keuntungan customer pain point yaitu dapat meningkatkan bisnis Anda sebab mengetahui keinginan atau kebutuhan dari pelanggan. Dengan begitu perusahaan dapat mencari solusi dan terus berinovasi yang membuat pelanggan tetap setia pada produk atau layanan perusahaan.  

Customer pain point adalah keluhan atau kebutuhan pelanggan yang belum dipenuhi dari perusahaan. Ada beberapa cara mengatasi customer pain point yaitu menjelaskan benefit produk dengan cara memberikan penjelasan terkait manfaat, fitur yang ada serta kegunaan dari produk.  

Jelaskan kepada pelanggan mengapa harus menggunakan produk tersebut. Cara lainnya yaitu penggunaan bahasa yang mudah dipahami. Supaya pelanggan memahami keunggulan dari produk maka gunakan bahasa yang sederhana namun tetap profesional supaya produk dapat dipercaya.  

Nah, untuk menunjang bisnis Anda agar bisa berkembang maka bisa mengikuti kursus IT online di Coding Studio yang menyediakan beberapa pelatihan seperti digital marketing, data analyst dan lainnya.

Related Articles