Kalau kamu sudah pernah membaca artikel Coding Studio yang satu ini, pastinya kamu sudah tahu ya bahwa JavaScript merupakan salah satu bahasa pemrograman yang paling populer di tahun 2020 ini. JavaScript sendiri merupakan bahasa pemrograman yang berperan dalam bidang web development, sehingga cocok banget untuk dipelajari oleh teman-teman yang tertarik dengan bidang pengembangan website! Nah, sebelum kamu mempelajari sintaks dan cara membuat program dengan bahasa ini, yuk kita berkenalan dulu dengan bahasa pemrograman JavaScript beserta seluk-beluknya!

Apa itu JavaScript?

Bahasa pemrograman JavaScript banyak digunakan untuk web development

JavaScript merupakan bahasa pemrograman yang umum dijumpai di bidang web development. Tepatnya, JavaScript berperan dalam membuat halaman website yang kamu buat menjadi dinamis dan interaktif. JavaScript merupakan bahasa pemrograman yang berjalan di sisi client-side, yang artinya seluruh kode program JavaScript kamu akan dijalankan di web browser milik pengguna tanpa perlu menunggu pemrosesan di web server terlebih dahulu.

Karena dijalankan pada client-side, maka pengguna memiliki akses penuh untuk mengontrol eksekusi JavaScript dari program kamu. Dari kontrol tersebut, pengguna bisa mematikan atau bahkan mengubah kode program JavaScript yang kamu buat loh, teman-teman. Oleh karena itu, perlu diingat bahwa kamu sebagai programmer juga tidak dapat bergantung sepenuhnya pada bahasa pemrograman yang satu ini.

Perbedaan JavaScript dan ECMAScript

ECMAScript vs JavaScript (Sumber: medium.com)

Teman-teman, tahukah kamu bagaimana penulisan versi-versi JavaScript? Jika kamu memperhatikannya dengan baik, kamu akan melihat bahwa versi-versi JavaScript biasanya dituliskan seperti JavaScript ES5, JavaScript ES6, dan sebagainya. Kira-kira, apa maksud ‘ES’ dalam penulisan versi JavaScript tersebut ya?

Kalau kita ingin membahas tentang maksud ‘ES’ dalam penulisan versi JavaScript, maka kita harus menelusuri sejarah perkembangan JavaScript nih, teman-teman. Perlu kamu ketahui bahwa JavaScript merupakan bahasa pemrograman yang dikembangkan oleh sebuah perusahaan bernama Netscape. Saat itu, JavaScript milik Netscape ini juga memiliki bahasa pemrograman saingannya yang dikembangkan oleh Microsoft, yakni JScript. Microsoft sendiri terpaksa menamai JavaScript versi mereka dengan nama yang berbeda karena nama JavaScript itu sendiri merupakan merek dagang milik NetScape.

Karena adanya kedua nama ini, para programmer masa itu pun menjadi bingung. Pasalnya, kedua versi JavaScript ini tidak hanya memiliki nama yang berbeda, tapi juga memiliki fitur-fitur yang berbeda. Oleh karena itu, para programmer pun setuju bahwa mereka membutuhkan standarisasi untuk JavaScript. Atas permintaan para programmer ini, European Computer Manufacturers Association (ECMA), yakni sebuah konsorsium internasional untuk standarisasi bahasa-bahasa pemrograman front-end, membuat sebuah standar bahasa pemrograman script web browser. Standar bahasa inilah yang kini kita kenal dengan nama ECMAScript yang kemudian disingkat ES.

Nah, dari penjelasan tersebut, kini kamu sudah tau ‘kan bahwa ‘ES’ dalam penulisan versi JavaScript memiliki kepanjangan ECMAScript? Sederhananya, ECMAScript ini dapat kamu mengerti sebagai versi standar dari JavaScript, yang juga sebenarnya adalah nama resmi dari JavaScript. Akan tetapi, karena kepopuleran JavaScript, hampir semua kalangan, termasuk para programmer, tetap menyebut ECMAScript dengan JavaScript.

Perkembangan JavaScript Saat Ini

Perkembangan bahasa pemrograman JavaScript saat ini

Di dalam perkembangannya, JavaScript juga menghadapi kendala yang dialami oleh bahasa pemrograman client-side lainnya, yakni ketergantungan bahasa pada implementasi web browser. Artinya, kode JavaScript yang kamu buat bisa saja berjalan lancar pada web browser Mozilla Firefox, tetapi tidak berjalan dengan sempurna ketika dijalankan pada Internet Explorer. Hal ini mungkin saja terjadi karena Internet Explorer tidak mendukung beberapa kode program JavaScript yang kamu buat.

Karena ketergantungan ini, para programmer dulunya harus membuat kode program yang berbeda untuk setiap web browser yang ada. Akan tetapi, saat ini, para programmer tidak harus melakukannya lagi berkat sebuah library JavaScript loh, teman-teman! Bisakah kamu menebak apa library yang dimaksud? Yup, library itu adalah jQuery! Dengan adanya jQuery, para programmer hanya perlu membuat satu program JavaScript untuk seluruh web browser yang ada. Karena jQuery inilah bahasa pemrograman JavaScript bisa memperoleh kepopulerannya kembali dan digunakan oleh banyak orang.

jQuery, salah satu library dari bahasa pemrograman JavaScript

Nah, itu dia sedikit perkenalan tentang bahasa pemrograman JavaScript! Kini, kamu sudah sedikit lebih tau tentang seluk-beluk bahasa pemrograman yang banyak digunakan untuk web development ini ‘kan? Setelah mengenal JavaScript dengan lebih mendalam, kini waktunya kamu untuk mulai belajar membuat program dengan bahasa yang satu ini! Yuk, pelajari dasar-dasar pemrograman dengan JavaScript bersama Coding Studio melalui kursus Front-end ini! Tidak hanya belajar, kamu juga bisa berkumpul dengan komunitas belajar Coding Studio loh! Kami tunggu kehadiran kamu di komunitas belajar kami ya!