Bagi kamu yang sudah pernah sedikit banyak menjelajahi dunia database, SQL pastinya sudah bukan merupakan istilah yang asing di telinga kamu ya. Istilah yang satu ini memang banyak digunakan dan ditemui di dunia database. Akan tetapi, tahukah kamu apa itu SQL sebenarnya? Apa peranan dan fungsinya di dunia database?

Untuk membantu kamu memahami lebih dalam terkait apa itu SQL, Coding Studio sudah menyiapkan penjelasannya nih! Yuk, langsung kita simak di bawah ini!

Apa itu SQL?

Apa itu SQL?

SQL sebenarnya merupakan singkatan dari Structured Query Language. Dari sini, dapat kita lihat bahwa SQL sebenarnya merupakan suatu bahasa ya, teman-teman. SQL berperan dalam membantu kita untuk mengakses dan memanipulasi suatu database. Oleh karena itu, dapat kita katakana bahwa SQL merupakan semacam ‘bahasa pemrograman’ di dunia database.

SQL sudah menjadi bahasa standar untuk ANSI atau American National Standards Institute sejak tahun 1986. Di tahun selanjutnya, yakni tahun 1987, SQL juga ditetapkan sebagai bahasa standar untuk ISO atau International Organization for Standardization. Sampai saat ini, SQL menjadi bahasa standar untuk Relational Database System. Oleh karena itu, Relational DBMS atau Relational Database Management System seperti MySQL, Oracle, dan SQL Server menggunakan bahasa SQL sebagai bahasa standarnya.

Relational Database vs Non-relational Database

A close up of text on a white background Description automatically generated
Ilustrasi Relational Database

Saat ini, secara garis besar, ada dua jenis database yang umum dijumpai, yakni relational database dan non-relational database. Relational database merupakan sistem database yang menyimpan data-data di dalamnya dalam bentuk tabel. Sementara itu, non-relational database merupakan sistem database yang tidak mengikuti model relasional tradisional tersebut.

Non-relational database muncul untuk mengatasi keterbatasan relational database dalam menangani Big Data. Saat ini, pertumbuhan Big Data terlalu cepat untuk ditangani oleh relational database. Selain itu, strukturnya juga terlalu beragam untuk ditangani dengan model konvensional. Oleh karena itu, timbullah non-relational database dengan berbagai macam bentuk penyimpanan database. Contohnya, ada non-relational database yang menangani database dengan struktur graph yang terdiri atas node dan edge. Ada juga yang menanganinya dengan format dokumen. Seluruh bentuk penyimpanan database ini muncul untuk meningkatkan performa non-relational database dalam menangani dan memroses Big Data.

Apa itu Database Management System (DBMS)?

A picture containing toiletry, bottle, lotion Description automatically generated

Database Management System atau yang lebih dikenal dengan DBMS merupakan program memfasilitasi kita untuk mengakses dan memanipulasi database. Sederhananya, kita bisa membayangkan DBMS sebagai sebuah ‘software pemrograman’ untuk database.

DBMS digunakan untuk menghindari kekacauan dalam mengolah data-data yang ada, terutama apabila data tersebut berjumlah besar. Selain itu, dengan menggunakan DBMS, kita dapat mengakses database tersebut secara bersamaan. Tidak hanya memfasilitasi kita dalam mengakses dan memanipulasi database, DBMS juga memberikan dukungan kecepatan dan kemudahan dalam mengakses data, keamanan data, serta efisiensi ruang penyimpanan data.

Sama seperti software pemrograman lainnya, dalam menggunakan DBMS, kita harus menggunakan bahasa database yang sudah ditetapkan untuk DBMS tersebut. Untuk relational database, bahasa database yang umum digunakan tentunya bahasa SQL ya, teman-teman. Sementara itu, untuk non-relational database, bahasa database yang umum ditemui misalnya NoSQL.

Beberapa contoh Relational DBMS yang cukup banyak digunakan adalah MySQL, SQL Server, Oracle, dan juga PostgreSQL. Sementara itu, beberapa Non-relational DBMS yang populer di antaranya MongoDB, Redis, Neo4J, dan juga Cassandra. Kalau kamu tertarik untuk mempelajari beberapa Non-relational DBMS ini, jangan lupa untuk mampir ke artikel yang satu ini ya!

A close up of a logo Description automatically generated
Beberapa Non-relational DBMS

Nah, itu dia sedikit penjelasan tentang apa itu SQL, teman-teman! Karena memang merupakan bahasa standar untuk relational database, tidak heran ya apabila kita sering menjumpai istilah database yang satu ini. Terlebih, banyak juga Relational DBMS yang juga mencantumkan SQL pada namanya.

Setelah mengetahui apa itu SQL dan beberapa istilah database lainnya, kini kamu sudah lebih siap untuk mulai belajar database secara praktek ‘kan, teman-teman? Sebelum memulai latihan praktekmu, kamu bisa mulai dengan mencoba menentukan jenis database yang ingin kamu pelajari. Apakah kamu ingin mempelajari relational database? Atau kamu lebih tertarik dengan non-relational database? Untuk mendukung keputusanmu, kamu juga bisa mencari keunggulan dan kelemahan kedua jenis database ini.

Setelah kamu menentukan database mana yang ingin kamu dalami, kamu bisa mulai menentukan DBMS apa yang ingin kamu pelajari terlebih dahulu. Kamu bisa menjadikan popularitas DBMS tersebut di dunia kerja sebagai pertimbangan ya, teman-teman. Kalau kamu memilih untuk mempelajari DBMS yang memang banyak digunakan di dunia kerja, pastinya kamu akan lebih cepat beradaptasi ketika sudah terjun ke dunia kerja nanti ‘kan?

Demikian sedikit saran dari Coding Studio untuk membantu kamu mempelajari database! Semoga artikel kali ini bisa menambah pengetahuan kamu di dunia database ya. Sampai jumpa di artikel berikutnya!